BUMN Bangun Tempat Penitipan Anak di Pasar Raya Padang

Walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah bersama Dirut Semen Padang Benny Wendry dan Direktur Utama Pegadaian Riswinandi
Walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah bersama Dirut Semen Padang Benny Wendry dan Direktur Utama Pegadaian Riswinandi (Pundi F. Akbar/ KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF - Walikota Padang meresmikan Tempat Penitipan Anak (TPA) di Blok II Pasar Raya Padang, Kamis (23/3). TPA ini dibangun dengan dana CSR 4 BUMN -- PT Semen Padang , Pegadaian, Inna Muara, dan Pelni -- dalam program BUMN Hadir untuk Negeri.

Direktur Utama Pegadaian Riswinandi mengatakan TPA dibangun dengan fasilitas lengkap. Ada taman bermain dan ruang istirahat. "Jadi, para pedagang, silahkan titipkan anak-anak di sini," ujarnya. Ia mengatakan tak perlu ragu menitipkan anak. Sebab, anak-anak di TPA akan diberikan dan diasuh dengan pendidikan dasar oleh ahlinya.

baca juga: Ikuti Kompetisi Jurnal Ilmiah CSR Semen Padang dengan Total Hadiah 50 Juta

Walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah menyampaikan dibangunnya TPA di Pasar Raya dengan pertimbangan meningkatkan produktifitas pedagang. Selama ini, anak-anak --terutama yang belum sekolah-- dibawa orang tuanya berdagang ke pasar. Orang tua menjalankan dua fungsi sekaligus.

Dampaknya, dengan dua fungsi itu, anak-anak kurang mendapatkan haknya seperti pendidikan. TPA mencoba mengisi ruang yang kosong itu. "Harapannya, tak ada lagi anak-anak yang putus sekolah," ujarnya. Dalam peresmian TPA yang juga dihadiri Dirut Semen Padang Benny Wendry.

baca juga: Tahun 2021, PT Semen Padang Salurkan Dana Comdev Sebesar Rp18,36 M

Mahyeldi juga mengucapkan terimakasih kepada BUMN yang turut peduli dengan pendidikan anak-anak dengan membangun TPA. Ia berharap ada lagi TPA dibangun di tempat lain. Dibangunnya TPA ini, sebutnya, sangat membantu pemerintah dalam mewujudkan Kota Padang Ramah Anak. Selain TPA, pada 2019, juga ditargetkan tak ada lagi sekolah yang menerapkan dua sif.

"Kita kekurangan 400 lokal lagi dengan anggaran lebih kurang 150 miliar untuk mewujudkannya," ujar Mahyeldi. Ia juga berharap BUMN dapat berperan untuk merealisasikannya. (*)

baca juga: Garuda Indonesia Hadapi Total Utang Rp 198 Triliun dari Ratusan Kreditur

Penulis: Fitria Marlina