Rektor IPDN Apresiasi TRC Semen Padang di Lokasi Bencana Solsel

"Luar biasa TRC Semen Padang. Setiap bencana di Su.bar maupun di luar Sunbar, selalu ambil bagian. Salut saya sama TRC Semen Padang. Titip salam saya buat Direktur PT Semen Padang,"
Rektor IPDNbErmaya Suradinata (baju putih) foto bersama dengan TRC Semen Padang dan sejumlahvrelawan lainnya di Posko bencana Solsel. (Riki/ Klikpositif)

SOLSEL, KLIKPOSITIF -- Rektor Insitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Ermaya Suradinata, mengapresiasi relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) Semen Padang yang turun ke lokasi bencana banjir bandang di Nagari Pakan Raba'a Tengah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Kabupaten Solsel, Sumbar.

"Luar biasa TRC Semen Padang. Setiap bencana di Sumbar maupun di luar Sumbar, selalu ambil bagian. Salut saya sama TRC Semen Padang. Titip salam saya buat Direktur PT Semen Padang," kata Ermaya kepada relawan TRC Semen Padang di Posko Bencana Banjir Bandang Solsel, Minggu (17/9) sore.

Mantan Gubernur Lemhanas itu juga menyebut bahwa dirinya sengaja datang dari Jakarta ke lokasi bencana banjir di Solsel, untuk memantau kerusakan akibat bencana banjir dan memantau Praja IPDN Sumbar yang dikirim ke lokasi bencana untuk melakukan penanggulangan bencana.

"Di samping itu, saya juga menyalurkan bantuan dari Kementerian Dalam Negeri berupa mie instan, air mineral dan selimut. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat untuk para korban banjir di Solsel," pungkas Ermaya.

Seperti diketahui, banjir bandang akibat hujan lebat yang terjadi sejak Kamis (14/9) pagi hingga malam, membuat empat jorong di Kenagarian Pakan Rabaa Tangah, Kecamatan Koto Parik Gadang di Ateh dilanda banjir bandang.

Ke empat jorong tersebut adalah, Jorong Bancah Anak Lolo, Batang Lolo Atas, Batu Kulambai dan Batang Lolo. Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Namun ketinggian air mencapai 75 sentimeter dan 42 KK di empat jorong itu dilaporkan mengungsi ke daerah yang lebih tinggi dan rumah saudaranya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, Bupati Solok Selatan telah menetapkan masa tanggap darurat selama 7 hari dari 15-22 September 2017 setelah banjir bandang menerjang empat jorong di Solsel.

"Posko ... Baca halaman selanjutnya