Tambang Semen Padang Raih Predikat Baik Audit SMKP  

"internal audit Sistem Manajemen Keselamatan Penambangan (SMKP) dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) tahun 2017"
Pelaksanaan internal audit SMKP pada 05 Juli 2017 (Dok.Departemen Tambang)

KLIKPOSITIF, PADANG - Departemen Tambang PT Semen Padang berhasil mendapat nilai 82,7 persen dengan predikat baik (perak), dalam pelaksanaan internal audit Sistem Manajemen Keselamatan Penambangan (SMKP) tahun 2017.

Audit Internal dilaksanakan pada 12 Juni s.d 05 Juli 2017 yang lalu. Hal itu karena PT Semen Padang sebagai pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Batu Kapur, Silika, dan Tanah Liat, sehingga wajib menerapkan SMKP sebagaimana tertuang dalam pasal 3 Permen ESDM no 38 Tahun 2014.

"Audit internal SMKP ini merupakan yang pertama dilaksanakan di PT Semen Padang. Walaupun kita bukan perusahaaan mineral batubara, namun kita wajib melaksanakan itu karena kita sebagai pemegang IUP juga diharuskan dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Penambangan (SMKP). Audit internal dilaksanakan minimal satu kali setahun secara berkala," kata Kepala Bidang SHE Tambang merangkap Staf Biro Perencanaan, Pengembangan dan Evaluasi Tambang Departemen Tambang, PT Semen Padang, Ariyan Trisno, Senin (10/7/ 2017.

Audit internal dilaksanakan untuk mendapatkan gambaran sejauh mana penerapan SMKP Minerba di PT Semen Padang. Audit kali ini dilaksanakan berdasarkan periode 1 Januari 2017 sampai dengan 10 Juni 2017. Kriteria penilaian dalam hal ini 556 kriteria untuk SMKP, sedangkan jika dibandingkan dengan kriteria penilaian SMK3 yang dilaksanakan semua perusahaan pada umumnya sejumlah 166 kriteria saja. "Untuk SMKP sendiri lebih fokus pada unit kerja tambang dan SMK3 fokus pada semua unit kerja yang ada di perusahaan," tuturnya.

Dikatakan Ariyan, pengawasan Kesehatan dan keselamatan Kerja (K3) di tambang secara langsung juga dilakukan Kementerian ESDM melalui Kepala Inspektur Tambang (KAIT), yang nantinya melalui hasil laporan audit internal yang dilakukan secara berkala oleh perusahaan.

"Dalam hal ini jika terjadi kecelakaan, kejadian berbahaya, penyakit akibat kerja, bencana, dan/atau dalam rangka kepentingan penilaian ... Baca halaman selanjutnya