Kadep Quality Assurance dan SHE: Konsep Industri Hijau Semen Padang Tidak Bergantung Pada Alam Indarung

Kepala Departemen Quality Assurance dan SHE PT Semen Padang Hari Utama saat menjadi pemateri di SMA Semen Padang
Kepala Departemen Quality Assurance dan SHE PT Semen Padang Hari Utama saat menjadi pemateri di SMA Semen Padang (Andika D Khagen)

PADANG, KLIKPOSITIF -- PT. Semen Padang sedang menuju perusahaan dengan label green industry (industri hijau). Konsep ini didasari bahwa industri masa depan harus memedulikan lingkungan dan turut menjaganya.

Hal ini disampaikan Kepala Departemen Quality Assurance dan SHE PT Semen Padang Hari Utama kepada 200 siswa SMA jurusan IPA Semen Padang dalam rangkaian acara Semen Padang Mengajar, yang sebelumnya juga dilaksanakan di SMA 10 Padang (12/11).

baca juga: SPH Kini Jadi Salah Satu RS Rujukan Pasien yang Mampu Tampung Pasien COVID-19

“Jika diterjemahkan, green industry itu merupakan sebuah usaha untuk tidak lagi bergantung kepada alam 100 persen sebagai bahan baku industri,” ujarnya.

Oleh Semen Padang, sebutnya, sekarang sedang dikembangkan material yang kandungan zatnya sama dengan alam untuk mendukung produksi. "Misalnya, soal sampah. Selama ini sampah dikenal material yang terbuang dan tak termanfaatkan," ujarnya.

baca juga: Bantu Atasi COVID-19, Semen Padang Berpartisipasi Aktif di Satgas Bencana Nasional BUMN Sumbar

Oleh Semen Padang, sampah (organik) dimanfaatkan sebagai pengganti batu bara. Hari mengatakan setidaknya ada 6 konsep green industry yaitu keberlangsungan, pendaur ulang, pengurangan sampah, inovasi, ekonomi, dan edukasi.

Poin yang bisa dibawa ke sekolah, misalnya sampah, yang biasanya dalam bentuk plasik, tisu, atau kertas yang dipakai siswa, harus bisa diolah menjadi energi. “Minimal, usahakan sampah-sampah itu tidak terbuang tapi termanfaatkan,” ujarnya.

baca juga: Di Tengah Pandemi COVID-19, Ini Kiat Admisi Cantik Ini Layani Pasien

Selain green industry, Hari Utama juga memberikan pengetahuan kepada siswa bagaimana pabrik Semen Padang beroperasi. Materi Hari Utama ditanggapi antusias oleh siswa. Salah seorang siswa, Dimas, mempertanyakan bagaimana bila energi listrik Semen Padang terputus, apakah produksi terganggu?.

Hari menjawab, untuk energi listrik, Semen Padang memang berlangganan dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Tetapi, kata dia, langganannya tidak sama dengan rumah tangga. Semen Padang langganan untuk industri yang dayanya 150.000 volt.

baca juga: Solusi Bangun Andalas Berikan Bantuan Minuman Multivitamin untuk Tenaga Medis di RSU Zainoel Abidin

“Jadi, kemungkinan listrik pudur karena gangguan pohon tumbang atau hal-hal kecil lainnya, kemungkinannya kecil sekali,” ujarnya. Hari Utama kemudian menantang siswa dan siswi untuk berkunjung ke pabrik mengenal perlatan dan fungsinya.

Ajakan in i kemudian ditanggapi semangat oleh siswa. “Tapi atur dulu dengan ketua kelas kalian waktunya,” ujar Hari yang disambut tawa siswa.

Ketua Umum Yayasan Igasar Semen Padang Ampry Setyawan mengatakan, Semen Padang Mengajar sangat efektif sekali memperkenalkan siswa dengan dunia kerja. Transfer Knowledge akan menjadi bekal siswa setelah tamat sekolah nantinya.

“Jangka panjangnya, mereka akan jadi generasi penerus di pabrik,” ujar mantan Kepala Departemen Komunikasi dan Sarana Umum PT Semen Padang ini.

Ampry mengatakan program ini akan rutin dilakukan karena pihak yayasan telah menjalin kerjasama dengan Diklat Semen Padang. "Sudah ada enam karyawan yang disiapkan dari pelbagai latar belakang ilmu yang disiapkan transfer knowledge di SMA Semen Padang. (Andika D Khagen)

Penulis: Riki S