Semen Padang Manfaatkan Momentum HPN 2018 untuk Bersilahturahmi dengan Insan Pers se-Sumatera

"Ini merupakan suatu kebahagian bagi kami di HPN 2018. Selema ini kami hanya menerima rilis, sekarang kami bisa bertatap muka dengan dewan direksinya."
(Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Mengambil momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2018 yang dipusatkan di Kota Padang, manajemen PT Semen Padang menggelar silahturahmi dengan Pemimpin Redaksi se-Sumatera yang digelar di Wisma Indarung, PT Semen Padang, Lubuk Kilangan, Kota Padang, Rabu (7/2/2018).


Dalam sulahturahmi yang dimeriahkan dengan permainan Kim bertabur hadiah menarik itu, turut hadir Deputi Bidang Usaha Energi, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah, dan Dirut PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Hendi Prio Santoso, bersama Direktur Produksi, Benny Wendry, serta anggota DPR RI, Refrizal.


Kemudian dari manajemen PT Semen Padang, dihadiri seluruh Dewan Direksi, yaitu Dirut Yosviandri, Direktur Operasional Firdaus, dan Direktur Keuangan Tri Hartono Ryanto. Sedangkan Dewan Komisaris yang hadir, yaitu Komisaris Utama Ahyanizzaman dan Komisaris Khairul Jasmi. 


Deputi Bidang Usaha Energi, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah, mengatakan, Semen Padang sudah berusia hampir mendekati 108 tahun. Dengan usia lebih dari satu abad itu, tentu Semen Padang menjadi salah satu saksi sejarah perjalanan bangsa Indonesia sejak masa penjajahan hingga masa sekarang ini. 


Tidak hanya itu. Bahkan berbagai bangunan bersejarah yang dibangun oleh semen dari Semen Padang, juga memaknai kesuksesan Semen Padang yang hingga kini menjadi perusahaan semen yang menguasai pangsa pasar semen di Pulau Sumatera. Beberapa bangunan bersejarah itu, di antaranya Tugu Monas dan Gelora Bung Karno.


"Saat‌ ini PT Semen Padang merupakan perusahaan semen tertua di Indonesia dan Asia Tenggara. Namun demikian, saya tidak mau Semen Padang mati duluan. Saya ingin Semen Padang yang merupakan kebanggaan masyarakat Sumbar, terus bertahan dan berkembang hingga ratusan tahun lagi, meski saat ini persaingan pasar semen sudah sangat ketat," katanya. 


Sekarang ini, lanjutnya, ... Baca halaman selanjutnya