Dibantu TRC Semen Padang, Rahmadina Zaid Berhasil Wujudkan Mimpi Jadi PNS

"Kalau tidak ada relawan TRC Semen Padang yang menolong saya ketika itu, mungkin saya tidak bisa jadi PNS. Untuk itu, saya berterimakasih kepada keluarga besar TRC Semen Padang, semoga perbuatan baik ini menjadi ladang amal "
Rahmadina Zaid (tengah) bersama dengan kedua orangtuannya (Riki S/Klikpositif)
macet". Mendengar suara itu, Dina turun dari travel yang ditumpanginya, dan ia pun melihat ada rombongan calon jamaah Umrah yang juga terjebak macet di Jalan Padang-Solok. 

Rombongan tersebut, kata Dina, memilih untuk jalan kaki menuju Padang. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Dina pun juga ikut jalan kaki bersama rombongan calon jamaah Umrah tersebut, meskipun di sepanjang perjalanan, ia pun kedinginan karena hujan yang terus mengguyur kawasan Sitinjau Lauik.

Setiba di lokasi longsor, jarum jam menunjukkan pukul 02.00 WIB dinihari, dan Dina pun bertambah panik, karena ada informasi yang beredar di lokasi longsor, bahwa ada pergerakan tanah, sehingga tidak perbolehkan ada warga yang lewat. "Saya bertambah panik dan menangis, karena saya takut tidak bisa ujian," tuturnya.

Dina pun menyebut bahwa saat dirinya menangis datang salah seorang relawan TRC Semen Padang yang belakangan diketahuinya bernama Syafrizal. Kepada relawan kebencanaan dari perusahaan semen plat merah di Kota Padang itu, Dina langsung minta tolong untuk dikeluarkan dari lokasi longsor tersebut, karena harus mengikuti ujian CPNS. 

"Pak Syafrizal itu kemudian mencarikan bantuan untuk saya. Tak sampai satu menit lamanya menunggu, datanglah anggota TRC Semen Padang lainya bernama Febrian Ramadhan. Relawan yang disapa dengan panggilan Rian itu langsung membantu saya dan para calon jamaah umrah untuk menyeberangi tumpukan material longsor berupa tanah dan kayu yang menimbun badan jalan," bebernya. 

Tak hanya itu, Rian pun, sebut Dina, juga membantu dirinya untuk bisa keluar dari kemacetan panjang dari arah Padang menuju Solok. "Macetnya ini kan sudah belawanan, satu dari arah Solok dan satulagi dari arah Padang. Macet dari Padang dimulai dari Simpang SPN Padang Besi hingga ke Sitinjau Lauik," ujar alumni MAN 1 Sijunjung itu.

Menggunakan sepeda motor yang dikendari Rian, wanita kelahiran Lubuk Tarok, 25 Februari 1995 itu akhirnya bisa keluar ... Baca halaman selanjutnya