PT Semen Padang Uji Coba Pengapalan Klinker dengan Teknologi Baru

"Penggunaan Ship Loader ini untuk mendukung operasional serta rencana distribusi dan transportasi"
Direktur Produksi PT Semen Padang, Firdaus bersama dengan Kepala KSOP Teluk Bayur, Kasi Angkatan Laut Khusus, GM Pelindo menekan tombol penggunaan Ship Loader di Pelabuhan Teluk Bayur, Selasa (2/8) (Humas SP)

PADANG, KLIKPOSITIF - PT Semen Padang mengadakan uji coba pertama pengapalan klinker di Terminal Untuk Kebutuhan Sendiri (TUKS) PT Semen Padang menggunakan Ship Loader di Pelabuhan Teluk Bayur, Selasa (2/8).

Penggunaan Ship Loader ini untuk mendukung operasional serta rencana distribusi dan transportasi. "Rencana distribusi dan transportasi ini harus terus didukung mengingat adanya penambahan kapasitas dari Indarung VI sebesar 3 juta ton yang separuhnya dalam bentuk klinker untuk kebutuhan Grinding Plant Dumai, Cigading, dan penjualan ekspor," kata Direktur Produksi PT Semen Padang, Firdaus di Packing Plant Indarung.

Seluruh rencana pengiriman akan berjalan optimal jika didukung oleh optimalisasi freight kapal. Karena freight kapal kargo untuk membawa klinker sangat dipengaruhi oleh antrian sebelum muat, loading rate (kecepatan pemuatan klinker), serta kecepatan bongkar.

"Dengan adanya fasilitas pemuatan klinker ke kapal pasca adanya ship loader di dermaga TUKS DSB ini diharapkan akan dapat mencapai 15 ribu ton perhari sehingga kapal 30 ribu ton dapat selesai muat dalam dua hari," jelasnya.

Kecepatan pemuatan klinker diharapkan dapat membuat harga jual klinker lebih baik karena pemuatan lebih pasti memberikan layanan cepat muat. "Cepatnya pemuatan secara overal akan mengurangi antrian pembongkaran dan pemuatan cargo di dermaga konvensional dan akan meningkatkan throughtout cargo yang datang dan keluar dari pelabuhan Teluk Bayur," jelasnya.

Sebelumnya, pemuatan klinker dilakukan selama empat hari dengan pengisian antara delapan hingga sepuluh ribu perhari dengan grab. "Namun dengan adanya penggunaan alat ini, pengisian bisa dilakukan lebih cepat hingga 15 ribu ton perhari. Hal ini tentunya juga bisa menghemat harga, persaingan dan cost biaya akan turun," jelasnya.

Selain itu, dengan uji coba ini diharapkan juga akan memperkuat penjualan di Semen Indonesia Grup, khususnya untuk pasar ekspor. "Karena ... Baca halaman selanjutnya