Didukung Semen Padang, MTs Luki Buka Pendaftaran Murid Baru

Logo Yayasan Sekolah Agama Islam Lubuk Kilangan
Logo Yayasan Sekolah Agama Islam Lubuk Kilangan (ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Madrasah Tsanawiyah Lubuk Kilangan ( Luki ), Kota Padang , membuka penerimaan murid baru tahun ajaran 2017/2018. Sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Agama Islam Lubuk Kilangan itu, rencananya akan menerima murid baru sebanyak 64 orang.

"Murid baru yang kami terima tahun ini hanya untuk dua lokal. Masing-masing lokal berisi 32 orang murid," kata Ketua Yayasan Pendidikan Agama Islam Luki , Surya Jufri kepada KLIKPOSITIF , Selasa, (9/5).

baca juga: Kubus Apung Dipasang Kembali, DLH: Lokasi Ini Lebih Pas

Pria yang akrab disapa Bitel ini menjelaskan bahwa penerimaan murid baru dibatasi, karena tahun ini merupakan tahun perdana bagi yayasan untuk menerima murid baru. Selain itu, sarana dan prasarana yang masih terbatas juga menjadi alasan bagi yayasan untuk membatasi jumlah murid yang diterima.

Kendati demikian, sebut Bitel, seiring berjalannya waktu, yayasan akan terus mengembangkan sarana seperti bangunan sendiri, fasilitas belajar dan lain sebagainya.

baca juga: Pemko Padang Kekurangan Anggaran untuk BLT Kedua

"Untuk tahun ini kami masih manfaatkan SD Negeri 21 Bandar Buat sebagai tempat belajar. Tapi dalam jangka pendek, yayasan akan mendirikan bangunan sendiri. Saat ini, yayasan masih mencari lokasi yang pas dimana gedung sekolah akan dibangun," ujarnya.

Terkait beasiswa penuh untuk semua siswa MTs, sebut Bitel, karena biaya operasional sekolah ditanggung oleh Semen Padang melalui Biro Coporate Social Responsibility ( CSR ). Kemudian pendanaan lainnya, yaitu dari beasiswa untuk Rumah Tangga Miskin yang sebelumnya, diakomodir oleh forum nagari yang ada di Luki .

baca juga: Pasca Ditetapkan Zona Kuning, Sekolah di Pessel Kembali Belajar Secara Online

"Selama ini beasiswa untuk Rumah Tangga Miskin yang dananya juga berasal dari CSR Semen Padang, kan dikelola forum nagari. Sekarang, kami yang mengelolanya. Semua forum nagari di Luki sudah sepakat untuk itu," bebernya.

Pengurus Yayasan Pendidikan sekolah Agama Luki lainnya bernama Yaldi, menyebut bahwa saat ini pengurus yayasan sudah getol melakukan sosialisasi dan promosi ke seluruh SD yang ada di Lubuk Kilangan.

baca juga: ITP, Kampus Pencetak Mahasiswa yang Siap Berkompetisi dalam Dunia Industri

"Target kami, siswa yang diterima adalah putra-putri yang tinggal di Luki . Makanya, sosialisasi dan promosi hanya dilakukan di SD yang ada di Luki . Saat ini sosialisasi masih berjalan, dan yang kami utamakan untuk diterima adalah siswa yang berasal dari keluarga Rumah tangga Miskin," bebernya.

Ditambahkannya, bagi orangtua atau wali murid yang berminat untuk menyekolahkan anaknya menjadi siswa baru di MTs Luki , bisa mebngubungi contak person ke nomor pengurus yayasan, yaitu 081267841926, atau ke nomor 081374459668 dan 085274646646.

Senada dengan pengurus lainnya, Zulmaidi SHi, MA. Dijelaskannya, selain berasal dari keluarga Rumah tangga Miskin, siswa yang diterima nantinya adalah siswa berprestasi, yaitu masuk 10 besar secara akademik di kelasnya yang dibuktikan dengan rapor semester II kelas VI.

Kemudian, memilki prestasi di bidang olahraga, seni dan budaya, serta agama. Prestasi tersebut, dibuktikan dengan penghargaan. Minimal penghargaan tingkat Kota Padang ," ujarnya.

"Kriteria untuk siswa baru itu ditekankan, karena kami ingin melahirkan generasi muda religius serta berbakat, dan kami juga sudah komit untuk memfasilitasi dan membina murid yang memiliki bakat seperti silat, sepakbola dan lain sebagainya," terang Zulmaidi.

Ninik Mamak Nagari Luki , Zulbahri Malin Parkaso yang juga pengurus Yayasan Pendidikan Agama Islam Luki , menyebutkan setelah pendirian MTs Luki ini, untuk jangka panjang, pihak yayasan akan ekspansi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

"Setelah MTs, kami akan mengembangkan sayap ke Madrasah Aliyah, dan seterusnya Universitas. Untuk itu, kami berharap agar semua pihak, seperti Semen Padang dan masyarakat Luki , mendukung niat baik kami ini," ujarnya.(*)

Penulis: Riki Suardi