Semen Padang Pertahankan Emerging Industry Leader IQA 2017

Ketua Dewan Pembina IQA Foundation (IQAF), Bacelius Ruru, SH LLM (kanan) memberikan selamat kepada Direktur Keuangan PT Semen Padang Tri hartono Rianto setelah penyerahan anugerah IQA 2017.
Ketua Dewan Pembina IQA Foundation (IQAF), Bacelius Ruru, SH LLM (kanan) memberikan selamat kepada Direktur Keuangan PT Semen Padang Tri hartono Rianto setelah penyerahan anugerah IQA 2017. (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- PT Semen Padang berhasil mempertahankan level “Emerging Industry Leader” pada Anugerah Indonesian Quality Award (IQA) 2017. Penghargaan penerapan “Baldrige Exellence Framework” itu, diserahkan Ketua Dewan Pembina IQA Foundation (IQAF), Bacelius Ruru, SH LLM dan Ketua Umum Dr. Orie Andari Soetadji, MBA kepada manajemen perusahaan yang diwakili Direktur Keuangan, Tri Hartono Rianto di Ballroom II -Fairmont Hotel, Jakarta, pada 20 November 2017.

Tri Hartono Rianto kepada awak media mengatakan, manajemen perusahaan sangat bersyukur atas penghargaan IQA 2017 ini, karena melalui penghargaan ini, perusahaan mampu mempertahankan level “Emerging Industry Leader” yang telah diraih sejak IQA 2015.

baca juga: Dukung Pasar Murah Disperindag Sumbar, UPZ Baznas Semen Padang Salurkan Sembako Gratis

“Alhamdulillah, perusahaan mampu bertahan di level Emerging Industry Leader dengan pola pengelolaan menggunakan Baldrige Excellence Framework. Padahal kondisi persaingan pasar semen saat ini semakin ketat, dan kinerja perusahaan mengalami tekanan,” kata Tri Hartono, Senin, (27/11).

Sementara itu, Staf Biro Pengembangan Sistem Manajemen PT Semen Padang , Asrining Sari, menjelaskan, PT Semen Padang sudah mengikuti IQA sejak 2009. Pada 2009 hingga 2011, PT Semen Padang mengawali di level “Early Improvement”.

baca juga: Semen Padang Raih Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity dari The Iconomics

Tiga tahun mendapatkan penghargaan “Early Improvement”, sebut Asrining, manajemen perusahaan terus melakukan perbaikan, dan pada 2012, PT Semen Padang berhasil naik ke level “Good Performance”. Penghargaan tersebut berhasil dipertahankan hingga 2014.
“Pada 2015, PT Semen Padang kemudian berhasil naik lagi ke level “Emerging Industry Leader”.

"Penghargaan ini alhamdulillah berhasil kami pertahankan hingga 2017 ini. Bahkan di tahun 2016 yang lalu, PT Semen Padang meraih penghargaan The Platinum Award for The Highest Score Achievement, atas keberhasilan Perusahaan memperbaiki implementasi proses dan meningkatkan kinerja sehingga mampu meraih kenaikan perolehan skor tertinggi dalam ajang Indonesian Quality Award 2016. Kami menargetkan pada 2020, perusahaan bisa meningkatkan kinerja dan memasuki level “Industry Leader”, ujarnya.

baca juga: Rekrut 3 Pemain Asal Papua dan Lepas 8 Pemain, Ini Kata Manajer SPFC

IQA merupakan anugerah atas pencapaian kinerja ekselen organisasi, sama seperti yang diselenggarakan di Amerika yang dinamakan Malcolm Baldrige National Quality Award. Untuk mengukur pencapaian kinerja ekselen tersebut, IQA Foundation menurunkan tim examiner IQA ke seluruh perusahaan peserta IQA, termasuk ke PT Semen Padang .

Tim examiner dari IQA Foundation melakukan site visit assesment ke PT Semen Padang pada 16 sampai 20 Oktober 2017. Dalam assesment tersebut, ada tujuh kategori yang dinilai, yaitu Kepemimpinan; Strategi; Pelanggan; Pengukuran, Analisis dan Manajemen Pengetahuan; Tenaga Kerja; Operasi; dan Hasil-Hasil.

baca juga: Mengenal Radiologi, Pemeriksaan Medis untuk Mengetahui Kondisi Kesehatan dalam Tubuh

“Jadi bagi PT Semen Padang , keikutsertaan dalam IQA ini merupakan salah satu upaya perusahaan untuk meningkatkan kinerja. Melalui penerapan Baldrige Excellence Framework tersebut, Perusahaan membedah proses-proses internalnya untuk kemudian membandingkan kinerja dari proses-proses tersebut dengan perusahaan lain sebagai pembanding, sehingga Perusahaan bisa menilai posisinya dibandingkan dengan pesaing,” bebernya.

Seperti diketahui, IQA ini diselengarakan pertama kali pada 2005 oleh IQA Foundation. Untuk memastikan legitimasi, kredibilitas, independensi dan mutu dari anugerah tersebut, IQA Foundation bekerjasama dengan Baldrige Performance Exellence Program, National Institute of Standard and Technology (NIST), US Departemen of Commerce, selaku pengelola dan penanggungjawab program Baldrige yang mengembangkan Baldrige Excellence Framework di Indonesia.

Sejak 2005 hingga sekarang, penganugerahan IQA ini telah digelar sebanyak 13 kali, yaitu sekali dalam setahun. Ajang ini diikuti oleh perusahaan, organisasi pendidikan dan kesehatan. Tercatat hingga 2017 ini, sudah ada sekitar 100 organisasi dan perusahaan dari lingkungan BUMN maupun swasta yang mengikuti ajang ini.
Penghargaan IQA tersebut, terdiri dari delapan Band of Excellence.

Paling tinggi disebut dengan World Class Leader, kemudian disusul Benchmark Leader, Industry Leader, Emerging Industry Leader, Good Performance, Early Improvement, Early Result dan peringkat paling awal disebut Early Development. (*)

Penulis: Riki