#SPacetalk#2, Ajang Berdiskusi Positif untuk Generasi Millenials

"SPacetalk kedua ini menghadirkan pengelola wisata bahari-Sosiopreneur, Nyarai, Lubuk Alung, Ritno Kurniawan."
PT Semen Padang kembali mengadakan #SPacetalk#2, Sabtu, 24 Februari 2018 di V Coffe Raden Saleh, Padang. (Humas)

KLIKPOSITIF - PT Semen Padang kembali mengadakan #SPacetalk#2, Sabtu, 24 Februari 2018 di V Coffe Raden Saleh, Padang. SPacetalk kedua ini menghadirkan pengelola wisata bahari-Sosiopreneur, Nyarai, Lubuk Alung, Ritno Kurniawan.

Dalam sharingnya, Ritno mengungkapkan bahwa dalam membuka dan mengelola wisata Nyarai, tak sedikit tantangan yang dihadapinya, mulai dari penentangan oleh warga sekitar, cemoohan, dll. "Namun dengan niat yang ikhlas dan kuat, saya meyakinkan diri bahwa hal ini bisa saya lakukan. Jika niatnya baik, maka semuanya akan dimudahkan juga oleh Allah SWT," tuturnya.

Di awal ia membuka lokasi wisata ini tahun 2013, Ritno harus berjuang dalam menghadapi berbagai kondisi, terutama dari warga sekitar yang mata pencaharian utamanya adalah sebagai penebang kayu di hutan. "Mata pencaharian masyarakat disana adalah penebang kayu di hutan. Ketika kita mengutarakan niat untuk membuka lokasi wisata disana, masyarakat menentang karena takut kehilangan mata pencaharian. Namun kita dekati terus, termasuk juga tokoh-tokoh masyarakat, Niniak Mamak, dll. Selain itu, tak sedikit juga masyarakt yang tak mau memberikan tanahnya untuk kepentingan ini," jelas alumni UGM ini.

Diawal pembukaan objek wisata ini, empat bulan pertama, bagi para pengunjung diberikan gratis. Setelah itu, menggunakan biaya sumbangan masyarakat dengan memberikan Rp 100 kepada pemandu; Rp40 ribu untuk pemandu dan Rp 60 ribu untuk spanduk.

Seiring berjalannya waktu, Ritno mulai berpikir untuk terus mengembangakan Nyari, terutama soal sarana dan SDM yang menjadi pemandu. "Kelemahan kita pada masa itu yakni masalh sarana dan SDM. Pada masa itu, saya langsung memimpin bagaimana cara melayani pengunjung, bagaimana bahasa dan car menjadi pemandu yang baik. Sehingga pada saat itu mereka bisa belajar dan praktik ilmu yang didapat," jelasnya.

"Alhamdulillah saat ini, sudah 20 pemandu kita yang mendapat sertifikasi pemandu nasional dan 154 akan ... Baca halaman selanjutnya