Bermodal Keikhlasan dan Ketekunan dalam Bekerja, Pria Ini Tak Menyangka Naik Haji Gratis

"Saya awalnya tidak menyangka akan berangkat ke tanah suci naik haji secara gratis. Ini berawal pada tahun 2011"
Eddy S (58) suami dari Yusmaniar (56), pensiunan karyawan BUMN di Kota Padang (KLIKPOSITIF/ Eko Fajri)

PADANG, KLIKPOSITIF -- 'Labbaika allahumma labbaik, Laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan-ni'mata laka wal mulk, laa syariikalak." lantunkan talbiyah ini selalu mengema di telinga umat Islam yang rindu untuk dapat menginjakan kaki di tanah suci, melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah.

Tidak peduli latar belakang, kemampuan ekonomi, ataupun gender yang dimiliki, semua umat Islam berharap untuk dapat melaksanakan rukun Islam yang kelima ini. Demikian juga yang dirasakan Eddy S (58) suami dari Yusmaniar (56), pensiunan karyawan BUMN di Kota Padang.

BACA JUGA: Zohri, Pemuda Tercepat Dunia dari Indonesia

Bapak empat orang anak yang tinggal di Perumnas III Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang ini pada musim haji 1439 Hijriah telah mendapatkan nomor kursi untuk penerbangan ke tanah suci Makkah. Terdaftar di embarkasi Padang, Eddy direncanakan berangkat pada 18 Juli 2018, yang tergabung dalam kloter dua embarkasi Padang.

Pada Klikpositif.com, Eddy menceritakan bagaimana ia akhirnya berangkat dengan gratis ke tanah suci.

"Saya awalnya tidak menyangka akan berangkat ke tanah suci naik haji secara gratis. Ini berawal pada tahun 2011. Saat itu saya coba mendaftar untuk naik haji dengan uang tabungan yang ada," kata Eddy.

BACA JUGA: Kisah Ardinal, Guru 8 Murid di Sekolah Terpencil di Agam

Eddy melanjutkan, dengan bermodal uang tabungan Rp25 juta tersebut ia kemudian mendaftar untuk keberangkatan haji, berkas pendaftaran tersebut kemudian disimpannya hampir satu tahun, hingga kabar gembira keberangkatan haji gratis dirinya ... Baca halaman selanjutnya