Cara PT Semen Padang Bantu Mitra Binaan, Tidak Hanya Sekedar Berikan Pinjaman Modal

Direktur Keuangan PT Semen Padang Tri Hartono Rianto bersama peserta pembekalan UMK di Wisma Indarung usai pelatihan, Selasa (10/4)
Direktur Keuangan PT Semen Padang Tri Hartono Rianto bersama peserta pembekalan UMK di Wisma Indarung usai pelatihan, Selasa (10/4) (ist)

PADANG , KLIKPOSITIF -- PT Semen Padang melalui Biro Corporate Social Responsibility ( CSR ) terus berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui program empat pilar, yakni Semen Padang Campin Nagari, Semen Padang Pandai Nagari, Semen Padang Peduli Nagari dan Semen Padang Elok Nagari.

Dalam kaitannya untuk pengembangan ekonomi masyarakat kepada Usaha Kecil Menengah (UKM) PT Semen Padang melalui program Semen Padang Paduli Nagari, yakni memberikan bantuan dana bergulir selanjutnya pembekalan, monitoring, pendapingan, dan pembinaan pada tahun 2018 juga mulai dikucurkan pada 112 mitra binaan dibawah pengawasan Biro CSR perusahaan semen tertua di Asia Tenggara ini.

Total bantuan yang disiapkan pada tahun 2018 untuk program ini juga terbilang besar, yakni mencapai Rp9,2 miliar. Angaran tersebut dipergunakan untuk modal usaha mitra binaan, serta hibah kepada mitra binaan salah satunya berupa pelatihan.

Baca Juga

Wujud dari hibah terhadap mitra binaan dengan jumlah Rp1 milyar ini, dimulai PT Semen Padang dengan memberikan pelatihan tahap 1 selama dua hari kepada 77 UKM mitra binaan dan 23 perwakilan Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di provinsi sumatera Barat.

Kepala Biro CSR Semen Padang Muhammad Ikrar, Selasa (10 Maret 2018) mengatakan pelatihan yang berlansung 9 sampai 10 April 2018 di Wisma Indarung ini dilakukan untuk kepentingan mitra binaan dalam mengembangkan usaha mereka.

"Kita menyadari untuk membantu usaha masyarakat tidak hanya bisa berfokus pada bantuan modal yang selama ini banyak dilakukan pihak lain. PT Semen Padang dalam hal ini mengambil peran terhadap mitra binaan tidak hanya memberikan bantuan berupa modal usaha, tapi kita juga memberikan pelatihan agar penerima bantuan dapat mengembangkan usaha mereka dengan baik, sesuai dengan bidang usaha yang mereka jalankan masing-masing," kata Ikrar.

Ikrar menambahkan, kami mengetahui bahfa untuk mengembangkan usaha tidak melulu persoalan modal, namun juga harus ada ilmunya dan ini menjadi fokus dalam pelatihan yang kami berikan.

"Semen Padang berfikir bagaimana agar setiap pelaku usaha kecil dan menengah ini bisa cepat mandiri, jadi harus ada bekal untuk mengurangi resiko.

PT Semen Padang dalam hal kemitraan tersebut, juga menekankan agar pelaku usaha yang menjadi mitra binaan mereka dapat menjadi pengusaha besar yang nantinya juga akan berpengaruh terhadap kemajuan dan perekonomian masyarakat didaerah ini.

Agar mitra binaan yang mendapatkan pelatihan dapat mandiri dan memanfaatkan bantuan modal yang telah dikucurkan dengan semaksimalmungkin, PT Semen Padang mengundang Motivator & Trainer In Indonesia Master Marketing Restoration & Finance, Dedi Vitra Johor untuk memberikan materi pembinaan tersebut.

Dalam paparannya Dedi menyampaikan selama ini yang paling menjadi kendala dalam mengembangkan usaha oleh UKM adalah terkait mindset atau cara berpikir mereka.

"Ini yang perlu diubah dalam mengembangkan usaha, seberapa baguspun ide tidak akan berjalan jika mainsetnya tidak diubah kearah yang positif. Hampir diseluruh provinsi yang saya datangi hal ini merupakan kendala pertama yang dihadapi pelaku usaha agara mereka menjadi maju," kata Dedi.

Dedi menambahkan, sebab itu dalam dua hari ini saya memberikan motivasi dan juga memberikan kiat-kiat bagaimana para pelaku usaha yang hadir ini untuk dapat sukses dan mengembangkan usahanya kedepan.

Selain itu dalam pelatihan dua hari tersebut, pelaku usaha juga diajarkan bagaimana mengembangkan produk dengan mengutamakan kualitas sesuai dengan permintaan konsumen, merancang pembukuan yang baik seperti uang masuk dan uang keluar atau akuntansi, hingga distribusi produk yang baik sehingga setiap usaha yang dijalankan dapat terus bertahan.

Pelaku Usaha Akui Perlunya Pelatihan

Terkait pelatihan tersebut, pelaku usaha yang hadir dalam pelatihan tersebut mengakui, banyak ilmu yang mereka dapat selama dua hari berada di Wisma Indarung, PT Semen Padang .

Seperti yang diutarakan Wati, ibu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan Lubuk Kilangan, dengan usaha rumahan pembuatan seprai, bed cover, dan gorden.

"Saya baru kali ini mendapatkan pelatihan seperti ini, dan banyak manfaat yang saya dapatkan, terutama dalam segi bagaimana cara menghasilkan produksi yang benar-benar diharapkan oleh konsumen, serta pengaturan keuangan," kata Wati usai kegiatan.

Ia menambahkan, beruntung rasanya selain mendapat pinjaman modal, sebagai mitra binaan Semen Padang juga ada pelatihan untuk mengembangkan usaha seperti ini, sehingga apa yang kurang selama ini dalam usaha yang saya jalani dapat diperbaiki.

Hal senada disampaikan penerima bantuan yang berasal dari Dharmasraya, Zainal Abidin.

Zainal Abidin yang bergerak dibidang pengelolaan sampah, dan telah masuk tahun kedua menjadi mitra binaan PT Semen Padang , saat ini mempunyai 15 orang pekerja.

Ia mengakui pelatihan yang diberikan dapat membantu dari sisi mengatur dan menjalankan usaha yang telah dirintisnya sejak enam tahun terakhir.

"Usaha yang saya jalani berbeda dengan UKM lainnya, dan saat ini omset saya satu bulan telah mencapai lebih kurang 80 juta. berkat bantuan PT Semen Padang , dan dengan pelatihan ini saya merasakan manfaatnya terutama bagaimana mengembangkan usaha dan juga mengatur keuangan yang benar," jelas Zainal.

Direktur Keuangan Tutup Pelatihan

Setalah dua hati pelatihan pada Selasa (10/4) Direktur Keuangan PT Semen Padang Tri Hartono Rianto, resmi menutup pelatihan tersebut.

Penutupan pelatihan itu juga dihadiri oleh Kepala Biro CSR Semen Padang Muhammad Ikrar, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Sumbar Heri Nofriadi, dan kepala Kopeeasi UMKM Sumbar Zilma Yusri.

Direktur Keuangan PT Semen Padang Tri Hartono Rianto, yang menutup pelatihan tersebut berpesan kepada pelaku usaha agar ilmu yang mereka dapat dalam pelatihan tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan usaha masing-masing.

Tri menegaskan, program kemitraan ini dana bergulir tidak ada penambahan. Dipinjamkan kemitra binaan dikembalikan dan disalurkan pada mitra binaanlain.

"Saya berharap kedepannya ada pro aktif dari pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya. Ibu-ibu dan bapak-bapak yang ada disini adalah mitra binaan kami. Artinya ibu-ibu sudah mulai bisa mandiri dalam segi usaha, sebab itu kedepannya juga diharapkan dari yang ada diruangan ini nantinya juga bisa ditularkan pada calon mitra binaan lain," kata Tri.

Tri mengingatkan, dalam menjalankan usaha ada tiga hal penting yang harus diperhatikan yakni faktor produksi, keuangan, dan penjualan atau pemasara.

"Semen Padang berkomitmen membantu hal tersebut terhadap mitra binaan sebab itu pelaku usaha harus fokus dibidang masing-masing. Satu saat produknya bisa juga masuk Galeri Balanjo jika kualitas produknya sudah standar dan bisa diterima konsumen," jelasnya.

Setelah bisa menjaga kualitas produk, mitra binaan menurutnya bisa melangkah lebih jauh untuk menjadi pengusaha sukses, tidak lagi bergantung pada bantuan PT Semen Padang .

"Mitra binaan jika telah besar bisa menjadi mitra binaan dari pihak perbankan dengan bantuan yang jauh lebih besar untuk mengembangkan usaha, Syaratnya tentu dari segi produk, keuangan, dan pemasaran telah tertata dengan baik," tegasnya. (*)

Baca Juga

Penulis: Eko Fajri