Dibantu TRC Semen Padang, Rahmadina Zaid Berhasil Wujudkan Mimpi Jadi PNS

"Kalau tidak ada relawan TRC Semen Padang yang menolong saya ketika itu, mungkin saya tidak bisa jadi PNS. Untuk itu, saya berterimakasih kepada keluarga besar TRC Semen Padang, semoga perbuatan baik ini menjadi ladang amal "
Rahmadina Zaid (tengah) bersama dengan kedua orangtuannya (Riki S/Klikpositif)
dari kemacetan panjang tersebut dengan selamat, dan usahanya untuk bisa mengikuti ujian SKB penerimaan CPNS tahun 2018, akhirnya berbuah manis dengan raihan nilai di atas rata-rata.

"Saya tidak hanya dibantu keluar dari kemacetan, tapi juga diantar ke tempat kos adik saya di kawasan Aia Pacah. Awalnya pakai motor, tapi karena hujan masih lebat, Rian yang nolong saya itu kemudian mengganti motor dengan mobil. Saya pun di antar pakai mobil ke tempat kos adik saya," bebernya. 

"Sampai di tempat kos adik saya, jarum jam menunujukkan pukul 05.30 WIB. Saya pun langsung bergegas untuk persiapan ujian SKB dan alhamdulillah saya lulus jadi PNS di Pengadilan Agama Batusangkar. Jadi sekali lagi, saya berterimakasih kepada keluarga besar TRC Semen Padang. Berkat bantuannya, saya bisa lulus jadi PNS dan sudah mulai bekerja," imbuhnya.

Informasi kelulusan Rahmadina Zaid sebagai PNS, baru diketahui oleh TRC Semen Padang pada 28 April kemarin sekitar pukul 20.00 WIB. Ketika itu, rombongan relawan TRC hendak menuju Bengkulu untuk menjalankan misi kemanusian Semen Padang Peduli terhadap bencana banjir besar yang melanda sebagian Provinsi Bengkulu. Rombongan TRC berangkat dari Padang ke Bengkulu melalui Jalan Lintas Sumatera via Lubuk Linggau. 

Rian menyebut setiba di Sijunjung, tepatnya di kawasan Tanah Badantuang, rombongan TRC Semen Padang berhenti untuk istirahat makan di sebuah rumah makan. Kemudian datang seorang perempuan berusia sekitar 50-an. Wanita yang belakangan diketahui ibu kandung dari Rahmadina Zaid itu, lalu menanyakan apakah rombongan ini memang dari TRC Semen Padang. Salah seorang dari rombongan menjawab iya. 

Wanita yang disapa Umi itu kembali bertanya dengan mengatakan apakah ada yang bernama Rian di rombongan ini. "Begitu Umi nanya mana yang namanya Rian, saya langsung angkat tangan dan menjawab, saya yang namanya Rian. Jadi, Pertemuan saya dengan Umi ini berlangsung secara tidak sengaja," kata ... Baca halaman selanjutnya