Tanam Pohon Gaharu, Kelompok Tani Binaan CSR PT Semen Padang Dipuji Faperta Unand

CSR PT Semen Padang menggelar evaluasi dan diskusi perkembangan penanaman pohon gaharu di GSG Lantai I. Selasa (17/5). Evaluasi dan dikusi itu juga diikuti oleh kelompok tani, Fakultas Pertanian Unand, Dispernakbunhut Kota Padang dan Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar
CSR PT Semen Padang menggelar evaluasi dan diskusi perkembangan penanaman pohon gaharu di GSG Lantai I. Selasa (17/5). Evaluasi dan dikusi itu juga diikuti oleh kelompok tani, Fakultas Pertanian Unand, Dispernakbunhut Kota Padang dan Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar (Riki Wijaya/KLIKPOSITIF )

KLIKPOSITIF -- Pakar pertanian dari Universitas Andalas (Unand) Beni Satria, menilai bahwa penanaman pohon gaharu yang dilakukan kelompok tani binaan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang sangat menjanjikan, karena memiliki nilai ekonomis yang begitu tinggi. 

Hal ini dikatakannya saat evaluasi dan diskusi perkembangan penanaman pohon gaharu di Ring 1 PT Semen Padang yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang , Indarung, Selasa, 17 Mai 2016.

baca juga: Hingga September 2021, Bisnis Inkubasi Non Semen PT Semen Padang Bukukan Pendapatan Rp 5,42 M

Evaluasi dan dikusi itu dihadiri langsung Kepala Biro CSR PT Semen Padang Dasril, Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar serta penyuluh perkebunan dari Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (Dispernakbunhut) Kota Padang dan sejumlah kelompok tani binaaan CSR PT Semen Padang

Menurut Beni, tanaman gaharu dinilai memiliki potensi ekonomis yang cukup tinggi, karena manfaatnya sangat banyak. Seperti daun dan pucuk gaharu misalnya, itu bisa bisa diproduksi menjadi teh kesehatan yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit seperti kanker, struk, jantung, menopause dan menambah stamina.

baca juga: Semen Padang Salurkan Bantuan Beasiswa dan Pengobatan Gratis di Dumai

"Kemudian gubal (kayu yang lunak antara kulit dan teras) gaharu selain juga bisa digunakan untuk obat berbagai jenis penyakit, gubal itu juga bisa mengharumkan ruangan. Bahkan, gubal itu banyak dijadikan sebagai bahan campuran untuk pembuatan biang parfum," bebernya.

Dosen Fakultas Pertanian (Faperta) Unand itu juga menyebut bahwa gubal gaharu nilai ekonomisnya sangat tinggi dibandingkan daun dan pucuk gaharu . Bahkan untuk gubal, harganya mencapai Rp250 juta perkilogram.

baca juga: Realisasi Eskpor Semen Hingga September Capai 484 Persen, SIG Apresiasi PT Semen Padang

"Itu untuk gubal berkualitas super. Gubal ini ada 13 kualitasnya. Mulai dari super hingga terendah. Kualitas paling rendah saja harganya mencapai Rp500 ribu perkilogram. Artinya, usaha ini sangat menjanjikan dan sayang jika tidak dikelola dengan baik," tuturnya.

Untuk bisa mewujudkan nilai ekonomis dari tanaman gaharu itu, Pembina Kemahasiswaan Faperta Unand itu menyebut para kelompok tani yang dibina CSR PT Semen Padang ini, tentu membutuhkan suport seperti pendampingan dan penyuluhan.

baca juga: Periode September 2021, Rp711 Juta Zakat Karyawan Disalurkan UPZ Baznas Semen Padang

"Nah, kami dari Faperta Unand siap memberikan kontribusi, karena ini juga bagian dari pengabdian kami kepada masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala Biro CSR PT Semen Padang , Dasril mengatakan, ada 24 kelompok tani yang dibina CSR. Semuanya tersebar di dua kecematan di Kota Padang, yaitu Kecematan Pauh dan Lubuk Kilangan.

Untuk Kecematan Pauh, kelompok tani yang melakukan penanaman pohon gaharu itu tersebar di dua kelurahan, yakni Limau Manis Selatan dan Lambung Bukik. Sedangkan di Kecamatan Lubuk Kilangan, berada di Kelurahan Batu Gadang.

"Kelompok tani yang kami bina untuk melakukan penanaman pohon gaharu itu sudah berjalan hampir satu tahun lamanya. jumlah bibit yang ditanam mencapai 3.300 bibit. Namun sayangnya, dari hasil evaluasi ternyata ada sekitar 30 perseb batang gaharu yang mati," ujarnya.

Kendati ada yang mati, namun Dasril optimis bahwa penanaman pohon gaharu itu akan berhasil, karena didukung oleh Fakultas Pertanian Unand dan penyuluh dari Dispernakbunhut Kota Padang, serta dari Dinas kehutanan Provinsi Sumbar.

Namun di samping itu, keseriusan dan komitmen para kelompok tani tentu perlu dipertanyakan, karena bantuan dari dinas dan pihak Unand hanya dalam bentuk pendampingan guna mengatasi masalah yang dihadapi para kelompok tani.

"Sejauh ini para kelompok tani itu masih berkomitmen untuk memelihata pohon gaharu . Saya berharap ke depan, keseriusan lebih ditingkatkan, sehingga tanaman gaharu bisa tumbuh subur dan dapat memberikan nilai ekonomis kepada kelompok tani itu sendiri," tuturnya.

Penulis: Riki