Dibantu TRC Semen Padang, Rahmadina Zaid Berhasil Wujudkan Mimpi Jadi PNS

"Kalau tidak ada relawan TRC Semen Padang yang menolong saya ketika itu, mungkin saya tidak bisa jadi PNS. Untuk itu, saya berterimakasih kepada keluarga besar TRC Semen Padang, semoga perbuatan baik ini menjadi ladang amal "
Rahmadina Zaid (tengah) bersama dengan kedua orangtuannya (Riki S/Klikpositif)
Rian. 

"Begitu Rian ini acungkan tangan, saya pun bilang kalau saya ini Umi nya Dina. Saya mengucapkan terimakasih, karena berkat bantuan Rian, anak saya Dina lulus jadi PNS dan sekarang bertugas di Pengadilan Agama Batusangkar. Sebenarnya sudah sejak akhir Januari kemarin saya ingin ke Padang untuk meyampaikan terimakasih, tapi saya gak tahu carinya di Padang ke mana," kata Umi menimpali.

Rian menyebut bahwa awalnya, dia sempat kebingungan, karena Ia pun tidak tahu Dina yang mana yang dia tolong, dan kapan serta di mana kejadiannya. "Namun setelah Umi ini menyebut bahwa Dina yang terperangkap macet akibat longsor di Sitinjau Lauik dan hendak mengikuti tes CPNS, barulah saya ingat," ujarnya.

Lebih lanjut Umi menuturkan bahwa malam di saat Dina terperangkap macet akibat longsor di Jalan Lintas Padang-Solok itu, dirinya sempat panik dan gelisah, apalagi nomor handphonenya Dina juga sulit dihubungi sejak sore harinya. Bahkan ayah Dina, juga sempat menghubungi adiknya Dina yang ada di Padang untuk menanyakan apakah Dina sudah sampai, ternyata adiknya mengatakan, tidak ada kabar dari Dina.

"Habis salat Isya, saya tertidur dan mimpi buruk. Dalam mmimpi, saya dengar ada orang yang memanggil inisial R yang tidak bisa diselamatkan. Saya kaget, dan tiba-tiba saya terbagun dari tidur. Saya menangis, dan ditenangkan oleh ayahnya Dina. Kemudian, ayahnya Dina kembali menghubungi Dina, dan alhamdulillah tersambung, tapi suara Dina terputus-putus. Dina mengatakan kalau dirinya terjebak macet karena longsor di Sitinjau Lauik," katanya. 

Setelah tersambung, katanya melanjutkan, tiba-tiba komunikasi antara Dina dan ayahnya terputus, dan Dina pun kembali dihubungi oleh ayahnya ke nomor selulernya. Namun, nomor tersebut tak dapat dihubungi, karena diluar jangkauan (sinyal). Setelah itu, tidak ada lagi kouminkasi dengan Dina.

"Paginya sekitar pukul 05.30 WIB, adik Dina yang di Padang kemudian menghubungi saya, dan mengatakan kalau ... Baca halaman selanjutnya