Melalui Seminar K3, Semen Padang Ajak Karyawan Kembali ke Alam

Dirut PT Semen Padang Yosviandri, menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba Semen apadang Improvement Event 2018
Dirut PT Semen Padang Yosviandri, menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba Semen apadang Improvement Event 2018 (ist)

PADANG, KLIKPOSITIFSeminar K3 dan Penganugerahan Semen Padang Improvement Event yang digelar PT Semen Padang, Rabu, 6 Februari 2019, nampak berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

Di tahun ini, perusahaan semen kebangaan masyarakat Sumbar itu, mengajak karyawan kembali ke alam, dengan cara mendorong seluruh karyawan Semen Padang Group untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan perusahaan. 

baca juga:

Salah satu bukti nyata untuk mengurangi sampah plastik oleh perusahaan semen yang hampir berusia 109 tahun itu, adalah pembagian botol minuman kepada seluruh peserta seminar yang terdiri dari karyawan dan karyawati Semen Padang Group.

Bahkan pada seminar tersebut, panitia seminar juga tak membagikan satupun air mineral dalam kemasan plastik sebagai akomodasi peserta seminar. Kecuali dispenser untuk air galon yang yang disediakan panitia dibeberapa spot yang ada di ruang seminar.

baca juga:

"Jadi, itulah gunanya kenapa panitia membagikan botol minuman untuk peserta seminar, supaya sampah plastik tidak berserakan di lingkungan seminar ini," kata Direktur Utama PT Semen Padang Yosviandri usai menghadiri Seminar K3 dan Penganugerahan Semen Padang Improvement Event, Rabu, 6 Februari 2019. 

Seminar K3 dan Penganugerahan Semen Padang Improvement Event sendiri merupakan kegiatan rutin yang digelar PT Semen Padang setiap tahunnya. Pada seminar yang dihadiri ratusan karyawan-karyawati PT Semen Padang tersebut, turut hadir Direktur Operasional PT Semen  Padang, Firdaus dan Direktur Keuangan, Tri Hartono Rianto.

baca juga:

Kemudian di samping itu, juga hadir sejumlah pejabat pemerintahan di lingkungan Pemko Padang dan Provinsi sumbar, serta seorang motivator yang juga menjabat sebagai Kepala Instalasi Paliatif dan Bebas Nyeri RSUD Dr Soetomo, yaitu dr. H. Agus Ali Fauzi. PGD.Pall.Med (ECU) sebagai pemateri Seminar K3.

Pada seminar itu, PT Semen Padang juga mengumumkan pemenang Semen Padang Improvement Event 2018, dan pemenang lomba foto dalam rangka Bulan Mutu & K3 Nasional 2019, serta pembagian doorprize berhadiah menarik seperti dispenser, power bank, dan lain sebaginya. 

baca juga:

Kemudian selain itu, juga dibagikan berbagai hadiah lainnya yang diantaranya, berupa sepeda. Hadiahbtersebut diberikan kepada peserta seminar yang berhasil menjawab sejumlah pertanyaan seputar materi yang disampaikan oleh pemateri seminar K3.

Yosviandri menuturkan bahwa manajemen mendorong seluruh karyawan untuk tidak memanfaatkan plastik sebagai kebutuhan sehari-hari, karena sampah plastik memiliki sisi buruk bagi lingkungan, apalagi sampah plastik juga tahan hingga 100 tahun lamanya, dan juga selama ini, sampah plastik menjadi masalah serius di dunia.

Oleh sebab itu, katanya, melalaui Seminar K3 dan Penganugerahan Semen Padang Improvement Event ini, PT Semen Padang menyadari dampak dari sampah plastik. "Dengan semangat go grend dan kembali ke alam, kita memulai menghilangkan limbah plastik dari dalam (perusahaan). Baik dalam sekala besar atau global," ujarnya.

Lebih lanjut Yosviandri menuturkan bahwa sampah plastik juga menganggu proses berlangsungnya produksi semen, karena terbawa ke pabrik pada saat pengangkutan batu bara sebagai bahan bakar produksi semen, sehingga sampah plastik tersebut kemudian tersangkut di peralatan produksi dan lain sebagainya. 

Akibatnya, sampah plastik yang tersangkut di peralatan tersebut terpaksa diasingkan terlebih dahulu, sehingga aktivitas produksi semen menjadi terganggu. Bahkan, gangguan akibat sampah plastik yang tersangkut tersebut, pada akhirnya juga berdampak kepada meningkatnya biaya produksi semen. 

"Selain sampah plastik menganggu produksi semen, dari segi  lingkungan, minimalisir sampah plastik juga dapat mendidik diri kita sendiri, masyarakat sekitar untuk kembali ke alam. Jadi ke depannya, kalau beli makanan pakai bungkus daun pisang saja atau kertas, karena daun dan kertas murah hancur," bebernya. 

PT Semen Padang sendiri, kata Yosviandri melanjutkan, sudah
memberikan imbauan dan larangan kepada karyawan Semen Padang Group untuk meminimalisir sampah plastik di lingkungan perusahaan, dengan tidak menggunakan botol-botol platik seperti air mineral dalam kemasan berbagai ukuran, dan pemanfaatan plastik lainnya untuk berbagai keperluan karyawan. 

Bahkan imbauan itu, juga telah dibarengi dengan pembagian botol minuman untuk karyawan Semen Padang Group yang telah dimulai pada 2018 lalu. Kemudian pada Seminar K3 dan Penganugerahan Semen Padang Improvement Event ini, pembagian botol minuman kepada karyawan juga kembali dilakukan perusahaan. 

"Hal itu kami lakukan, supaya generasi berikutnya dapat mencontoh apa yang dilakukan perusahaan. Kami pun juga berharap apa yang  dilakukan perusahaan, juga diterapkan oleh seluruh karyawan Semen Padang Group di lingkungan tempat tinggalnya, minimal di lingkungan keluarga," harapnya. 

"Tidak hanya itu, bahkan kami juga berharap masyarakat lingkungan perusahaan, Kota Padang dan Sumbar pada umumnya, juga dapat mengikuti apa yang tengah dilakukan PT Semen Padang. Jadi, mari
menjadikan Keselamatan Kerja sebagai budaya dan bukan hanya slogan semata, sehingga target zero accident untuk tahun 2019 dapat tercapai," tuturnya. 

Mantan Dirut PGAS Solution kelahiran Kota Padang, tahun 1968 silam itu, juga menyebut jika nantinya PT Semen Padang terpaksa menggunakan plastik untuk kebutuhan, dan pada akhirnya plastik  tersebut menjadi sampah, maka sampah plastik tersebut akan dilokalisir dan tidak boleh bertebaran ke mana-mana, supaya bisa dimusnahkan dengan cara dibakar di dalam kilen. 

"Itupun kalau terpaksa kita menggunakan plastik. Tapi yang jelas, kita mulai tidak menggunakan plastik, termasuk bungkus makanan pakai plastik. Pokoknya kita mulai mengurangi pemanfaatan plastik di lingkungan perusahaan, supaya tidak menjadi sampah," katanya. 

Selain mengurangi sampah plastik, Yosviandri juga menuturkan bahwa pada Seminar K3 dan Penganugerahan Semen Padang Improvement Event ini, perusahaan juga akan menerapkan keselamatan berlalu lintas kepada seluruh karyawan Semen Padang Group. Dan ini, katanya, merupakan upaya perusahaan untuk menyelamatkan diri, teman, dan keluarga dari musibah. 

"Aturan ini diterapkan agar kita selamat. Ini bukan aturan yang  dipaksakan untuk diikuti, tapi aturan yang harus dijalankan untuk  kepentingan bersama. Kami tidak ingin di kompleks Semen Padang ini ada pengendara yang meninggal karena kecelakaan," ujarnya. 

"Aturan ini diterapkan agar kita selamat. Ini bukan aturan yang  dipaksakan untuk diikuti, tapi aturan yang harus dijalankan untuk  kepentingan bersama. Kami tidak ingin di kompleks Semen Padang ini ada pengendara yang meninggal karena kecelakaan," ujarnya.

Hemat hingga Rp180 miliar

Terkait program K3 di lingkungan perusahaan yang telah rutin berjalan selama ini, Yosviandri menambahkan bahwa hal itu dapat menekan biaya pengeluaran perusahaan. Bahkan, melalui program K3, perusahaan bisa hemat hingga Rp180 miliar pada tahun 2018 kemarin. 

"Untuk tahun ini, perusahaan juga menargetkan penghematan hingga Rp180 miliar. Jadi, kami berharap dukungan semua pihak, khususnya  insan di Semen Padang Group, karena ini bukan untuk siapa-siapa,  tapi untuk negara juga," katanya. 

Sementara itu, Ketua Panitia Bulan Mutu & K3 Nasional 2019, Fery Sarvino mengatakan Bulan Mutu & K3 Nasional 2019 ini, merupakan bagian dari sosialisasi dengan tujuan, menumbuhkan budaya agar keselamatan dan kesehatan menjadi hal yang paling utama bagi seluruh karyawan Semen Padang Group, dan itu tidak hanya di lingkungan tempat kerja, tapi juga di lingkungan tempat tinggal. 

"K3 ini menjadi sangat penting, karena kalau kita kerja tidak selamat, bagaimana kita menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Kemudian kalau kita tidak sehat, maka produktifitas kita akan turun, dan tentunya ini akan menimbulkan biaya akibat kita tidak sehat dan selamat," kata Fery Sarvino. 

Pada Bulan Mutu & K3 Nasional 2019 ini, lanjutnya, ada sembilan kegiatan yang digelar, dan berbagai kegiatan tersebut, telah berlangsung sejak 12 Januari kemarin, dan akan berakhir pada 12 Februari mendatang.

Selain kegiatan seminar K3, katanya, kegiatan lainnya itu di antaranya lomba PBB, penilaian tim K3 terbaik, tempat kerja teladan, lomba pemadaman api, lomba P3K, lomba foto, dan lomba cerdas cermat. 

Untuk seminar K3, pihaknya mengundang dr. H. Agus Ali Fauzi.  PGD.Pall.Med (ECU) sebagai pemateri Seminar, karena beiau merupakan seorang dokter spesialis menyemangatkan hidup, motivator yang bisa memberikan pencerahan kepada peserta seminar.

Kemudian, tambahnya, beliau juga seorang ustaz yang tentunya, banyak materi yang disampaikan beliau berkaitan dengan ajaran keagaamaan. "Artinya, kehadiran beliau sebagai pemateri seminar ini, ibarat sekali pukul tiga keuntungan yang didapat," ujarnya. (*)

Penulis: Riki