Salat Id di Semen Padang Berjalan Lancar, Ribuan Masyarakat Padati Lapangan Plaza Kantor Pusat

"Kemenangan hakiki yang diraih selama bulan Ramadhan, adalah ketika kita mampu melestarikan nilai-nilai ketakwaan tersebut untuk kita terapkan dalam hidup kita di masa-masa yang akan datang yang pada akhirnya kita istiqomah hingga kematian tiba,"
Ribuan masyarakat di sekitar lingkungan PT Semen Padang melaksanakan Salat Id di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang (Riki S)

PADANG, KLIKPOSITIF - Meski sempat diguyur hujan pada Subuh, Salat Idul Fitri 1440 Hijriah yang digelar di lapangan Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang berjalan lancar dan dihadiri ribuan jamaah yang didominasi oleh masyarakat lingkungan perusahaan, Rabu (5/6/2019) pagi.

Sebagai khatib, Dosen Tetap Fakulktas Syariah UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Dr. H. Mawardi M Saleh, Lc, MA. Salat Id tersebut juga diikuti jajaran Direksi dan Komisaris PT Semen Padang, serta sejumlah staf pimpinan.

Di antaranya Direktur Utama Yosviandri, Direktur Operasi Firdaus, Komisaris Khairul Jasmi, dan Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan, Oktoweri, serta sejumlah tokoh masyarakat di lingkungan perusahaan semen kebanggaan masyarakat Sumbar tersebut.

Dr. H. Mawardi M Saleh, Lc, MA dalam khotbah berjudul Melestarikan nilai-nilai Ramadhan menyampaikan bahwa Hari Raya Idul Fitri yang penuh berkah ini tentunya dirayakan dengan suasana penuh bahagia atas kemenangan dari perjuangan selama satu bulan penuh dalam melawan dan mengendalikan hawa nafsu, berjihad untuk menegakkan perintah Allah dan mencegah segala laranganNya.

"Doa kita, semoga Allah berkenan menerima ibadah puasa dan seluruh amalan saleh yang telah kita lakukan, menutupi seluruh kekurangan serta mengampunkan seluruh dosa, kesalahan dan kelalaian selama Ramadhan, menjadikan semua kita benar-benar tergolong disisiNya sebagai Al Faizin Al muttaqin," katanya.

"Kegembiraan kita hari ini bukanlah karena dengan kepergian Bulan Ramdhan, kita kembali bisa bebas makan minum, lepas dari larangan-larangan puasa, kepergiannya malah kita sedihkan. Sedih karena terasa terlalu cepat berlalu, padahal momentumnya belum kita maksimalkan untuk mengokohkan ketaqwaan diri," imbuhnya.

Dalam khotbah tersebut, mantan Imam Besar Markaz Islami (Islamic Center) Kabupaten Kampar, Provinsi Riau itu juga menyampaikan bahwa Bulan Ramadan yang telah dilalui bukanlah bulan hanya ... Baca halaman selanjutnya