Walikota Padang Resmikan Masjid Al-Hidayah Bandar Buat

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah di dampingi Ketua Komisi IV DPRD Padang Jufri Bitel membuka tirai plang nama masjid sebagai simbolis peresmian Masjid Al-Hidayah, Kelurahan Bandar Buat, Jumat (13/5)
Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah di dampingi Ketua Komisi IV DPRD Padang Jufri Bitel membuka tirai plang nama masjid sebagai simbolis peresmian Masjid Al-Hidayah, Kelurahan Bandar Buat, Jumat (13/5) (Riki Wijaya / KLIKPOSITIF)

KLIKPOSITIF -- Setelah hampir enam tahun lamanya menunggu, akhirnya Mushalla Al-Hidayah, RW VI, Kelurahan Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, resmi menjadi masjid, Jumat, 13 Mai 2016.

Peresmian masjid di dekat SMP Negeri 21 Padang itu, ditandai dengan pembukaan tirai plang nama yang dilakukan langsung oleh Walikota PadangMahyeldi Ansharullah di dampingi Ketua Komisi IV DPRD Padang, Surya Jufri Bitel.

baca juga: Gerak Cepat, PT Semen Padang Bantu Korban Kebakaran di Tarantang

Dalam sambutannya, Walikota Padang mengatakan bahwa masjid adalah tempat bersujud. Untuk itu, ia berharap agar seluruh masyarakat muslim yang ada di RW VI Kelurahan Bandar Buat ini memfungsikan masjid tersebut dengan baik.

"Takmirkanlah masjid ini dengan banyak bersujud, kemudian dengan ditingkatkan statusnya dari mushalla ke masjid, maka ramaikanlah kegiatan di masjid seperti meningkatkan agenda pendidikan agama, majelis taklim dan kegiatan keagamaan lainnya," kata Mahyeldi .

baca juga: FKKSPG Kirim 13 Atlet Binaan ke PON Papua, Rinold Thamrin: Target Kami 5 Medali Emas

Selain Mahyeldi dan Ketua Komisi IV DPRD Padang, peresmian Masjid Al-Hidayah yang pernah direhab oleh PT Semen Padang melalui program CSR-nya itu, juga dihadiri Kepala Kantor Kemenang Kota Padang Japeri, Kabag Kesra Al Amin, Camat Lubuk Kilangan Yal Masril, dan Lurah Bandar Buat Syahril.

Tidak hanya itu, peresmian Masjid Al-Hidayah tersebut, juga diramaikan oleh sejumlah perwakilan dari manajemen PT Semen Padang dan sejumlah pejabat eselon II dan III Pemko Padang lainnya, serta sejumlah tokoh masyarakat di Bandar Buat. 

baca juga: Wali Kota Padang : Dalam Waktu Dekat Akan Kita Lakukan Mutasi Pejabat Eselon

Pantauan KLIKPOSITIF , sebelum masjid diresmikan, panitia acara juga menampilkan tari pasambahan yang berasal dari grup silat Rampak Ranah Minang, Bandar Buat, dan pembacaan ayat suci Alquran yang disusul dengan Asmaulhusna oleh santri masjid Al-Hidayah.

Usai meresmikan masjid, Pemko Padang juga menghibahkan dana sebesar Rp10 juta kepada Masjid Al-Hidaya. Dana hibah itu diberikan langsung oleh Walikota Padang kepada Ketua Panitian peresmian majsid, Jufri Adri.

baca juga: Selama Agustus, Semen Padang Ekspor Semen dan Klinker 111 Ribu MT

Mahyeldi Jadi Khatib Jumat

Ketua Panitian Peresmian Majsid Al-Hidayah, Jufri Adri mengatakan, sebenarnya peresmian ini sudah lama direncanakan. Bahkan, sejak 2009 lalu masyarakat di RW VI ini sudah mengusulkan agar Mushalla Al-Hidayah dijadikan menjadi masjid.

"Namun karena terbentur beberapa hal, makanya baru hari ini Mushalla Al-Hidayah diresmikan menjadi masjid," ujar Jufri kepada KLIKPOSITIF usai acara peresmian Masjid Al-Hidayah

Peresmian Masjid Al-Hidayah Bandar Buat ini, lanjutnya, akan menjadi catatan sejarah berdirinya masjid tersebut. Pasalnya, pada Jumat pertama di Masjid Al-Hidayah, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah akan bertindak sebagai khatib.

Kemudian, kata Jufri, Kepala Kantor Kemenag Kota Padang Japeri Jarap akan menjadi imam Shalat Jumat dan yang bertindak sebagai muazin adalah Kabag Kesra Pemko Padang Al Amin.

"Peresmian ini menjadi catatan berdirinya Masjid Al Hidayah , karena di Jumat pertama setelah diresmikan Mushalla Al-Hidayah menjadi masjid, Pak Walikota Padang sendiri akan bertindak sebagai khatib Shalat Jumat," kiatanya. 

Kemudiakn ketika ditanya apa indikator Mushlla Al-Hidayah berubah menjadi masjid, Jufri menyebut karena jumlah jamaahnya mencapai 200 orang. "Jamaahnya sudah ramai, dan itu yang menjadi alasan bagi kami," terangnya. 

Sementara itu, Camat Lubuk Kilangan Yalmasril mengatakan dengan diresmikannya Masjid Al-Hidayah, maka jumlah masjid di Kecamatan Lubuk Kilangan bertambah menjadi 38 masjid.

"Mudah-mudahan dengan berubahnya status Mushalla Al-Hidayah menjadi Masjid Al-Hidayah, maka diharapkan agar jamaahnya semakin ramai," pungkasnya.

Penulis: Riki