Pelari Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti, Pratu Beni Ardinata Raih Podium I Anniversarun 2019 PT Semen Padang

Pelari asal Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti, Pratu Inf Beni Ardinata, saat menyentuh garis finish pada ajang Anniversarun 2019 PT Semen Padang untuk kategori 10,9K yang digelar Minggu, 7 Juli 2019
Pelari asal Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti, Pratu Inf Beni Ardinata, saat menyentuh garis finish pada ajang Anniversarun 2019 PT Semen Padang untuk kategori 10,9K yang digelar Minggu, 7 Juli 2019 (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pelari asal Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti, Beni Ardinata, berhasil meraih Podium I pada ajang Anniversarun 2019 PT Semen Padang kategori 10,9K yang digelar Minggu, 7 Juli 2019.

Prajurit TNI AD berpangkat Pratu itu keluar sebagai pemenang, setelah berhasil membukukan waktu tercepat 41 menit 40,9 detik. Atas raihan tersebut, Beni pun mendapatkan hadiah uang tunai Rp7,5 juta ditambah medali dan sertifikat.

Kemudian untuk Podium II, diraih oleh pelari asal Kabupaten Limapuluh Kota, Muhammad Yunus dengan catatan waktu 42 menit 5,12 detik, dan Podium III Hamdan Syafril Sayuti dengan waktu 43 menit 43,75 detik.

Baca Juga

Saat ditemui usai menerima hadiah di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Beni Ardinata mengaku bersyukur dan bangga dirinya bisa meraih Podium I pada ajang yang digelar dalam rangka HUT ke-61 Pengambalihan pabrik (nasionalisasi) PT Semen Padang dari tangan Belanda.

Ia berharap, lomba lari ini bisa digelar setiap tahun oleh PT Semen Padang, supaya pesertanya lebih banyak lagi. "Kalau untuk perdana, menurut saya ini luar biasa, jumlah pesertanya mencapai 700-an. Kalau bisa ini diadakan tiap tahun, supaya lebih ramai lagi pesertanya," kata Beni, Minggu.

Terkait rute berupa turunan dan tanjakan yang begitu tajam, khususnya di kawasan Padayo dan Goa Kelelawar, pria asal Tarok, Nagari Kepala Hilalang, Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman itu mengaku bahwa hal tersebut merupakan sebuah tantangan bagi peserta.

"Bagi saya ini tidak masalah. Tapi yang jelas, bagi saya pribadi merasa tertantang. Apalagi rutenya selain ada tanjakan dan turunan yang begitu tajam, jalannya juga berkerikul dan tanah. Kalau saya menilai, rutenya ini semi trail," imbuh Beni.

Beni Adinata bukan pelari pemula. Sejumlah prestasi sudah ia torehkan, baik untuk dirinya secara pribadi, maupun untuk institusi TNI AD, dalam hal ini adalah Bataliyon Infanteri 133/Yudha Sakti, Korem 032/Wirabraja, tempat Beni bertugas.

Diantaranya, Podium III pada Bengkulu 10K yang digelar Dispora Provinsi Bengkulu dalam rangkaian HUT ke 298 Kota Bengkulu yang digelar pada 3 Desember tahun 2017. Juara III lomba lari Marathon Simosir Lake Toba kategori 25K yang dilaksanakan 22 September 2018.

Pada lomba lari yang digelar Pemkab Samosir itu, ribuan peserta dari berbagai daerah, serta sejumlah pelari dari manca negara seperti Singapura, Malaysia, Kenya, Jepang, Amerika dan Inggris ikut berpartisipsi.

Selain itu, Podium I pada event Padang Kuliner Run yang dilaksanakan oleh Hotel Gran Inna Padang, pada 30 September 2018. Prajurit Yudha Sakti yang bertugas di Regu 2 Peleton 3 Kompi B itu, mencatatkan dirinya sebagai pelari tercepat dengan catatan waktu 71 menit 17 detik.

Lalu, Podium I lomba lari AIR FORCE RUN 2019 yang dilaksanakan di Lanud Soewondo Polonia Medan, Sumatera Utara pada minggu 27 Januari 2019 dengan catatan waktu 54 menit 17 detik untuk kategori 15K, dan Podium II pada event Imigrasi Agam Run 10K yang diadakan 12 Februari 2019.

Kemudian pada BRI Mandeh RUN yang digelar 3 Maret 2019, anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Nurlaili dan Jafri itu, meraih peringkat empat pada kategori 21K, dan pada Pekanbaru Run 2019, Ia pun menyabet Podium I untuk kategori 10K.

"Semua prestasi ini, karena latihan keras dan disiplin tinggi, serta dukungan keluarga, teman dan atasan saya di Bataliyon Infantri 133/Yudha Saktu. Target jangka panjang saya, lolos kualifikasi Pra Pon untuk menuju PON 2020 di Papua," tegas Beni.

Event Anniversarun 2019 yang ditaja PT Semen Padang digelar Minggy, 7 Juli 2019 pagi dengan ketegori 6,1K Umum Putra dan Putri, dan kategori 10,9K Umum Putra dan Putri, 10,9K Pelajar Putra dan putri, dan 10,9K Master. Pada lomba lari tersebut, sebanyak 746 pelari dari berbagai daerah di Indonesia, bersaing menjadi yang tercepat.

Selain Beni Ardinata yang berhasil menyabet Podium I, pelari asal Limapuluh Kota, Muhammad Yunus juga berhasil menyabet Podium II setelah finish di urutan kedua dengan catatan waktu 42 menit 5,12 detik, dan Podium III diraih Hamdan Syafril Sayuti dengan waktu 43 menit 43,75 detik.

Kemudian untuk 10,9K Umum Putri, Podium I disabet oleh Prety Shite dengan waktu 52 menit 05,16 detik, Podium II diraih Juni Ramayani dengan waktu 53 menit 50,94 detik, dan Podium III diraih Dwi Tiansi Anggraini dengan perolehan waktu 55 menit 52,88 detik.

"Untuk peraih Podium I kategori 10,9K Umum Putra dan Putri, mendapatkan hadiah uang tunai Rp7,5 juta, Podium II Rp5 juta, dan Podium III Rp2,5 juta. Selain itu, juga diberikan sertifikat dan medali," kata Ketua Panitia Anniversarun 2019 Nurita Handayani, didampingi Wakil Ketua, Satrio Rian Bhakti.

Kategori 10,9K Pelajar Putra, kata Nurita melanjutkan, Podium I diraih Roly Wilefi dengan waktu 43 menit 28,65 detik, Podium II diraih M.Rohid Azwar dengan waktu 43 menit 37,21 detik, dan Podium III diraih Ade Saputra dengan perolehan waktu 44 menit 15,26 detik.

Kemudian untuk 10,9K Pelajar Putri, Podium I diraih Yura Safitri dengan waktu 3 menit, 1,20 detik, Podium II Latifa dengan waktu yang diperoleh 55 menit 4,63 detik, dan Podium III diraih oleh Diana Amelia Sari dengan waktu 55 menit 28,39 detik.

"Peraih Podium I, II, III, berhak mendapatkan hadiah uang tunai masing-masing Rp5 juta untuk Podium I, Rp3,5 juta untuk Podium II, dan Rp2 juta untuk Podium III. Selain itu, para pemenang juga mendapatkan sertifikat dan medali," bebernya.

Wakil Ketua Anniversarun, Satrio Rian Bhakti melanjutkan bahwa untuk kategori 10,9K Master, pelari atas nama Hendra berhasil meraih Podium I dengan catatan waktu 36 menit 14,7 detik, dan berhak atas hadiah Rp7,5 juta ditambah medali dan sertifikat.

Kemudian Podium II diraih Defrizal degan waktu 50 menit 40,60 detik, mendapatkan hadiah Rp5 juta ditambah medali dan sertifikat, dan Podium III yang disabet Janti Manalu dengan waktu 56 menit 53,10 detik, mendapatkan hadiah Rp2,5 juta ditambah medali dan sertifikat.

"Semua hadiah uang tunai untuk peraih Podium I, II dan III kategori 10,9K Master, berasal dari Pak Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal. Totalnya Rp15 juta," ungkap Satrio.

Terakhir untuk kategori 6,1K Umum Putra, tambah Satrio, Podium I disabet oleh Khairulah dengan catatan waktu 20 menit 52,98 detik, Podium II Jumra Putra dengan perolehan waktu 21 menit 5,28 detik, dan Podium III diraih Rori Satria Putra dengan waktu 21 menit 5,28 detik.

Sedangkan untuk 6,1K Umum Putri, Podium I dirah oleh pelari atas nama Bayu Trianata Sari dengan catatan waktu 24 menit 26,13 detik. Kemudian Podium II Jihan Alifah Ardi dengan waktu 26 menit 27,5 detik, dan Podium III Siti Murhanisa dengan catatan waktu 26 menit 32,69 detik.

Peraih Podium Kategori 6,1K Umum Putra dan Putri, sebut Satrio, juga diberikan hadiah uang tunai Rp5 juta untuk Podium I, Rp2 juta untuk Podium II dan Rp1 juta untuk Podium III. Selain itu, juga diberikan sertifikat dan medali.

"Selain memberikan hadiah uang tunai, sertifkat dan medali, untuk semua pemenang Harapan 1 sampai 7 di masing-masing kategori, juga diberikan hadiah berupa uang tunai masing-masing Rp500 ribu, ditambah dengan medali dan sertifikat," ungkap Satrio.

Direktur Utama PT Semen Padang Yosviandri, menyebut bahwa tidak tertutup kemungkinan bahwa event lomba lari ini digelar setiap tahun. "Kita memang melihat antusias dan asal daerah peserta. Meskipun banyak peserta dari umum, tapi mereka tahu bagaimana cara berlari. Pak Kapolda juga menyampaikan kalau bisa ini dirutinkan," katanya.

Dikatakannya, lomba lari ini diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran karyawan dan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan yang salah satunya, adalah dengan berolahraga rutin. Dan, lari adalah olahraga yang paling mudah dilakukan baik itu sebelum atapun setelah bekerja.

"Kegiatan ini dilaksanakan juga dengan harapan, agar terjalinnya hubungan yang lebih harmonis antara Semen Padang dengan masyarakat, dan ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan nyata PT Semen Padang terhadap kesehatan maupun masyarakat," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, pada ajang ini Semen Padang juga ingin memperkenalkan tempat-tempat menarik yang layak dibagikan kepada masyarakat Sumatera Barat. Ini dibarengi dengan keinginan menuju kehidupan yang lebih sehat bersama dan didukung oleh lingkungan pabrik yang asri dan hijau.

"Kami juga ingin mempromosikan salah sat objek wisata Indarung, Padang, yakni Goa Kelelawar kepada masyarakat seluruh nusantara. Goa Kelelawar dijadikan bagian dari rute Anniversarun, karena destinasi wisata ini belum banyak diketahui orang," pungkas Yosviandri.(*)

Penulis: Riki S