Jembatan Baringin Sudah Bisa Dilewati, Warga Bersyukur dan Berterima Kasih pada Semen Padang

"Alhamdulillah, jembatan gantung Baringin sudah bisa kami manfaatkan. Sekarang akses kami ke Koto Lalang, termasuk ke Pasar Bandar Buat yang merupakan sentral ekonomi masyarakat Lubuk Kilangan, menjadi dekat"
Jembatan gantung Baringin (ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Jembatan gantung yang menghubungkan Kelurahan Baringin dengan Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, kini mulai dilewati warga, setelah pengerjaan jembatan selebar 2 meter dengan panjang kurang lebih 50 meter itu, dituntaskan PT Semen Padang pada pertengahan Desember 2017 lalu.

"Alhamdulillah, jembatan gantung Baringin sudah bisa kami manfaatkan. Sekarang akses kami ke Koto Lalang, termasuk ke Pasar Bandar Buat yang merupakan sentral ekonomi masyarakat Lubuk Kilangan, menjadi dekat," kata Mawar, warga Kelurahan Baringin, Senin (15/1/2018) siang.

Sebelum jembatan gantung tersebut dibangun kembali, Mawar menuturkan bahwa warga yang ingin ke Bandar Buat dan Koto Lalang, terpaksa harus memutar lewat ke Simpang Patai (Padang Besi), begitu juga sebaliknya.

Namun bagi sebagian warga Baringin, khususnya siswa Sekolah Dasar yang tinggal di Pulau Jawi-jawi, mau tidak mau terpaksa harus menyeberang sungai, karena mayoritas anak-anak di Pulau Jawi-jawi bersekolah di SD Negeri 19 Baringin.

“Pulau jawi-jawi itu kan lokasinya berada di seberang Sungai Baringin. selama ini mereka lewat jembatan gantung, karena putus, makanya mereka terpaksa menyeberang. Tapi sekarang tidak lagi, karena jembatannya sudah dibangun Semen Padang," ujarnya.

Sebagai warga Pulau Jawi-jawi Kelurahan Baringin, pekerja bangunan itu menyebut bahwa dirinya berterimakasih kepada Semen Padang, karena perusahaan semen kebanggaan masyarakat Sumbar itu selalu mengerti dan paham apa yang dibutuhkan masyarakat, terutama yang tinggal di lingkungan perusahaan.

“Seperti di Baringin ini contohnya. Apapun yang dibutuhkan warga, selalu dipenuhi semen Padang. Misalnya warga ingin memperbaiki masjid dan mushalla, sehingga butuh anggaran. Diajukan proposal, Semen Padang langsung menurunkan bantuan," bebernya.

Hal yang sama juga diungkapkan tokoh masyarakat Baringin, Jaswir Koto. Menurut pria 41 tahun ... Baca halaman selanjutnya