Semen Padang Bantu 4.200 Sak Semen, Masyarakat: Goro Pengecoran Jalan Karang-Bancah Terlama di Dunia

Masyarakat Koto Baru, Kelurahan Limau Manis selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, bergotongroyong melakukan pengecoran jalan Karang-Bancah, Minggu, 23 Juni 2019
Masyarakat Koto Baru, Kelurahan Limau Manis selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, bergotongroyong melakukan pengecoran jalan Karang-Bancah, Minggu, 23 Juni 2019 (riki s)

PADANG, KLIKPOSITIF - Masyarakat Koto Baru , Kelurahan Limau Manis Selatan , Kecamatan Pauh, Kota Padang, mengklaim gotoroyong (Goro) pengecoran jalan sepanjang 3,2 kilometer dari Karang menuju Bancah, merupakan goro terlama di dunia.

"Goro yang kami lakukan ini bisa dikatakan terlama di dunia, karena telah dimulai sejak 14 Januari 2018 dan sampai saat ini, goro tersebut masih berlangsung," kata Ketua Panitia Pengecoran Jalan, Syafrial Aras, di lokasi goro, Minggu, 23 Juni 2019.

baca juga: Semen Padang Sosialisasikan Protokol The New Normal pada Pemangku Kepentingan

Goro pengecoran jalan dari Karang menuju Bancah itu, katanya melanjutkan, dilakukan setiap hari minggu dengan melibatkan tenaga swadaya dari masyarakat, Koramil 05/Pauh Kodim 0312 Padang dan Pemuda Pancasila.

"Setiap goro, kami selalu makan bersama di lokasi goro, yang masak para ibu-ibu rumah tangga di Koto Baru . Jadi, ibu-ibu di daerah ini juga turut terlibat dalam pengecoran jalan ini," ujarnya.

baca juga: SSB Semen Padang Serahkan Bansos Dampak Covid 19 dari APSSI

Hingga kini, lanjutnya, pengecoran jalan dari Karang menuju Bancah sudah mencapai 95 persen dengan nilai pekerjaan mencapai Rp893 juta lebih. Nilai tersebut, terdiri tenaga kerja swadaya, dan material pengecoran jalan berupa semen, pasir dan kerikil.

"Kalau dibangun menggunkan APBD atau APBN, maka nilainya mungkin sudah miliaran rupiah," ungkap Syafril.

baca juga: Terkait COVID-19, Semen Padang Tiadakan Salat Idul Fitri di Plaza Kantor Pusatnya

Syafril pun merunci penggunaan material untuk pengecoran jalan sepanjang 3 kilometer lebih itu. Untuk semen, katanya, jumlah yang telah digunakan mencapai 4.200 sak semen. Kemudian pasir dan kerikil sebanyak 1900 kubik,

"Untuk semen, semuanya merupakan bantuan dari PT Semen Padang melalui CSR perusahaan. Kemudian pasir dan kerikil, bantuan dari CV Gunung Nago yang merupakan perusahaan peternakan ayam petelur di Koto Baru ini," bebernya.

baca juga: Anjangsana ke Panti Sosial Anak Asuh Lubuk Kilangan, Semen Padang Serahkan Tali Asih

Selain bantuan material, juga ada bantuan berupa uang tunai sebesar Rp10 juta dari PDAM Kota Padang. "Alhamdulillah, semua bantuan yang mengalir untuk pengecoran jalan ini, termasuk dari Semen Padang dan Gunung Nago, itu sangat kami syukuri sekali," tuturnya.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Limau Manis, Sarifudin Dt Bungsu, mengapresiasi PT Semen Padang , termasuk CV Gunuang Nago dan PDAM yang telah memberikan bantuan materil maupun material untuk pengecoran jalan tersebut.

"Semoga, kebaikan dari semua pihak tersebut, dapat menjadi ladang amal. Kemudian pada masyarakat Koto Baru , mari terus dukung kinerja Semen Padang menjadi lebih baik lagi, supaya kita sebagai masyarakat lingkungan perusahaan, juga merasakan manfaat yang lebih besar lagi dari yang sekarang ini," katanya.

Sarifudin juga menuturkan bahwa dengan adanya bantuan Semen Padang , Gunung Nago, dan berbagai pihak lainnya, maka akses masyarakat Koto Baru , termasuk para peladang yang ada di Bancah juga semakin mudah, terutama dalam hal menjual hasil ladangnya.

"Seperti musim durian ini contohnya. Dulu mobil pengangkut durian hanya sampai Karang, dan untuk menjual durian ke toke yang menuggu di Karang, peladang terpaksa mengeluarkan upah untuk tukang angkat durian. Kalau sekarang, berbagai jenis mobil sudah sampai ke Karang ini," ujarnya.

Bagi masyarakat Koto Baru , tambah Sarifudin, goro bukan hanya dapat meningkatkan silahturahmi masyarakat, tapi goro sudah menjadi kebiasaan sejak lama, dan itu tidak hanya di Koto Baru , tapi juga terjadi di Kenagarian Limau Manis secara umum.

Goro di Nagari Limau Manis, katanya, tidak hanya untuk membangun fasilitas umum seperti pengecoran jalan dari Karang menuju Bancah, tapi juga untuk membangun rumah masyarakat, karena di Limau Manis, ada istilah jula-jula semen yang hingga kini, menjadi kearifan lokal masyarakat Limau Manis.

"Jadi bagi peserta jula-jula semen yang ingin bangun rumah, maka peserta lainnya akan menyumbang biaya pembelian material bangunan dan juga ikut bergoro bersama-sama membangun rumah tersebut," ujarnya.

Untuk saat ini di Nagari Limau Manis, tambahnya, lebih dari 100 orang mayarakat megikuti jula-jula semen, dan mereka terdiri dari masyarakat koto Baru, Limau Manis, dan Koto Lua.

"Jula-jula semen ini secara tidak langsung, juga meningkatkan semangat masyarakat untuk terus begoro. Jadi, kenapa masyarakat Koto Baru selalu konsisten setiap minggu melakukan goro pengecoran jalan? karena ini sudah kebiasaan sejak lama," katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Unit CSR Semen Padang , Muhamad Ikrar mengatakan, bantuan semen untuk pengecoran jalan dari Karang menuju Bancah, termasuk bantuan mesin molen, merupakan bentuk komitmen dari perusahaan dalam memperhatikan kebutuhan sosial masyarakat lingkungan.

Bahkan komitmen ini, juga diwujudkan melalui program Basinergi Mambangun Nagari (BMN) yang didalamnya, terdapat program masyarakat yang sejalan dengan konsep empat pilar program BMN, yaitu pilar Semen Padang Pandai Nagari,  Semen Padang Campin Nagari,  Semen Padang Elok Nagari, dan Semen Padang Paduli Nagari.

"Pada program BMN ini, perusahaan setiap tahunnya juga mengalokasikan anggaran Rp280 juta - Rp300 juta lebih untuk Limau Manis Selatan . Dana itu dikucurkan melalui program kerja yang diusulkan masyarakat ke Forum Rumah Pemberdayaan Masyarakat yang merupakan, perpanjangan tangan perusahaan untuk masyarakat Limau Manis Selatan ,," katanya.(*)

Penulis: Riki S