Kadep KSU: Mari sikapi Masalah Semen Padang dengan Kepala Dingin

Ilustrasi
Ilustrasi (Dok.Klikpositif)

MENCERMATI dinamika dan rumor yang berkembang tentang PT Semen Padang belakangan ini, Kepala Departemen (Kadep) Komunikasi & Sarana Umum PT Semen Padang, Iskandar Z Lubis, menyampaikan apresiasi
kepada seluruh stakeholders yang telah memberikan respons dan empatinya, sebagai bukti kepedulian pada perusahaan PT Semen Padang.

"Kami di perusahaan terus bersama-sama untuk memecahkan masalah yang sebetulnya
dipicu persoalan komunikasi (miskomunikasi) dengan Sekretaris Perspeahaan PT Semen Indonesia (Persero), Tbk, Bapak Agung Wiharto, kami mencoba memperbaiki persoalan komunikasi ini sehingga deviasi antara rumor yang beredar dengan fakta yang sebenarnya
terjadi tidak semakin jauh," kata Iskandar Z Lubis, Minggu (31/12/2017)

Seperti diketahui bersama, sejak 2013 terjadi
perubahan yang luar biasa di industri semen nasional. Jika pada 2013, ada sebanyak 7 pemain di industri semen, pada 2017 menjadi 15 pemain. Para pemain baru itu juga meningkatkan kapasitas produksi.

Di sisi lain, demand nasional tidak tumbuh positif seperti yang diharapkan. Imbasnya, pada 2017 dengan total kapasitas produksi sebanyak 106 juta ton, dan demand hanya 71 ton, seluruh perusahaan semen ketar-ketir.

Kondisi ini diperparah kenaikan harga pokok produksi. Untuk bisa bertahan dan tumbuh, para pengambil kebijakan di perusahaan semen, termasuk PT Semen Indonesia (Persero), Tbk, telah mengambil langkah-langkah yang
diperlukan untuk tetap survive.

"Situasi yang luar biasa itu harus disikapi dengan tindakan yang luar biasa, yang terkadang dapat mengurangi kenyamanan stakeholders di dalam dan di luar perusahaan," ujarnya.

Namun demikian, lanjut Iskandar, diakui kecepatan dalam pengambil keputusan untuk problem solving, tidak diiringi dengan sosialisasi dan komunikasi yang baik, sehingga telah terjadi miskomunikasi dari berbagai stakeholders seperti yang terjadi saat ini.

Untuk itu kepeda segenap elemen masyarakat Sumbar yang peduli kepada PT Semen Padang, Iskandar berharap dapat merespons masalah perusahaan ini dengan kepala dingin.

"Di internal kami akan terus berupaya memperbaiki komunikasi, sehinga masalah-masalah komunikasi ini dapat diperahkan dengan baik," bebernya.

"Dengan pengalaman bersama-sama memecahkan persoalan, kami yakin "tak ada kusuik yang tidak akan salasai" kalau kita bisa menempuh cara-cara dialogis, dan musyawarah mufakat serta bijaksana merespons persoalan ini," sambung Iskandar.

Masyarakat, maupun seluruh insan PT Semen Padang berharap agar perusahaan kebanggaan urang awak ini ke depan terus maju, sehingga bisa memberikan kontribusi yang besar pada nagari, daerah, bangsa dan negara.

"Oleh karena itu, kita berharap masalah-masalah di perusahaan ini tidak bias menjadi persoalan politis yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi kita semua dalam jangka panjang," pungkas Iskandar. (*)

Baca Juga

Penulis: Riki