TRC Semen Padang Bantu Kebutuhan Air Bersih Limapuluh Kota

Personel TRC Semen Padang membagikan air bersih pada masyarakat
Personel TRC Semen Padang membagikan air bersih pada masyarakat (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Tim Reaksi Cepat (TRC) PT Semen Padang , yang turun lansung ke lokasi bencana alam banjit dan longsor di Kabupaten Limapuluh Kota, mulai melakukan aktifitas sosial kebencanaan yang dipusatkan di posko bencana, dapur umum di daerah Kapur IX, dan sekitarnya, salah satunya dalam hal penyaluran air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.

Koordinator TRC PT Semen Padang , Kiki Warlansyah, Senin (6/3) mengatakan, untuk membantu kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak bencana, hari ini personel TRC melakukan kegiatan penyaluran air bersih bagi masyarakat, sebab hal ini salah satu keperluan mendesak bagi warga yang terdampak bencana.

baca juga: Mengenal Bahaya HIV dan Upaya SPH Mencegahnya dengan Hadirkan Poli VCT

"Kita menyalurkan air bersih dengan menerjunkan dua orang personel, dan water truck, semoga bantun ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana," kata Kiki.

Ia menambahkan, terkait penyaluran ini, kami juga telah berkoordinasi dengan BPBD Limapuluh Kota, dimana mereka sangat berterimakasih, sebab air bersih memang hal yang mendesak untuk daerah yang terdampak bencana seperti di Limapuluh Kota ini.

baca juga: Tinggal di Warung Ukuran 3x4 Meter, Korban Kebakaran di Ampera Dibantu Semen Padang

Berdasarkan data, setidaknya air bersih yang disalurkan oleh TRC Semen Padang , mencapai 5.000 liter untuk tahap pertama, namun jika itu masih kurang, maka pengiriman air bersih akan terus dilakukan hingga Rabu (8/3).

"Air bersih sangat dibutuhkan, sebab meski ada logistik seperti beras, mie instan, dan lainnya, namun jika tidak ada air bersih bagaimana masyarakat bisa mengolahnya untuk dijadikan makanan yang siap disantap," jelasnya.

baca juga: Semester I Tahun 2021, PT Semen Padang Catatkan Total Ekspor 1,1 Juta MT

Sehubungan dengan itu, sebelunya, warga Pangkalan yang menjadi korban banjir dilaporkan mulai kekurangan air bersih. Jika biasanya warga memnfaatkan mata air gunung dan air dari sungai Batang Kampar, pasca banjir lalu air tersebut keruh dan berlumpur.

Dengan kondisi demikian, sebagian warga yang bermukim di sepanjang jalur penghubung Provinsi Sumbar dengan Riau itu belum bisa membersihkan perabotan rumah mereka dari lumpur sisa banjir .

baca juga: Ahli Gizi SPH Ungkap Cara Sehat Mengolah Daging Kurban Agar Tetap Sehat di Masa Pandemi

"Terpaksa barang-barang yang basah dijemur dulu, belum bisa dibersihkan karena air yang biasa kami gunakan kotor, kalaupun harus mencuci kita bisa ke sungai yang di dekat mesjid raya Pangkalan itu, tapi lokasinya jauh cukup susah membawa barang-barang kesana," ungkap salah seorang warga, Nita.

Untuk kebutuhan konsumsi, warga memanfaatkan air bersih dari jasa depot air minum, "Namun jumlahnya tidak mencukupi karena mesin depot tidak berfungsi karena terrendam banjir ," ujar Nita. (ek/kp)

Penulis: Eko Fajri