Peringati HUT ke-59 Pengambilalihan Pabrik, Semen Padang Lepas Balon Berhadiah

Dirut PT Semen Padang, Benny Wendry (tiga dari kanan) didampingi tiga DFirektur PT Semen padang lainnya memotong kue HUT ke-59 Pengambilalihan Pabrik PT Semen Padang dari tangan Belanda di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang
Dirut PT Semen Padang, Benny Wendry (tiga dari kanan) didampingi tiga DFirektur PT Semen padang lainnya memotong kue HUT ke-59 Pengambilalihan Pabrik PT Semen Padang dari tangan Belanda di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang (Humas )

PADANG, KLIKPOSITIF -- Memperingati HUT ke-59 pengambilalihan pabrik, jajaran direktur, staf dan karyawan PT Semen Padang menggelar upacara di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, di Indarung, Padang, Rabu, 5 Juli 2017 pagi.

Upacara yang dipimpin Direktur Utama Benny Wendry, selaku inspektur upacara, berlangsung khidmat. Upacara itu, juga diikuti oleh karyawan dari semen Padang Group, ibu-ibu penasehat, pengurus dan anggota Forum Komunikasi Istri Karyawan Semen Padang (FKIK SP).

baca juga: BUMN Nyatakan Siap Jalankan New Normal

Usai upacara, jajaran direktur kemudian meniup lilin kue ulang tahun pengambilalihan pabrik yang telah disediakan panitia. Setelah itu, seremonial pengambilalihan pabrik dari tangan Pemerintahan Belanda, ditutup dengan pelepasan ratusan balon ke udara yang berisi doorprize dengan vandel 60 sak semen.

Sebelumnya, 4 Juli 2017 kemarin, PT Semen Padang juga menggelar khitanan massal di Semen Padang Hospital. Khitanan massal itu diikuti oleh 300 anak yang berasal dari keluarga kurang mampu di Kota Padang.

baca juga: Pengamat Ekonomi Sebut BUMN Bisa Menarik Gerbang Seluruh Sektor Ekonomi Nasional

Benny Wendry dalam amanat upacara mengatakan, hari ini merupakan momentum pengambil alihan pabrik PT Semen Padang yang ke-59. Kemudian di tahun ini pula, PT Semen Padang berusia 107 tahun.

Dengan usia tersebut, PT Semen Padang terus berinovasi dan berusaha tumbuh dan meningkatkan kinerjanya di tengah tingginya persaingan industri semen di Indonesia akibat over supply dan strategi-strategi pemasaran dari pesaing.

baca juga: Satgas BUMN Salurkan Bantuan Penanganan COVID di Pessel

Kemudian di samping itu, PT Semen Padang juga terus melakukan ekspansi untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan customer, serta melakukan kontrol proses dan produk agar memenuhi kualitas yang diinginkan, serta strategi marketing juga terus dijalankan di semua daerah pemasaran PT Semen Padang.

"Perusahaan juga tiada henti melakukan regenerasi melalui rekrutmen staf pimpinan dan pelaksana, sehingga terus lahir Sumber Daya Manusia unggul yang akan melanjutkan estafet perjuangan perusahaan," kata Benny Wendry.

baca juga: Bersama Satgas Bencana BUMN, Jasa Raharja Sumbar Salurkan Bantuan Penanganan COVID-19

Benny menyebutkan hal yang tidak kalah pentingnya pada pengambilalihan PT Semen Padang, adalah penambahan Kapasitas melalui Pabrik Indarung VI yang telah beroperasi dan memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pabrik yang sebelumnya.

Diharapkan, kata Benny, pabrik baru dengan kapasitas 3 juta ton per tahun itu, bisa menjadi “Jaminan” keberlangsungan operasi perusahaan kedepannya. Tentu, keberlangsungan tersebut juga didukung dengan berbekal semangat kerja yang tinggi, strategi yang baik.

selain itu, juga diharapkan komitmen semua lini usaha di Perusahaan untuk mendukung cost transformation, Sumber Daya Manusia yang Qualified, Jaminan Kapasitas yang cukup, dukungan masyarakat dan doa.

"Kita harus yakin dan percaya bahwa PT Semen Padang akan memperingati Ulang Tahun ini 10 tahun, 50 tahun bahkan ratusan tahun yang akan datang," ujarnya.

Sejarah Pengambilalihan Pabrik

Pada 5 Juli 1958, dilakukan penyerahan PT Semen Padang yang dulu bernama NV Padang Portland Cement Maatschappij (PPCM) dari tangan Belanda kepada pemerintah Indonesia, yang menunjukkan berdaulatnya bangsa ini dari bangsa asing.

Mewakili pemerintah Belanda pada penyerahan NV PPCM itu adalah Ir.Vander Land, Hoofadministrateur NV PPCM. Sedangkan mewakili pemerintah Indonesia adalah J.Sadiman, Direktur Badan Penyelenggara Perusahaan Industri dan Tambang.

Selain PT Semen Padang, saat itu juga diserahkan oleh Belanda beberapa perusahaan lainnya, yakni NV.Papierfabriek Padalarang, NV.Nijmegen Papierfabriek, NV.Bandoengsche Kininefabriek. NV.Goodyear Tire & Rubber Company Ltd., NV De Industrie, CV De Vulkaan, dan lain-lain.

Penyerahan itu menandai pengelolaan semua perusahaan Belanda di Indonesia diserahkan kepada putri-putri Indonesia. Dengan dilakukannya nasionalisasi seluruh kepentingan ekonomi Belanda diambil alih dan ditempatkan langsung di bawah pengelolaan pemerintah RI, sebagai perusahaan negara, termasuk perusahaan di sektor industri seperti pabrik semen Indarung yang dikelalo oleh Badan Penyelenggara Industri dan Tambang (BAPPIT).

Hal ini merupakan awal sejarah industri di Indonesia tampil memimpin dan mengelola sendiri industrinya. BAPPIT tidak hanya mengendalikan pabrik Semen Padang, tapi juga mengendalikan sebanyak 48 industri mesin dan listrik, 21 industri kimia, 21 industri grafika dan 89 industri lainnya.

Untuk Semen Indarung, sebagai Direktur dipegang J.Sadiman yang berkedudukan pada Kantor BAPPIT di Jakarta. Sedangkan untuk menangani hal-hal yang bersifat teknis diserahkan kepada Ir.Setyatmo, sebagai Wakil Direktur.

Sejak nasionalisasi, pabrik memerlukan suku cadang dan terpaksa dibuat sendiri. Beberapa suku cadang yang harus diimpor tidak bisa didatangkan, karena keadaan yang tidak menentu, karena Suumatera Barat saat itu sedang bergolak dengan adanya perjuangan PRRI.

Pada tahun 1959, di bawah pimpinan Setyatmo Semen Padang berhasil membukukan produksi sebanyak 125 ribu ton per tahun. Sementara saat itu, pasar semen membutuhan paling tidak 220 ribu ton semen setiap tahunnya.

Dengan dikuasainya pabrik semen di Indarung, dan perusahaan lain, roda ekonomi mulai diputar sendiri oleh bangsa ini. Di Jakarta, para pejabat merumuskan berbagai kebijakan untuk membangun perekonomian bangsa. (*)

Penulis: Riki S