Pohon Produktif yang Ditanam Korem-Semen Padang di Bekas Tambang Alami Kemajuan

"Sejak pohon ini ditanam hingga sekarang, bagi saya pribadi dan Korem ini ada progresnya, karena ada perubahan pada struktur tanah, dan perubahan itu yang mungkin akan menjadikan lahan ini menjadi produktif"
Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Kunto Arif Wibowo (tiga dari kiri) meninjau kondisi pohon yang ditanam di kawasan reklamasi bekas areal tambang batu kapur PT Semen Padang, Rabu (21/8) (Ist)
terus melakukan konservasi dan menjaga keberlangsungan batang pohon yang ditanam menggunakan pupuk Bios 44 tersebut dengan semaksimal mungkin, supaya pohon tersebut bisa menyangga kawasan konservasi bekas areal tambang batu kapur ini.

"Kalau untuk berapa lama waktunya itu tidak terhingga, karena butuh proses, dan proses dari kandungan bio organisme (Bios 44) ini lah yang sekarang kami coba untuk tingkatkan agar mengikat lagi ke bawah (tanah). Namun yang jelas, kami dari Korem 032/Wirabraja akan terus berupaya mengembalikan struktur tanah bekas lahan tambang ini menjadi produktif," bebernya.

Sebelumnya diberitakan, pada puncak HUT Pengambilalihan Pabrik (nasionalisasi) PT Semen Padang dari tangan Belanda, manajemen PT Semen Padang bekerjasama dengan Korem 032/Wirabraja dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar, melakukan penanaman batang pohon produktif di kawasan areal tambang batu kapur milik PT Semen Padang.

Jenis pohon yang akan ditanam terdiri mahoni, surian dan pohon indarung. Jumlah yang akan ditanam sebanyak 77.000 batang dengan luas lahan sekitar 45 Ha, dan penanaman batang pohon itu merupakan sebagai kegiatan reklamasi tambang yang merupakan tanggungjawab perusahaan sesuai dengan aturan perundang-undangan.

Dalam penanaman pohon tersebut, PT Semen Padang memanfaatkan Pupuk Bios 44 hasil penemuan Danrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Kunto Arif Wibowo. "Penanaman ini kewajiban perusahaan. Penanaman pohon di area bekas tambang ini dilakukan secara bertahap sampai dengan tahun 2038. Untuk tahap awal ini, sebanyak 62 batang yang ditanam," kata Direktur Utama PT semen Padang Yosviandri ketika itu.

Pupuk Bios 44 hasil penemuan Brigjen Kunto mulai diperkenalkan kepada masyarakat pada 2016 lalu dan pupuk Bios 44 tersebut merupakan hasil penemuan dari Gapo Army Team of Research (Gator), jajaran Korem 044/Garuda Dempo, Sumatera Selatan yang dipimpin Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo (sekarang Danrem 032/Wirabraja).

Dalam ... Baca halaman selanjutnya