IIP BUMN Sumbar Salurkan Bantuan Dana Pendidikan untuk Pejalar Berprestasi

"kegiatan tersebut telah dicanangkan IIP Pusat yakni berupa pemberian bantuan kepada anak-anak yang tidak mampu namun memiliki nilai akademis yang bagus."
(KLIKPOSITIF/Khadijah)

PADANG, KLIKPOSITIF - Ikatan Istri Pejabat (IIP) BUMN Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) menyalurkan bantuan dana pendidikan senilai Rp14 Juta yang diserahkan kepada 28 orang siswa berprestasi di Wisma Indarung, Jumat (23/8).

Ketua IIP BUMN Wilayah Sumbar Ny. Risna Yosviandri mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut telah dicanangkan IIP Pusat yakni berupa pemberian bantuan kepada anak-anak yang tidak mampu namun memiliki nilai akademis yang bagus.

"Bantuan itu kita berikan kepada anak-anak dari satpam, OB maupun outsourcing yang ada di BUMN wilayah Sumbar," katanya.

Dijelaskannya, IIP Pusat memang menyediakan dana bantuan itu setiap tahunnya untuk kemudian disalurkan ke tiap IIP BUMN wilayah. Kemudian yang Wilayah akan menambahkan dana bantuan dari pusat tersebut dari kas serta sumbangan dari tiap anggota.

Penerima bantuan dana pendidikan itu berjumlah 28 pelajar dari tingkat SD, SMP dan SMA. Untuk pelajar tingkat SD ada 14 orang, 12 pelajar dari SMP dan 2 pelajar dari SMA.

Kategori penerima bantuan katanya, diprioritaskan dari pelajar yang berprestasi pada nilai akademik mereka. Hal itu dibuktikan dari fotokopi nilai rapor semester terakhir pelajar .

"Tiap pelajar menerima dana bantuan pendidikan dengan jumlah Rp500 ribu," jelasnya.

Sementara itu, salah satu penerima bantuan dana pendidikan yakni Dastin (17 tahun) menyampaikan rasa terima kasihnya kepada IIP BUMN Wilayah Sumbar atas bantuan dana pendidikan yang telah diberikan.

Pelajar kelas XII dari SMA Dian Andalas ini menjadi salah satu penerima bantuan pendidikan karena ayahnya merupakan seorang supir di salah satu anak perusahaan PT Semen Padang, yakni PT Pasoka Sumber Karya dan ia juga merupakan pelajar berprestasi di sekolahnya.

"Saya akan memanfaatkan bantuan dana pendidikan ini untuk memenuhi kebutuhan sekolah saya seperti peralatan menulis dan membeli LKS," katanya.(*)