Semen Padang Gelar Talkshow Pertambangan, Kementerian ESDM: Penerapan K3 di Perusahaan Tambang Sudah Baik

Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Ditjen Minerba Kementerian ESDM Sri Raharjo (dua dari kiri) saat menjadi narasumber talkshow pertambangan yang digelar PT Semen Padang
Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Ditjen Minerba Kementerian ESDM Sri Raharjo (dua dari kiri) saat menjadi narasumber talkshow pertambangan yang digelar PT Semen Padang (Riki S)
PADANG, KLIKPOSITIF

- Kementerian ESDM menyapaikan bahwa usaha pertambangan merupakan kegiatan penuh resiko, di samping memerlukan investasi besar. Untuk itu, setiap perusahaan pertambangan di Indonesia, wajib mengedepankan Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3 ).

Hal itu disampaikan Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Ditjen Minerba Kementerian ESDM Sri Raharjo, saat menjadi narasumber pada acara talkshow Pertambangan yang digelar di Wisma Indarung PT Semen Padang, Jumat (7/2/2020) siang.

Talkshow yang digelar perusahaan semen pertama di Indonesia itu dibuka oleh Direktur Operasional PT Semen Padang Firdaus, dan dihadiri oleh sejumlah staf dan karyawan PT Semen Padang, serta berbagai perusahaan tambang di Indonesia.

Baca Juga

Selain Sri Raharjo, juga hadir oleh narasumber lainnya, yaitu Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli, Direktur Operasi PT Dahana Bambang Agung S, serta Kabid Mineral dan Batubara Dinas ESDM Sumbar Jon Edward.

Lebih lanjut disampaikan Sri Raharjo bahwa dalam lima tahun terakhir ini, penerapan K3 di perusahaan tambang sudah membaik, dan itu dibuktikan dengan menurunnya korban kecelakaan kerja seperti luka ringan dan luka berat.

"Meski menurun, namun perbandingan fatality tahun 2018 dengan 2019 naik. Ini merupakan sesuatu yang harus disikapi semua pihak, tidak hanya pemerintah, tapi semua manajemen perusahaan pertambangan," katanya.

Mantan Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Ditjen Minerba itu juga menuturkan bahwa kecelakaan tambang didominasi oleh pertambangan mineral. Bahkan, perusahaan jasa pertambangan di Indonesia memiliki andil yang signifikan dalam terjadinya kecelakaan tambang.

"79 persen itu kontraktor dan 4 persen subkontraktor. Jenis kecelakaan tambang yang sering terjadi adalah terbentur dan tertimbun. Penyebabnya, alat atau sistem pengaman yang dimiliki perusahaan pertambangan tidak ada, tidak lengkap, atau tidak berfungsi dengan baik," ujarnya.

Agar ke depan kecelakaa kerja dapat diminimalisir, Ia pun meminta agar setiap perusahaan pertambangan harus mengikuti Permen ESDM No26 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kaidah Pertambangan yang Baik dan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara.

"Selain Permen ESDM , regulasi lainnya adalah Kepmen ESDM No.1827K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik. Kedua regulasi ini harus diikuti oleh perusahaan pertambangan agar resiko kecelakaan dapat diantisipasi," bebernya.

Di sisi lain, Sri Raharjo juga menyinggung soal Era Revolusi Industri 4.0. Kata dia, Industri 4.0 menjadi tantangan ke depan, karena manajemen perusahaan pertambangan harus berpikir lebih keras agar kinerja tetap sehat.

"Kami yakin perusahaan pertambangan di Indonesia, mampu menghadapi tantangan Era Revolusi Industri 4.0, karena juga dapat menekan cost dan meningkatkan produktifitas," tuturnya.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Umum Perhapi Rizal Kasli. Kata dia, berbagai perusahaan pertambangan telah melakukan berbagai inovasi keteknikan, administrasi dan manajemen untuk menjawab tantangan Era Revolusi Industri 4.0.

"Inovasi & teknologi harus diperlukan oleh perusahaan pertambangan dalam menghadapi tantangan Industri 4.0. Ini disebabkan karena kondisi tambang yang semakin sulit, serta faktor sosial seperti tenaga kerja, lingkungan dan peraturan," katanya.

Kepala Departemen Tambang & Pengolahan Bahan Baku Andria Delfa mengatakan bahwa talk show ini digelar daam rangka Bulan K3 Nasional dan Bulan Mutu PT Semen Padang tahun 2020. Sebelumnya, berbagai kegiatan juga telah digelar. Diantaranya, SHE Challange, seminar pola hidup sehat, work shop pembekalan, dan Mine Rescue Challange.

Berbagai kegiatan itu digelar, dilatar belakangi oleh Surat Edaran dari Kementerian ESDM No.3913/37.04/dbt/2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Bulan K3 Nasional Tahun 2020 sebagai upaya perusahaan untuk mengurangi kecelakaan dan membudayakan K3 .

"Selain Surat Edaran, berbagai kegiatan tersebut digelar juga berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI No.328 Tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Bulan k3 Nasional tahun 2020 dan Surat Penugasan Panitia Penyambutan Bulan K3 Nasional dan Bulan Mutu PT semen Padang tahun 2020 No.00006/HM.11.04/SPE/50050424/2000/02.2000," tuturnya.

Direktur Operasional PT Semen Padang
Firdaus dalam sambutannya mengatakan bahwa Semen Padang setiap tahun rutin memperingati Bulan K3 Nasional yang kegiatannya disatukan dengan Bulan Mutu .

Dan, ini sebagai bentuk peran aktif perusahaan dalam mendukung program pemerintah dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan dan memperkuat pengetahuan serta memupuk kesadarab karyawan di bidang K3 .

Apalagi, sebutnya, pada tahun 2020 ini pemerintah telah menetapkan tema Bulan K3 Nasional, yaitu 'Optimalisasi Kemandirian Masyrakat Berbudaya K3 pada Era Revolusi Industri 4.0 Berbasis Teknologi Informasi'.

"Talkshow yang diadakan ini diharapkan dapat mengingkatkan kita bahwa pada Era Revolusi Industri 4.0 ini, peran dan budaya K3 tetap perlu dioptimalkan agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik dan tetap sesuai dengan kaidah K3 ," katanya.

Revolusi Industri 4.0 ini, tambahnya, ibarat dua sisi mata pisau yang memiliki efek baik, tapi juga ada efek buruknya jika tidak dikelola dengan baik. Untuk efek baiknya, adalah semakin efektif dan efisiennya pekerjaan, karena adanya teknologi terbaru yang dapat mempengaruhi mekanisme sistim K3 si era sekarang. Sedangkan efek buruknya, seperti meminimalisir peran SDM untuk pekerjaan tertentu.

"Jadi, hal-hal inilah yang perlu mendapat perhatian. Bagaimana perusahaan mengelola adanya perubahan pada sebuah industri, terutama yang terkait dengan penambangan. Untuk itu melalui talkshow ini diharapkan seluruh stakeholder perusahaan dapat mengerti dengan baik dan tepat terkait implementasi Industri 4.0 pada proses bisnis pertambangan," ujarnya.(*)

Baca Juga

Editor: Riki S