Lestarikan Ikan Bilih, Semen Padang Teken Kerjasama dengan UBH

"Ikan bilih jenis mictacoleucus padangensis ini di dunia hanya satu, yaitu di Danau Singakarak. Ada yang menyerupai, tapi itu bukan bilih"
MoU antara Semen Padang dengan LPPM UBH, Rabu pagi.

Deni menyebut kerjasama dengan LPPM UBH itu dilakukan, karena Semen Padang sebagai perusahaan semen yang terus menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, ingin menyelamatkan kepunahan ikan bilih yang merupakan ikan endemik di Danau Singkarak. 

"Ikan bilih jenis mictacoleucus padangensis ini di dunia hanya satu, yaitu di Danau Singakarak. Ada yang menyerupai, tapi itu bukan bilih. Sekarang populasinya terancam punah, dan Semen Padang merasa terpanggil untuk menyelamatkan ikan biih agar tidak punah," ujarnya.

Sebelum MoU ini dilakukan, Deni pun menyebut empat bulan lalu, Semen Padang bersama Fakultas Perikanan Universitas Bung Hatta yang diwakili oleh Hafrijal Syandri sebagai guru besar 'ikan bilih' di fakultas tersebut, sudah menganalisa ekosistem yang ada di Semen Padang.

Analisa itu dilakukan mulai dari pemeriksaan kadar air, ketinggian Taman Kehati Semen Padang dari permukaan laut, serta menebar 400 ekor ikan bilih. Dari analisa itu, diketahui bahwa alam Semen Padang tidak jauh berbeda dengan Singkarak.

"Bahkan dari 400 ekor ikan bilih yang disebar di sungai kawasan Kehati, ternyata sekitar 70 persen masih hidup. Sedangkan sisanya, mati karena dipengaruhui akibat resiko adaptasi," bebernya.

Melalui MoU ini, Deni pun mengatakan bahwa kini Taman Kehati Semen Padang tinggal menunggu waktu kapan ikan bilih itu mulai bertelur dan menetas. Kalau proses pengembangbiakan itu terjadi, maka Taman Kehati sendiri untuk selanjutnya, akan menyebarkan ikan bilih tersebut ke daerah yang punya kesamaan topografi dengan Semen Padang.

"Jika itu terjadi, maka ke depan ikan bilih tidak hanya ada di Singkarak, tapi juga ada di daerah lainnya. Itu target kita. Untuk saat ini, kami dengan LPPM ... Baca halaman selanjutnya