Warga Terdampak Banjir di Halaban Butuh Air Bersih

"juga ada satu jempatan yang putus, dan itu akses satu-satunya bagi Jorong Lurah Bukik untuk menuju Jorong Tereh yang memiliki sekolah"
Trc semen padang pasang tali di aliran sungai bantu warga di halaban (KLIKPOSITIF/Eko Fajri)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Warga terdampak bencana di Jorong Lurah Bukik dan Jorong Tampuang Kodok, serta Jorong Tareh, Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota pada Kamis 24 Agustus 2017, saat ini membutuhkan bantuan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari mereka, karena rusaknya saluran air bersih didaerah tersebut.

Wali Nagari Balai Panjang, Evianto, di Halaban Jumat malam (25/8), mengatakan, saat ini yang paling dibutuhkan masyarakat terdampak bencana adalah air bersih, karena intek dan saluran air yang selama ini dimanfaatkan mereka untuk kebutuhan sehari-hari mengalami kerusakan akibat hantaman banjir bandang.

Hal tersebut dijelaskannya saat Tim Reaksi Cepat (TRC) PT Semen Padang sampai di lokasi kejadian dan berbincang singkat terkait kebutuhan warga akibat bencana alam tersebut.

Ia juga menjelaskan, selain air bersih kebutuhan mendesak yang dirasakan warga adalah adanya satu unit jembatan yang putus penghubung dua jorong, antara Jorong Lurah Bukik yang dihuni 15 Kepala Keluarga (KK) dan Jorong Tareh yang juga terdampak bencana. Akses jembatan tersebut dibutuhkan kerena anak-anak yang ingin bersekolah dari Jorong Lurah Bukik harus melewati jembatan yang hancur tersebut untuk mendapat pendidikan di SMP III Lareh.

"Memang juga ada satu jempatan yang putus, dan itu akses satu-satunya bagi Jorong Lurah Bukik untuk menuju Jorong Tereh yang memiliki sekolah," jelasnya.

Selain itu, di daerah tersebut juga terdata rumah warga yang mengalami kerusakan sebanyak 28 unit, dimana tiga diantarannya mengalami rusak berat, dan 25 lainnya mengalami rusak ringan, selain satu sekolah harus dibersihkan akibat lumpur sisa banjir bandang.

TRC Semen Padang sendiri datang kelokasi dan sampai di Halaban sekitar pukul 12.00 WIB setelah menempuh sekitar enam jam perjalanan dari Kota Padang, sebagai bentuk tanggap darurat bencana oleh PT Semen Padang.

TRC PT Semen Padang ... Baca halaman selanjutnya