Pupuk Kaltim Belajar Pengelolaan Zakat ke UPZ Baznas Semen Padang, Ini Alasannya!

Pengurus UPZ Baznas Semen Padang foto bersama dengan pengurus UPZ Baznas Pupuk Kaltim di RumahbKnowledge Management Semen Padang disela-sela kegiatan study banding UPZ Baznas Pupuk Kaltim
Pengurus UPZ Baznas Semen Padang foto bersama dengan pengurus UPZ Baznas Pupuk Kaltim di RumahbKnowledge Management Semen Padang disela-sela kegiatan study banding UPZ Baznas Pupuk Kaltim (Riki S)

PADANG, KLIKPOSITIF Unit Pengumpul Zakat Badan Amil Zakat Nasional ( UPZ - Baznas ) Semen Padang terus menjadi rujukan bagi lembaga pengumpul zakat yang berasal dari perusahaan-perusahaan besar di Indonesia untuk belajar tata cara pengumpul dan penyaluran zakat kepada para mustahiq. 

Buktinya, setelah pekan lalu Bamuis BNI, UPZ Baznas Angkasa Pura I dan UPZ Baznas Angkasa Pura II, serta Jamkrindo yang belajar ke UPZ Baznas Semen Padang , kali ini giliran UPZ Baznas Pupuk Kaltim yang berkunjung ke  UPZ Baznas Semen Padang .

baca juga: Semen Padang Sosialisasikan Protokol The New Normal pada Pemangku Kepentingan

Ketua UPZ Baznas Pupuk Kaltim, Nur Sahid menuturkan bahwa pihaknya sengaja datang ke UPZ Baznas Semen Padang  untuk belajar tata cara pengumpulan dan penyaluran zakat karyawan kepada para mustahiq. Dan ke datangannya ke UPZ Baznas Semen Padang ini, juga merupakan rekomendasi dari Baznas Pusat.

Menurut Baznas Pusat, kata Nur Sahid, UPZ Baznas Semen Padang merupakan lembaga zakat terbaik dari lembaga zakat lainnya yang berasal dari banyak perusahaan di Indonesia, dan itu dibuktikan dengan adanya prestasi yang diraih UPZ Baznas Semen Padang . Salah satunya, meraih Baznas Award pada 2017 dengan predicate UPZ Terbaik di Indonesia.

baca juga: SSB Semen Padang Serahkan Bansos Dampak Covid 19 dari APSSI

"Kami ingin belajar dari yang terbaik, dan UPZ Baznas Semen Padang ini merupakan terbaik dari yang baik, dan kami berharap kunjungan kami ke sini ini bisa membuat UPZ Baznas Pupuk Kaltim ke depannya lebih efektif dan memberikan hasil yang maksimal," katanya saat ditemui di Rumah Knowledge Management PT Semen Padang , Kamis, 21 Februari 2019. 

UPZ Baznas Pupuk Kaltim sendiri, lanjutnya, baru berusia dua bulan sejak didirikan pada Desember 2018 lalu. Hingga kini, kata dia, pihaknya masih terus menyusun berbagai program yang akan dijalankan. Ia pun menargetkan dalam waktu dekat ini, seluruh zakat karyawan sudah sepenuhnya dikelola oleh UPZ Baznas Pupuk Kaltim.

baca juga: Terkait COVID-19, Semen Padang Tiadakan Salat Idul Fitri di Plaza Kantor Pusatnya

"Saat ini masih ada pihak yang mengelola, namanya LAZ. Dalam waktu dekat ini, semuanya akan dikelola oleh UPZ   Baznas Pupuk Kaltim. Kalau bisa, setelah April nanti sudah bisa beroperasional, karena pada 25 Maret mendatang, kami akan melakukan kajian terkait program-program di UPZ Baznas Pupuk kaltim," ujarnya. 

GM Umum PT Pupuk Kaltim ini juga menurutkan bahwa dalam study banding ke UPZ Baznas Semen Padang ini, pihaknya juga telah mendengar paparan dari pengurus UPZ Baznas Semen Padang , terkait berbagai program-program yang ada pada UPZ perusahaan Semen di Sumatera Barat ini.

baca juga: Jelang Lebaran, Ribuan Anak Yatim dan Piatu di Pessel Dapat Santunan dari Baznas

Menurutnya, semua program yang dipaparkan oleh pihak UPZ Baznas Semen Padang sangat bagus, namun menariknya dan perlu dicontoh oleh UPZ Baznas Pupuk Kaltim nantinya, yaitu adanya sinergi antara CSR perusahaan dengan  UPZ Baznas Semen Padang dalam berbagai program.

Bahkan sinergi antara kedua pihak itu diterima karyawan, karena selain adanya transparansi soal anggaran, sinergi tersebut juga tidak berbenturan dengan kepentingan karyawan PT Semen Padang yang merupakan para muzakki di UPZ Baznas Semen Padang

"Hampir semua program yang ada di UPZ Baznas Semen Padang disinergikan. Menurut kami ini menarik, dan kami juga ingin menerapkan apa yang dilakukan UPZ Baznas Semen Padang ini di tempat kami," bebernya. 

Ketua UPZ Baznas Semen Padang , Oktoweri mengatakan bahwa sinergi dengan CSR perusahaan dilakukan, karena UPZ   Baznas Semen Padang sendiri punya Misi, yaitu "memberdayakan, mengembangkan potensi dan meningkatkan taraf hidup penerima manfaat, serta mengurangi angka kemiskinan". 

"Jadi agar Misi itu terwujud, makanya kami selalu bersinergi dengan CSR perusahaan. Namun, sinergi itu harus memenuhi ketentuan delapan golongan asnaf, yaitu fakir, miskin, riqab atau budak, Gharim atau orang yang memiliki banyak hutang, mualaf, fisabilillah, ibnu sabil atau musyafir dan para pelajar perantauan, dan amil zakat," kata Oktoweri

Salah satu contoh sinergi antara UPZ Baznas Semen Padang dengan CSR perusahaan, terang Oktoweri, yaitu program peduli ekonomi. Pada program ini, para mustahiq yang ingin membuka usaha diberikan bantuan modal, dan pembinaan serta pendampingan agar usahanya berkembang. 

Setelah usaha yang dirintis mulai berkembang, barulah UPZ Baznas Semen Padang merekomendasikannya ke CSR perusahaan agar mustahiq tersebut dijadikan mitra binaan oleh CSR melalui program kemitraan, sehingga mereka bisa meningkatkan usahanya untuk bisa lebih maju lagi. 

"Dengan menjadi mitra binaan CSR, otomatis mereka yang sebelumnya seorang mustahiq, maka ke depan bisa menjadi muzakki. Artinya, pengurangan angka kemiskinan yang menjadi salah satu Misi UPZ Baznas Semen Padang terwujud," pungkas Oktoweri.(*)

Penulis: Riki S