Dibantu Semen Padang, Geliat Masyarakat Limau Manis Ikuti Goro Pengecoran Jalan Usaha Ekonomi Bancah Begitu Antusias

Masyarakat Nagari Limau Manis bergotong-royong melakukan pengecoran Jalan Usaha Ekonomi Bancah.
Masyarakat Nagari Limau Manis bergotong-royong melakukan pengecoran Jalan Usaha Ekonomi Bancah. (Riki S)
PADANG, KLIKPOSITIF

- Ketua Kerapatan Nagari (KAN) Limau Manis , Syarifuddin Dt Bungsu, meminta agar seluruh masyarakat Limau Manis dapat menjaga aktivitas Semen Padang tetap kondusif, supaya perusahaan semen kebanggaan masyarakat Sumbar ini, mampu memberikan kinerja terbaiknya untuk Bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri gotong-royong (goro) pembangunan Jalan Usaha Ekonomi Bancah, Koto Baru, Kelurahan Limau Manis Selatan , Kecamatan Pauh, Kota Padang , Minggu (9/2/2020). Selain Syarifuddin, goro yang diikuti sekitar 80 warga itu, juga dihadiri Camat Pauh Jasman, dan anggota DPRD Padang, Rafdi.

Menurutnya, jika aktivitas Semen Padang tetap kondusif sehingga mampu memberikan kinerja terbaiknya, maka masyarakat Nagari Limau Manis yang merupakan bagian dari masyarakat lingkungan perusahaan Semen Padang, juga akan merasakan manfaatnya, apalagi sejauh ini, Semen Padang selalu konsisten memperhatikan kebutuhan masyarakat Limau Manis .

Baca Juga

"Contohnya dalam pengecoran Jalan Usaha Ekonomi Bancah ini. Semen Padang kembali memberikan bantuan semen sebanyak 1200 zak. Padahal tahun lalu, Semen Padang juga memberikan bantuan semen sebanyak 4400 zak semen dan satu unit mesin molen untuk pengecoran Jalan Usaha Ekonomi Bancah sepanjang 3.2 kilometer," katanya.

Camat Pauh, Jasman, juga meminta agar masyarakat Nagari Limau Manis , Kecamatan Pauh, Kota Padang , untuk tetap menjaga hubungan baik, dan terus tingkatkan sinegri dengan manajemen Semen Padang dalam membangun Nagari Limau Manis menjadi lebih baik lagi. Kemudian di samping itu, teruslah pertahankan budaya goro ini.

"Melalui goro, tentu semua hal yang berat akan terasa ringan kalau dilakukan secara bersama-sama. Apalagi, goro telah menjadi kearifan lokal yang ada di Nagari Limau Manis . Harapan saya, pertahankanlah budaya goro ini, karena goro juga membuat masyarakat akan semakin kompak," kata Jasman.

Ketua Panitia Pengecoran Jalan Usaha Ekonomi Bancah Syafril Aras mengatakan bahwa goro kali ini, merupakan lanjutan dari goro sebelumnya, karena masih ada Jalan Usaha Ekonomi Bancah yang belum dibetonisasi. Ia menargetkan, goro pengecoran jalan ini selesai sebelum Ramadan tahun ini.

"Saat ini masih ada 800 meter jalan yang belum dibetonisasi. Jadi, kami sebagai masyarakat Nagari Limau Manis , khususnya Koto Baru, Kecamatan Limau Manis Selatan , akan rutin melakukan goro ini setiap minggu, supaya target penyelesaian pengecoran jalan sebelum Ramadan terwujud, apalagi pengecoran jalan ini juga didukung oleh Semen Padang," katanya.

Selain Semen Padang, pengecoran jalan ini juga didukung oleh sejumlah pengusaha ternak ayam petelur di kawasan Bancah, Koto Baru ini. Bahkan pengusaha ayam tersebut, juga ikut memberikan bantuan materil berupa pasir dan kerikil. Untuk itu, Ia pun mengapresiasi Semen Padang dan pengusaha ayam petelur yang telah menyalurkan bantuan untuk pengecoran Jalan Usaha Ekonomi Bancah ini.

"Kami sebagai masyarakat, tentunya sangat senang adanya bantuan ini. Dan itu dapat dilihat dari tingginya antusias kami sebagai masyarakat untuk bergoro, apalagi manfaat dari goro ini juga kami yang merasakan, karena pada umumnya, masyarakat Nagari Limau Manis punya ladang di kawasan Bancah ini," ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa sebelum Jalan Usaha Ekonomi Bancah ini dibetonisasi, kondisi para peladang begitu miris. Bahkan untuk menjual hasil ladang ke pasaran, para peladang terpaksa harus menggotong hasil ladangnya ke daerah Koto Baru yang jaraknya, lebih kurang 4 kilometer dari Bancah. Setelah dikumpulkan di Koto Baru, barulah dibawa ke pasaran untuk dijual.

"Tapi sejak Jalan Usaha Ekonomi Bancah ini dibetonisasi, kendaraan roda empat sudah bisa masuk ke Bancah, meskipun panjang jalan yang baru dibetonisasi itu baru 3,2 kilometer. Masuknya kendaraan tersebut, mempermudah kami untuk mengangkut hasil ladang ke luar dari Bancah ini," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bindang Bina Lingkungan CSR Semen Padang Maskur Rauf mengatakan, Semen Padang ikut memberikan bantuan semen, karena di kawasan Bancah banyak potensi yang dapat dikembangkan. Namun untuk mengembangkan potensi tersebut, tentu kondisi jalan harus bagus dan mudah dilalui kendaraan.

"Bancah itu merupakan kawasan ekowisata. Karena selain banyak ladang masyarakat, juga ada sejumlah destinasi wisata yang masih eksotis seperti air terjun. Nah, kami di Semen Padang, hanya mendukung bagaimana masyarakat Limau Manis lebih produktif mengembangkan potensi tersebut dengan baik," katanya.

Salah satu bentuk dukungan dari Semen Padang, lanjutnya, adalah memberikan bantuan semen untuk pengecoran Jalan Usaha Ekonomi Bancah yang merupakan, satu-satunya akses masyarakat ke lokasi ladang dan ke kawasan wisata air terjun tersebut. Sejauh ini, Semen Padang sudah menyalurkan bantuan semen sebanyak 5600 zak.

"Dari 5600 zak semen itu, sebanyak 4.400 zak sudah dimanfaatkan untuk pengecoran Jalan Usaha Ekonomi Bancah sepanjang 3,2 kilometer. Bahkan, jalan tersebut juga sudah diresmikan oleh Walikota Padang pada akhir November 2019 lalu. Jadi sisanya, dimanfaatkan untuk lanjutan pengecoran jalan yang masih belum dibeton. Dan pengerjaannya, mulai dilakukan tadi pagi," pungkasnya.(*)

Baca Juga

Editor: Riki S