Semen Padang Raih Penghargaan Industri Hijau Level Tertinggi

Kepala Departemen Perencanaan dan Pengendalian Produksi Juke Ismara mewakili manajemen Semen Padang terima penghargaan
Kepala Departemen Perencanaan dan Pengendalian Produksi Juke Ismara mewakili manajemen Semen Padang terima penghargaan (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- PT Semen Padang meraih penghargaan Industri Hijau tertinggi, yakni level 5 dari Kementerian Perindustrian. Penghargaan itu merupakan wujud apresiasi pemerintah atas komitmen perusahaan dalam proses produksinya menerapkan upaya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.

Penghargaan Industri Hijau itu diserahkan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau dan Penyerahan Sertifikat Industri Hijau Tahun 2018 di Jakarta, Rabu (12/12).

baca juga: Pemerintah Siap Operasikan Tol untuk Dukung Perbaikan Ekonomi

Pada kesempatan itu manajemen Semen Padang diwakili Kepala Departemen Perencanaan dan Pengendalian Produksi Juke Ismara.

"Alhamdulillah, ini prestasi yang luar dan merupakan pengakuan atas keberhasilan Semen Padang dalam mengelola perusahaan yang berwawasan lingkungan sesuai visi perusahaan," kata Direktur Utama PT Semen Padang Yosviandri.

baca juga: Ini Riwayat Kontak dan Perjalanan Pelaut Positif COVID-19 di Agam

Pada tahun 2018 tercatat sebanyak 143 penghargaan Industri Hijau dari yang mendaftar sebanyak 153 perusahaan. Sejak 2010, tercatat sebanyak 877 perusahaan yang secara sukarela mengikuti penghargaan industri hijau. Dari total tersebut, yang telah lolos mendapatkan predikat sebagai industri hijau sebesar 85 persen atau sebanyak 740 perusahaan.

Industri Hijau adalah Industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan Industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

baca juga: Mulyanto Minta Konfirmasi Dugaan Adanya Kartel Harga BBM

Kriteria penilaian untuk industri besar meliputi proses produksi; program efisiensi produksi, material input, energi, air, teknologi proses, sumber daya manusia, dan lingkungan kerja di ruang proses produksi. Selanjutnya, kinerja Pengelolaan Limbah/Emisi, meliputi program penurunan emisi GRK, pemenuhan baku mutu lingkungan, dan sarana pengelolaan limbah/emisi. Kemudian, Manajemen Perusahaan, meliputi
standar operasional, Corporate Social Responsibility (CSR), penghargaan, dan kesehatan karyawan.

Menperin Airlangga Hartarto pada acara penganugerahan mengatakan, Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus mendorong sektor industri manufaktur di Indonesia agar semakin meningkatkan kegiatan yang terkait dengan circular economy. Hal ini mampu mendukung implementasi standar keberlanjutan sesuai program prioritas di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

baca juga: Kemendikbud Disarankan Buka Sekolah Secara Bertahap

“Pada era industri 4.0, penerapan industri hijau bisa menjadi bagian dari program digitalisasi ekonomi. Pasalnya, dapat meningkatkan efisiensi produksinya dan menghasilkan produk yang berdaya saing di pasar global,” katanya.

Menperin berharap, perusahaan-perusahaan yang menyandang industri hijau mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional . “Saat ini, sektor manufaktur memberikan kontribusi sebesar 20 persen terhadap produk domestik bruto dan menyumbang 30 persen dari pajak,” tuturnya. (*)

Penulis: Eko Fajri