Semen Padang Dukung Dinas Sosial Bina Anak Jalanan di Bataliyon 133/YS

Puluhan anak jalanan di Padang menjalani pembinaan mental dan fisik di Yonif 133/YS
Puluhan anak jalanan di Padang menjalani pembinaan mental dan fisik di Yonif 133/YS (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Guna mengatasi masalah sosial anak jalanan di Kota Padang , Dinas Sosial Kota Padang yang didukung PT Semen Padang membuat terobosan baru dengan mengirim 39 anak jalanan ke Yonif 133/Yudha Sakti untuk dibina mental dan fisiknya. Pembinaan fisik dan mental itu dilaksanakan selama 10 hari, sejak tanggal 8 hingga 18 Agustus 2017.

Kepala Dinas Sosial Kota Padang Amasrul, Jumat (18/8/2017) mengatakan, Semen Padang dilibatkan untuk pembinaan fisik dan mental anak jalanan , karena perusahaan semen kebangaan "urang awak" itu selama ini memiliki kepedulian sosial yang tinggi melalui program Corporate Social Responsibility ( CSR ) dengan tema "Basinergi Mambangun Nagari".

baca juga: Pandemi COVID-19, Semen Padang Salurkan Beasiswa Secara Virtual untuk 837 Pelajar dan Mahasiswa

Selain melibatkan Semen Padang , Dinas Sosial Kota Padang juga melibatkan Korem 032 Wirabraja, karena pembinaan mental anak jalanan yang berjumlah 39 orang tersebut, dilakukan di Bataliyon 133 Yudha Sakti yang secara hirarki, berada di bawah komando Korem 032.

"Kami berterimakasih kepada Semen Padang yang telah mendukung seluruh kegiatan pembinaan mental anak jalanan , seperti menanggulangi seluruh biaya akomodasi dan biaya lainnya yang ditimbulkan dalam pembinaan mental 39 anak jalanan di Kota Padang ," kata Amasrul pada acara penutupan pembinaan mental anak jalanan di Bataliyon 133 Yudha Sakti, Jumat (18/8) pagi.

baca juga: Walikota Padang: Semen Padang Telah Menunjukkan Komitmen Memajukan Perekonomian

Program pembinaan anak jalanan dengan mengirim ke Yonif 133/Yudha Sakti dilakukan Dinas Sosial Kota Padang merupakan salah solusi untuk mengatasi masalah penyandang masalah sosial tersebut. Selama ini tindakan yang diambil Dinas Sosial Kota Padang bekerjasama dengan Satpol PP adalah dengan melakukan penjangkauan atau razia terhadap anak jalanan .

Setelah didata bagi yang mempunyai orangtua dikembalikan kepada orangtua atau dipulangkan ke kampung halamannya. "Pembinaan mental fisik dan mental anak jalanan ini dilakukan, karena anak jalanan itu selama ini sering hidup di jalanan dan tidak punya pendidikan, tidak pulang ke rumah, tidak bisa diatur dan sering berbohong kepada orangtuanya," ujar Amasrul.

baca juga: Semen Padang Ajak Karyawan Terapkan Protokol Kesehatan

Selain itu, lanjutnya, anak jalanan tersebut juga tidak menjalankan hak-haknya sebagai warga negara Indonesia yang baik, dan sering menyalahgunakan narkoba, serta menghisap lem. Selain itu, pembinaan yang sebelumnya diberikan Dinas Sosial melalui program pendidikan anak melalui ketarampilan seperti reparasi elektronik, motor, mobil dan pelatihan las, tidak berjalan dengan baik.

Bahkan, setelah mereka mengikuti keterampilan reparasi dan mengelas, mereka juga disewakan kios oleh dinas untuk membuka bengkel, dan juga membelikan alat kompresor. Namun sayangnya, kebanyakan dari mereka malah menyewakan lagi kios kepada orang lain, dan kompresor yang dibelikan malah mereka jual.

baca juga: Kuliah di ITB, Anak Tukang Ojek di Alahan Panjang Itu Penerima Beasiswa Semen Padang

"Jadi, atas dasar itulah mereka dibina mentalnya. Sebab, dari hasil evaluasi yang kami lakukan, ternyata mental mereka rusak, sehingga apapun bentuk pelatihan telah kami berikan, selalu gagal," bebernya.

Dia berharap melalui pembinaan mental ini, maka anak jalanan tersebut bisa memperbaiki dirinya dan kembali menjalankan hak-haknya sebagai warga negara Indonesia yang baik. sebab, materi yang diberikan oleh Bataliyon 133 Yudha Sakti meliputi materi disiplin, agama, bela negara, dan penghayatan pancasila.

"Kemudian, juga ada materi pengetahuan tentang hak-hak anak dan hak-hak hidup. Mudah-mudahan seluruh materi yang dipelajari tersebut, bisa membuat keperibadian para anak jalanan tersebut menjadi pribadi yang baik dan patuh, serta peduli terhadap lingkungan," harapnya

Amasrul mengatakan, PT Semen Padang merupakan perusahaan pertama yang bekerjasama dengan Dinas Sosial Kota Padang dalam hal pembinaan mental anak jalanan . "Kami berharap kerjasama ini terus berlanjut. Sebab, anak jalanan memiliki hak asasi sebagaimana yang tercantum dalam UUD 1945 pasal 28 B ayat 2. Selain UUD, regulasi lainnya adalah UU No 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, dan Keppres RI No 36 tahun 1990 tentang Pengesahan Konvensi Hak Anak, serta UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," bebernya.

Penulis: Riki Suardi