Lestarikan Ikan Bilih, Semen Padang Teken Kerjasama dengan UBH

"Ikan bilih jenis mictacoleucus padangensis ini di dunia hanya satu, yaitu di Danau Singakarak. Ada yang menyerupai, tapi itu bukan bilih"
ditangkap menggunakan jaring, mulai dari jaring ukuran besar, hingga kecil. Kemudian kini ada metode penangkapan memakai bagan. Metode inilah yang membuat ikan bilih terancam kepunahan," ujarnya.

Bahkan melalui metode penangkapan menggunakan bagan itu, sambungnya, sebanyak 52 persen dari ikan bilih yang tertangkap merupakan ikan bilih yang masih kecil-kecil dan tidak ada nilai ekonomisnya.

"Oleh sebab itu, saya berharap Pemerintah Daerah mengeluarkan regulasi yang mengatur agar populasi ikan bilih dapat diselamatkan dari ancaman kepunahan," imbuh Hafrijal. 

Sementara itu, Ketua LPPM Universitas Bung Hatta Abdullah Munzir, menyebut bahwa kerjasama dengan Semen Padang, khusunya dengan Taman Kehati, sangat penting bagi pihaknya, karena ikan bilih ini merupakan spesies endemik.

Oleh sebab itu, ia berharap agar ikan bilih di kawasan Taman Kehati ini bisa berkembang dengan baik, sehingga ke depan juga bisa dikembangkan di tempat lain. "Saya sangat mengapresiasi Semen Padang, karena turut peduli terhadap kelangsungan ikan bilih yang terancam kepunahan," katanya.(*)