Semen Padang Penuhi Kuota Mudik Gratis BUMN Hadir Untuk Negeri, Pemprov Sumbar Minta Program Mudik Dikembangkan

" Dari data terakhir jumlahnya 1056 penumpang"
Kapal KM Sabuk Nusantara 37 (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Program Mudik Gratis BUMN Hadir Untuk Negeri rute perjalanan Padang-Mentawai yang ditaja PT Semen Padang dan PT PELNI, disambut antusias masyarakat Kota Padang maupun Kepulauan Mentawai, dan itu dibuktikan dengan jumlah penumpang yang melebihi kuota yang disediakan.

"Kuota mudik gratis yang kami sediakan itu 1000 penumpang, alhamdulillah ternyata berlebih. Dari data terakhir jumlahnya 1056 penumpang," kata Penanggung Jawab Mudik Gratis BUMN Hadir Untuk Negeri, Delfi Adri, pekan lalu.

Seribu lebih penumpang itu, lanjutnya, diangkut dengan Kapal KM Sabuk Nusantara 37 dengan empat kloter yang dilaksanakan selama dua pekan. Pada kloter pertama yang dilaksanakan mulai 1-4 Juni, jumlah penumpang kurang dari 100 orang.

Kemudian kloter kedua yang dimulai 4-7 Juni, jumlah penumpang meningkat hampir 200 orang. Sedangkan kloter ketiga dan keempat, masyarakat dari Mentawai ataupun Padang semakin antusias. Bahkan untuk kloter ketiga yang dimulai pada 9-11 Juni, kapal pun dipenuhi ratusan penumpang.

"Kapasitas penumpang kapal sekitar 400, dan kapasitas tersebut terisi penuh pada kloter ketiga itu, karena jadwal tersebut merupakan puncak arus mudik lebaran," ujarnya.

Kepala KSOP Pelabuhan Teluk Bayur Padang, Nazarwin mengatakan, terobosan yang dilakukan PT Semen Padang dan PT PELNI dalam rangka mudik gratis ini, patut diapresiasi dan ia pun berharap, mudik gratis bersama BUMN ini bisa dikembangkan lagi untuk tahun depan.

"Kalau bisa mudik gratis ini tak hanya dari Teluk Bayur Padang ke Mentawai, tapi juga ke Pulau Nias," ungkapnya saat melepas keberangkata Kapal KM Sabuk Nusantara 37 di Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Teluk Bayur Padang, Sabtu (9/6/2018)

Nazarwin juga mengingatkan agar seluruh penumpang, mengedepankan keselamatan selama berlayar dari teluk Bayur hingga sampai ke tempat tujuan. "Faktor keselamatan harus diutamakan. Lebih baik tidak berangkat dari pada tidak sampai," ... Baca halaman selanjutnya