FKKSP Jaga Regenerasi Atlet Panahan

Atlet panahan Semen Padang saat berlatih dilapangan latihan PT Semen Padang
Atlet panahan Semen Padang saat berlatih dilapangan latihan PT Semen Padang (KLIKPOSITIF/Eko Fajri)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pembinaan atlet panahan yang dilakukan oleh Forum Komunikasi Karyawan Semen Padang (FKKSP) terus menunjukan hasil dengan prestasi yang mereka raih dari berbagai perlombaan yang diikuti, bahkan tidak jarang atlet binaan FKKSP ini menjadi tulang punggung kabupaten dan kota di Sumbar, untuk mendulang medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) hingga menjadi atlet yang turun di Pekan Olahraga Nasional (PON) mewakili provinsi ini.

Prestasi terakhir yang diraih oleh atlet binaan FKKSP yakni saat turun di "Wirabraja Open Archery Turnamen" yang digelar di Lapangan Tembak Kompi Senapan A Yonif 133/Yudha Sakti Padang pada Jumat (10/3) sampai Minggu (12/3), dimana tiga orang atlet cabang panahan binaan Semen Padang berhasil meraih empat medali.

Prestasi yang diraih oleh atlet panahan binaan Forum Komunikasi Karyawan Semen Padang (FKKSP) tidak lepas dari disiplin yang diterapkan oleh pelatih, mulai latihan rutin di arena latihan panahan PT Semen Padang, latihan peningkatan fisik, hingga mengajarkan fokus, serta meningkatkan mental para atlet yang berlatih untuk dapat bersaing dengan atlet lainnya baik dari dalam maupun luar provinsi.

Tidak hanya itu, pendidikan yang berjenjang sebagai regenerasi atlet juga terus dilakukan. Atlet yang dibina di arena latihan panahan PT Semen Padang mulai dari umur sembilan tahun atau kelas empat Sekolah Dasar (SD), hingga jenjang senior.

Pelatih klub Panahan Forum Komunikasi Karyawan Semen Padang (FKKSP), Anton Wijaya, di Indarung, kamis (16/3), mengatakan kami menerima atlet yang ingin berlatih panahan mulai kelas empat SD, dimana mereka akan dilatih terlebih dahulu fisiknya, untuk menarik busur panah yang memerlukan kekuatan fisik dan otot yang kuat.

"Untuk menjadi atlet panahan bukan hal yang mudah meski terlihat sepele, orang banyak menilai bahwa menarik busur panah itu hal yang gampang, namun sebenarnya banyak hal yang harus dilakukan sebelum menjadi atlet panahan dan meraih prestasi, salah satu yang utama adalah kekuatan fisik yang harus bentuk sejak dini, meningkatkan konsentrasi, hingga membaca arah angin agar anak panah yang dilepaskan tepat pada sasaran yang diinginkan atlet," kata Anton.

Ia menambahkan, sebab itu untuk menjadi atlet panahan yang berprestasi butuh waktu dengan latihan yang rutin, serta kemauan yang kuat dari atlet itu sendiri untuk dapat terus mengembangkan kemampuan mereka.

Menjadi atlet panahan juga membutuhkan biaya yang tidak murah, sebab untuk membeli satu set alat panahan membutuhkan anggaran tidak kurang dari Rp5 juta, untuk busur panah kelas nasional, bahkan untuk satu set alat panahan degan teknologi terbaru yang diberi nama Recuva Bow dan Compound Bow dapat mencapai puluhan juta rupiah.

"Meski untuk menjadi atlet panahan itu membutuhkan biaya, namun kami menyediakan alat panah untuk para pemula yang berlatih disini. Bagi atlet yang dinilai telah layak untuk bersaing disemua tingkat kompetisi memang sebaiknya memiliki busur sendiri, sebab itu akan lebih memudahkan bagi meraka meraih prestasi. Hal ini dikerenakan mereka akan lebih memahami busur yang mereka miliki, baik dari penyetelan ketegangan busur hingga hal lainnya yang menunjang ketepatan dalam memanah," jelasnya.

Anton menambahkan, saat ini ada sebanyak 30 atlet yang berlatih di sini, dimana 15 orang diantaranya telah siap untuk berlaga di setiap kompetisi, sementara 15 orang lainnya memang masih membutuhkan latihan yang lebih giat untuk dapat diturunkan dalam setiap kejuaraan.

Atlet yang berlatih di arena latihan panahan Semen Padang tersebut mulai dari level junior sampai level senior. (*)

Baca Juga

Penulis: Eko Fajri