Gawat! HIV/AIDS di Sumbar 240 Kasus, Paling Banyak di Padang

"Dari hasil survei terhadap 10 orang penderita HIV/AIDS, sembilan di antaranya adalah LGBT"
Divisi Tropik dan Inveksi Bagian Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran/RSUP dr M Djamil, dr Armen Ahmad, memaparkan jenisbpenularan HIV/AIDS saat semunar di Wisma Indarung (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF – Divisi Tropik dan Inveksi Bagian Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran/RSUP dr M Djamil, dr Armen Ahmad, mengatakan bahwa di tahun 2014, terdapat 240 kasus orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang tersebar di kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). 

Hal ini diungkapkannya saat menjadi pemateri tentang HIV/AIDS yang digelar Biro Safety Health Environtment (SHE) dan Biro Bin Diklat Semen Padang di Wisma Indarung Semen Padang, Rabu, 17 Mei 2016.

Dikatakan Armen, dari jumlah kasus ODHA di Sumbar, paling banyak terdapat di Kota Padang dengan jumlah 116 kasus. Kemudian di Bukittinggi 23 kasus, Payakumbuh 20 kasus, Pessel 11 kasus, dan Agam 10 kasus.

“Sisanya, tersebar di kabupaten dan kota lainnya di Sumbar dengan jumlah bervariasi yaitu di bawah 10 kasus,” ujarnya. Selain jumlah kasus, juga dipaparkan bahwa LGBT merupakan orang yang paling mendominasi menderita HIV/AIDS.

"Dari hasil survei terhadap 10 orang penderita HIV/AIDS, sembilan di antaranya adalah LGBT,” beber Armen.

Armen juga memaparkan kelompok umur dan jenis kelamin orang dengan HIV/AID di Sumbar selama 2014. Kata Armen, yang paling banyak menderita HIV/AIDS adalah umur 20 sampai 49 tahun. Sedangkan sisanya, diderita oleh umur 0 sampai 19 tahun.

“Untuk jenis kelaminnya, paling banyak adalah laki-laki, yaitu 182 orang, dan perempuan sebanyak 58 orang,” ujarnya. Selain itu, lanjutnya, untuk latar belakang pekerjaan, paling banyak adalah wiraswasta atau pengusaha sebanyak 81 orang, kemudian ibu rumah tangga 43 orang.

Sedangkan sisanya, berasal dari berbagai latar balakang pekerjaan lainnya. “Ibu rumah tangga banyak terinfeksi ODHA, diduga disebabkan oleh suaminya yang sering berhubungan badan dengan banyak perempuan,” ujarnya.

Kemudian untuk pekerja sek komersil (PSK), Armen menyebut terdapat 2 orang yang terdeteksi ODHA selama 2014. Jumlah tersebut sedikit, karena ... Baca halaman selanjutnya