Dirjen: Semen Padang Paling Taat Rehab DAS

Dirjen Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Hilman Nugroho
Dirjen Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Hilman Nugroho (Humas SP)

PADANG, KLIKPOSITIF - Dirjen Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Hilman Nugroho mengapresiasi PT Semen Padang yang menjadi perusahaan pertama di Sumbar memperpanjang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), paling serius dan taat dalam rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS).

" Semen Padang merupakan salah satu perusahaan besar yang sangat taat dengan kewajibannya. Hal itu terbukti sebagai perusahaan pertama di Sumbar yang menyelesaikan kewajiban terhadap DAS IPPKH. Dan saat ini banyak perusahaan di Indonesia yang belum menyelesaikan kewajibannya dalam hal penanaman kembali terhadap lahan yang dipakai. Terutama untuk daerah timur Indonesia sehingga menyebabkan kekeringan di daerah itu," kata Dirjen Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Hilman Nugroho di Wisma Indarung, Kamis (27/7/2017).

baca juga: PT Semen Padang Bersama 41 BUMN di Sumbar Salurkan 10 Ribu Masker untuk Masyarakat

Hilman berada di Wisma Indarung untuk menghadiri serah terima hasil rehabilitasi DAS PT Semen Padang dan pembinaan pemegang IPPKH.

Hadir pada acara itu Direktur Utama PT Semen Padang Benny Wendry, Kepala Dinas Kehutanan Hendri Oktavia, jajaran Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bukit Barisan dan DAS Balai Batang Kuantan, jajaran Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, dan staf pimpinan PT Semen Padang .

baca juga: Satgas Bencana BUMN Sumbar Salurkan Puluhan Ribu Masker untuk Masyarakat

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Hendri Oktavia mengakui, dari 19 perusahaan yang mengantongi IPPKH di Sumbar, PT Semen Padang merupakan perusahaan pertama di Sumbar yang melakukan rehabilitasi sejak dikeluarkan kebijakan. Dan Semen Padang juga satu-satunya perusahaan yang serius dan paling tertib dalam melakukan rehab DAS.

Semen Padang berhasil melakukan rehabilitasi DAS seluas 251,51 Ha dengan jumlah tegakan rata-rata 806 batang/ha (>700 batang/ha). Hal itu berdasarkan pada ketentuan Pasal 9 ayat 4 Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.9/Menhut-II /2013 dan Pasal 28 ayat 3 huruf a Permenhut P.87/Menhut-II/2014. Hasil tanaman tersebut merupakan pemenuhan sebagian kewajiban PT Semen Padang untuk IPPKH No. SK.467/Menhut-II/2013 tanggal 28 Juni 2013 seluas 242,3 Ha.

baca juga: Selama September, UPZ Baznas Semen Padang Salurkan Rp105,5 Juta kepada Para Mustahik

Direktur Utama PT Semen Padang , Benny Wendry mengatakan, reklamasi atau rehabilitasi DAS merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh perusahaan terkait izin pakai. "Dalam pelaksanaannya, hal ini bukanlah hal yang mudah. Banyak kendala yang ditemui. Namun atas dukungan semua pihak, Semen Padang menjadi perusahaan yang paling tertib dalam melakukan rehabilitasi DAS. Kewajiban hal itu bisa berjalan dengan baik atas dukungan semua pihak," ungkapnya.

Kepala Biro Safety Health and Environment (SHE) PT Semen Padang , Musytaqim Nasra di tempat terpisah, menjelaskan, PT Semen Padang telah melakukan reklamasi dengan melakukan pemilihan lahan, luas lahan yang akan ditanami, dan tanaman yang ditanam pada Juni 2014 bersama pihak dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat. Daerah yang dipilih untuk ditanami berada di tiga lokasi, yakni Lubuk Paraku, Gadut, dan Batu Busuk. Ketiga daerah itu memiliki total lahan ditanam sebanyak 275 Ha dengan total tanaman 176.690.

baca juga: Dr.Andani Webinar Bersama Yayasan Igasar Semen Padang; Jangan Takut Corona, Tapi Jangan Lalai

"Sebanyak 71.500 tanaman untuk daerah Batu Busuk, 32.500 untuk daerah Gadut, dan 74.690 untuk daerah Lubuk Paraku. Penanaman dilakukan dari Oktober hingga Desember 2014. Sedangkan untuk pemeliharaan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama pada tahun 2015, dan tahap kedua pada tahun 2016. Sedangkan konsep penanaman yakni 70 persen berupa kayu-kayuan, seperti Mahoni dan 30 persen tanaman masyarakat berupa buah-buahan," katanya.

 Dari 275 Ha area yang direklamasi, kata Mustaqim, sebanyak 251,51 Ha dinyatakan berhasil ditanam kembali oleh PT Semen Padang dari 242,3 Ha yang menjadi kewajiban Semen Padang . "Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh tim penilai dari Dirjen Kehutanan, Semen Padang berhasil melewati batas kewajiban, dengan kelebihan kurang lebih 10 Ha," jelasnya.

Untuk blok/areal satu di Lubuk Paraku, PT Semen Padang menargetkan menanam seluas 115 Ha, dan realisasi di lapangan seluas 115 Ha. Untuk blok/areal dua di Gadut, perusahaan merencanakan seluas 50 Ha, dan realisasi reklamasi seluas 50 Ha, dan untuk blok/ areal tiga di Batu Busuk, direncanakan penanaman seluas 110 Ha, dan realisasi reklamasi dilakukan seluas 107,32 Ha. Berdasarkan penilaian di tiga blok itu, maka hasil penilaian secara keseluruhan mencapai 91,46 persen. Sementara itu, berdasarkan Petak Ukur (PU), jumlah tanaman yang ditemukan per hektarnya adalah 806 batang/ha. DAS dilakukan oleh pemegang IPPKH dengan melakukan penanaman kembali di sepanjang DAS.

Dalam hal ini Semen Padang melakukan penanaman di tiga daerah aliran sungai, yakni DAS di sekitaran Lubuk Paraku, DAS Padang Besi untuk daerah Gadut, dan DAS Pauh untuk daerah Batu Busuk. Penanaman boleh dilakukan di luar area hutan yang dipakai oleh perusahaan dengan jumlah yang sama. (*)

Penulis: Fitria Marlina