Masa Lalu Lebih Berat, Semen Padang Nyaris Jadi Besi Tua

"Niat tulus Azwar Anas mengabdi di kampung halamannya itu tidak sia-sia. Ketika memulai tugasnya di PN Semen Padang, ia tidak mendahulukan pembenahan pabrik."

PADANG, KLIKPOSITIF - Tanggal 5 Juli 2018 bertepatan dengan 60 tahun pengambilalihan PT Semen Padang dari tangan pemerintah Belanda. Pada 18 Maret 1958 Semen Padang yang dulu bernama NV Padang Portland Cement Maatschappij (PPCM), secara resmi diserahkan kepada bangsa Indonesia.

Penyerahan itu sebagai amanat Undang Undang No.86 Tahun 1958 tentang Nasionalisasi. Penyerahan PPCM dilakukan oleh Hooffadministrateur PPCM Ir.Van der Land kepada J Sadiman yang bertindak atas nama Direktur Badan Penyelenggara Perusahaan Industri Dasar dan Tambang) Kementerian Perindustrian Dasar dan Tambang.

Pemerhati sejarah Sumbar yang kini menjabat Komisaris PT Semen Padang Khairul Jasmi, mengakui bahwa Semen Padang menghapi tantangan yang tidak ringan hingga 10 tahun mendatang.

Namun wartawan senior itu menekankan, sebenarnya tantangan yang sudah dilewati Semen Padang jauh lebih berat. Misalnya, saat perusahaan ini nyaris dilego menjadi besi tua ke Perusahaan Prancis, Ciccofrance tahun 1968.

Ceritanya, pada awal tahun 1968, ketika Semen Padang dipimpin Direktur Utama, Ir.K.A.Mat Tjik, berhembus kabar bahwa perusahaan kebanggaan orang Minang ini akan dijual menjadi besi tua ke perusahaan asing.

K.A.Mat Tjik pada saat itu mengatakan bahwa pemerintah sudah membuat draf kerjasama dengan perusahaan dari Prancis yang akan membeli 50 persen saham PN Semen Padang.

Setelah itu, pabrik ini tentu akan dikendalikan orang asing atau akan dilego saja sebagai besi tua. Ketika informasi itu dilontarkan, maka goncanglah pabrik tua itu.

Alasan untuk menjualan Semen Padang pada saat itu karena besi-besi tua tersebut tidak produktif lagi. Hanya membuang-buang masa. Karena itu, lebih baik dilego saja menjadi uang.

Informasi itu akhirnya sampai ke telinga Gubernur Harun Zain. Beliau mamburansang (marah besar). Alasannya, beliau mau pulang ke Sumbar adalah untuk membangun kampung halaman.

Tanah kelahirannya sudah porak ... Baca halaman selanjutnya