Bagaimana Mencapai Lokasi Lembah Nyarai?

Wisatawan yang datang ke lokasi wisata Nyarai
Wisatawan yang datang ke lokasi wisata Nyarai (KLIKPOSITIF)

KLIKPOSITIF - Lokasi wisata alam Air Terjun Nyarai merupakan lokasi wisata alam yang ada di Kabupaten Padang Pariaman. Lokasi wisata yang dibuka pada April 2013 ini merupakan lokasi wisata yang masih alami dan berada di tengah Hutan Gamaran, Jorong Gamaran, Korong Salibutan, Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Kadar Oksigen yang masih bersih dan baik, membuat kita tidak terlalu lelah saat melakukan perjalanan sepanjang 5,3 km dari posko utama (keberangkatan) menuju Lembah Nyarai.

Bagi Anda peminat wisata alam bisa menemukan lokasi wisata ini dengan tracking. Medan yang menantang dan memacu adrenalin ini bisa Anda tempuh sekitar 1 jam perjalanan dari Padang dengan kendaraan umum.

baca juga: SPH Kini Jadi Salah Satu RS Rujukan Pasien yang Mampu Tampung Pasien COVID-19

Air terjun Nyarai berasal dari kondisi air terjun itu sendiri. Nyarai memiliki atri air yang kecil embuih dan memisah sehingga masyarakat setempat memberi nama dengan sebutan Nyarai. Lokasi wisata ini berada di tengah Hutan Gamaran yang masih sangat alami.

Untuk menuju lokasi ini, Anda bisa masuk lewat Simpang Balai Hilie, Pasa Lubuk Alung dengan jarak kurang lebih 8 hingga 9 Km. Setelah masuk ke simpang Balai Hilie, kemudian belok kanan dengan nama Simpang Singguling. Dari simpang Singguling, jalan terus sampai bertemu jembatan baru Koto Buruak.

baca juga: Bantu Atasi COVID-19, Semen Padang Berpartisipasi Aktif di Satgas Bencana Nasional BUMN Sumbar

Setelah di jembatan, belok ke kiri dan jalan terus hingga nantinya menemukan gapura hijau dengan merek lokasi wisata Lubuak Nyarai. Setelah masuk gapura, kurang lebih 500 meter, Anda akan menemukan posko utama menuju ke lokasi wisata Nyarai.

"Sebelum menuju lokasi Nyarai yang berjarak 5,3 Km dari posko utama, wisatawan diwajibkan melakukan registrasi dan mendaftar. Setelah mendaftar, maka akan dilakukan briefing yang didampingi oleh pemandu. Dalam hal ini, ada empat aturan yang harus dipatuhi oleh pengunjung, yakni tidak boleh main di bawah area air terjun karena ada palung dan itu berbahaya. Dilarang mencoret batu. Dilarang berbuat maksiat, dan dilarang membuang sampah sembarangan," kata pengelola Nyarai, Ritno Kurniawan.

baca juga: Komunitas Motor, Sepeda dan Foto Asal PT Semen Padang Gelar Gowes Bareng Lewati Tiga Danau di Solok

Dalam melakukan perjalanan ke lokasi wisata, kesehatan dan kemampuan fisik menjadi faktor utama dalam menentukan perjalanan ini berhasil atau tidak nantinya. Medan jalan yang menantang dan memerlukan jalan kaki selama 2 hingga 3 jam cukup menaikkan adrenalin dan memicu semangat.

Memasuki hutan, melewati jalan berliku, melewati sungai, melewati jembatan kayu, melewati pohon yang tumbang di jalan akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Anda.

baca juga: PT Semen Padang Targetkan Rp 1 Triliun Tahun 2019

Minuman menjadi hal utama yang harus Anda siapkan selama perjalanan jika tak mau kehausan selama perjalanan. Tempat makan yang tersedia sebanyak tiga buah titik selama perjalanan memang menyediakan berbagai jenis minuman dan makanan, namun jika banyak pengunjung terutama pas hari libur, Anda tidak akan membeli minuman di tiga titik itu karena sudah diborong oleh pengunjung lainnya.

Selama perjalanan ke lokasi Nyarai, Anda tidak merasa bosan karena banyak titik-titik tertentu yang akan Anda temui sebelum sampai di lokasi Nyarai, yang bisa dijadikan sebagai lokasi berfoto atau sekedar mengambil vidio pendek perjalanan.

"Ada titik spot untuk berfoto dan menginfokan sedang dimana kita berada. Ada enam titik dengan pemberian nama sesuai dengan nama Lubuak yang diberi oleh warga setempat, yaitu Lubuak Galang, Lubuak Mungun, Lubuak Batu Tuduang, Lubuak Sikek Rimau, Lubuak Pasangkuan, dan Lubuak Kasai," jelas Ritno.

Satu kilometer jelang sampai ke Lubuak Nyarai, Anda akan menyebrangi sungai. Jika debit air kecil, maka saat menyeberang, air hanya sampai lutut, namun jika debit air besar, maka pemandu akan mengarahkan peserta ke jembatan penyebrangan.

Sekitar 500 meter menjelang Lubuak Nyarai, Anda akan melewati sebuah kuburan pejuang PRRI. Kuburan itu merupakan kuburan panjang, yang terdiri dari dua orang pejuang. Satunya bernama Ibrahim dari Padang, dan satu lagi tidak diketahui namanya.

Sesampainya di Nyarai, Anda akan disajikan pemandangan yang luar biasa keren dengan warna air jernih kehijauan. Di lokasi wisata Nyarai, Anda tidak hanya disuguhkan dengan pemandangan Nyarai yang indah, namun juga bisa menikmati dan melepaskan penat dengan mandi di Lubuak Nyarai. Jika Anda ingin menguji ketangkasan dalam menangkap ikan, Anda bisa menggunakan pistol tembak untuk menangkap ikan.

"Jenis ikan yang ada di Nyarai, yakni Ikan Gariang (Mashir). Ikan jenis ini juga banyak di daerah Kalimantan, dimana ikan ini juga mahal karena bewarna putih dan keemasan. Ikan Kulari dengan ciri-ciri memiliki komedo di hidung dan juga banyak tulang, namun akan lebih enak dimakan jika di goreng. Kemudian ada Ikan Mungkuih dan Ikan Panjang," terang Ritno.

Air terjun Nyarai memiliki tinggi kurang lebih 8 meter, jika musim panas seperti saat sekarang ini, guyuran airnya tidak terlalu deras. Air terjun ini memiliki kolam renang alami yang besar yang dibendung oleh dua batu besar sehingga membuat Anda bisa berenang sepuasnya.

Selain itu, bagi Anda yang ingin membawa bekal dari posko utama juga bisa. Pemandu tidak akan segan-segan membantu Anda dalam membawa barang bawaaan Anda, misalnya Anda ingin membakar ikan, maka akan bisa merasakan sensasi menyatu dengan alam sambil membakar ikan di pinggir aliran Nyarai.

Untuk paket wisata yang ditawarkan di lokasi ini, ada empat wisata unggulan, yakni Tracking dengan biaya Rp 10 ribu per orang, Camping Rp 40 ribu per orang, Bird Watching Rp 100 ribu per orang, dan menambak ikan Rp 50 ribu per orang. Untuk Tracking, satu kelompok minimal 5 s/d orang dengan 1 pemandu. "Jika fisiknya terlihat agak kurang bagus, maka pemandu akan diperbanyak dalam kelompok itu," ucap Ritno.

Ia berharap lokasi wisata ini terus berkembang dan maju dengan tetap menjaga kelestarian hutan dan lingkungan. Ada kader yang bisa melanjutkan pengembangan lokasi wisata ini sehingga bermanfaat kepada masyarakat secara ekonomi dan sosial.(*)

Penulis: Fitria Marlina