Ribuan Masyarakat Salat Idul Adha di Lapangan Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang

"Semoga kita yang berada di sini tidak termasuk orang yang zalim dan tak pandai berterima kasih itu."
Direktur Operasional PT Semen Padang Firdaus menyerahkan secara simbolis santunan tali asih untuk anak panti kepada pengurus Panti Sosial Anak Asuh Batu gadang di Wisma Indarung, Minggu (11/8) (Ist)
melekat pada diri manusia yang bermuara pada kepasrahan dan pengabdian diri kepada Allah.

"Demikian pula makna qurban yang berarti sesuatu yang dekat atau mendekatkan, yaitu dekat dan mendekatkan diri kepada kepada Allah, sehingga setiap orang yang terlibat dalam proses kurban seperti orang yang berkurban, kepengurusan atau kepanitaan kurban, dan orang yang ikut mengkonsumsi daging kurban, semakin taat hidupnya kepada Allah," ujarnya.

Ibadah kurban dalam sejarahnya, kata Bakhtiar melanjutkan, sudah dimulai sejak kedua putra Adam, yaitu Qabil dan Habil, sebagaimana diungkapkan dalam QS. al-Maidah [5]: 27. Pada ayat ini, Allah menjelaskan tentang peristiwa dan pengalaman kedua anak Adam yang memberikan kurban. Ternyata, yang diterima hanyalah pengurban dari orang yang bertakwa.

"Ibadah kurban dalam Alquran yang disyariatkan kepada kita sekarang ini merupakan syariat sebelumnya, terutama dihubungkan dengan tiga figur yang memiliki ketauladanan yang luar biasa, dan ketiganya terikat dalam satu keluarga, yaitu Nabi Ibrahim sebagai ayah dan suami/kepala keluarga, Ismail sebagai anak dan Siti hajar sebagai istri dan ibu," tuturnya.

Peristiwa qurban ini diungkapkan dalam QS. ash-Shafat: 102-107, yaitu QS. Ibrahim ayat 34 yang menyebut bahwa “Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu memperkirakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat tidak berterima kasih)".

"Semoga kita yang berada di sini tidak termasuk orang yang zalim dan tak pandai berterima kasih itu. Namun, kita memohon kepada Allah untuk memaafkan kita atas segala salah tingkah kita selama ini, atas segala petualangan jahat yang mungkin telah kita lakukan, atas segala penyimpangan yang boleh jadi telah kita tandangi, disadari atau tidak disadari," ujarnya.

Disebutkannya, keteladanan Ibrahim dan Ismail dalam praktik ibadah kurban menunjukan ... Baca halaman selanjutnya