Danlantamal II Padang dan Gubernur Sumbar Jajal Kapal Pemungut Sampah dari Semen Padang

Dirut PT Semmen Padang, Danlantanal II dan Gubernur Sumbar tengah menjajal kapal pemungut sampah bantuan dari Semen Padang
Dirut PT Semmen Padang, Danlantanal II dan Gubernur Sumbar tengah menjajal kapal pemungut sampah bantuan dari Semen Padang (ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama Danlantamal II Padang, Laksma TNI Agus Sulaiman, menjajal kapal pemungut sampah bantuan dari PT Semen Padang yang diserahkan ke Pemprov Sumbar pada momentum peringati Hari Air dan Hari Sampah Nasional yang di pusatkan di Sungai Batang Arau, Seberang Padang, Kota Padang dari sampah, Sabtu, 23 Maret 2019.

Selain Gubernur Sumbar dan Danlantamal II Padang, Direktur Utama PT Semen Padang , Yosviandri, dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Sumbar, Yosmeri, juga ikut menjajal kapal pembersih sampah berukuran sepanjang 10 dengan lebar lebih dari 1 meter tersebut.

baca juga: Dialog di Lubeg Padang, Andre: Gerindra Dengar dan Eksekusi Aspirasi Rakyat

Direktur Utama PT Semen Padang Yosviandri mengatakan, kapal pemungut sampah yang diserahkan ini telah dimodifikasi oleh workshop perusahaan perusahaan, dan kapal ini mampu mengangkut sampah hingga 5 ton sampah untuk sekali angkut.

"Kapal pembersih sampah ini diserahkan, karena perusahaan sangat concern dengan kegiatan pelestarian lingkungan hidup, termasuk menjaga kebersihan Sungai Batang Arau," kata Yosviandri usai menyerahkan kapal dan tong sampah kepada Pemprov Sumbar, Sabtu pagi.

baca juga: PT Semen Padang Bersama 41 BUMN di Sumbar Salurkan 10 Ribu Masker untuk Masyarakat

Selain kapal dengan nama Semen Padang Bersih itu, lanjutnya, perusahaan juga menyerahkan bantuan 40 unit tong sampah. Tujuannya, agar masyarakat di sepanjang Sungai Batang Arau ini dapat lebih meningkatkan kepeduliannya terhadap kebersihan lingkungan.

"Di samping itu, perusahaan juga mengerahkan sekitar 50 karyawan dan karyawati Semen Padang Group, dan sekitar 30 orang relawan Tim Reaksi Cepat  untuk bergotong-royong bersama elemen masyarakat dan instansi dalam membersihkan sampah di sepanjang Sungai Batang Arau ini," ujarnya.

baca juga: Satgas Bencana BUMN Sumbar Salurkan Puluhan Ribu Masker untuk Masyarakat

Dijelaskan Yosviandri, PT Semen Padang turut serta membantu Pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan sungai, khususnya di Batang Arau, merupakan salah satu wujud dari program CSR perusahaan, yaitu Pelestarian Lingkungan dengan tema " Semen Padang Makin Peduli, Nagari Lestari" yang di dalamnya, terdapat aksi " Barasiah Basamo " yang merupakan bagian dari kampanye budaya hidup bersih kepada masyarakat.

Bahkan kegiatan " Barasiah Basamo " itu, telah mulai digelar sejak pertengahan 2018 lalu di beberapa lokasi di Kota Padang , yaitu mwmbersihkan sampah di sepanjang Jalan Raya Indarung dengan melibatkan ratusan karyawan dan masyarakat lingkungan perusahaan yabg diadakan pada 25 Juli 2018.

baca juga: Selama September, UPZ Baznas Semen Padang Salurkan Rp105,5 Juta kepada Para Mustahik

Kemudian pada 2 Agustus 2018, bersama Lantamal II Padang, PT Semen Padang juga membersihkan Pantai Muaro Lasak dari sampah. Satu bulan kemudian, yaitu pada 5 September 2018, bersaama masyatakat lingjungan, juga dilajukan aksi " Barasiah Basamo " dengan membersihkan sampah di kawasan Panorama II, Sitinjau Lauik.

"Aksi Barasiah Basamo ini akan terus kami kampanyekan guna mewujudkan budaya hidup bersih kepada masyarakat. Baik terhadap masyarakat lingkungan perusahaan, maupun masyarakat Kota Padang dan Sumbar umumnya," terang Yosviandri.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, mengapresi PT Semen Padang yang telah peduli terhadap lingkungan dengan memberikan bantuan satu unit kapal pemungut sampah yang dioperasikan di sepanjang aliran Sungai Batang Arau ini, termasuk bantuan 40 unit tong sampah yang nantinya, juga disebar di pemukiman penduduk di sepanjang aliran Batang Harau yang ada di kawasan Sebarang Padang ini.

Oleh sebab itu, ia pun berharap agar masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Batang Arau ini, tidak lagi membuang sampah sembarangan. "Kepada masyarakat Sebarang Padang, termasuk Kota Padang umumnya, buanglah sampah pada tempat-tempat yang disediakan. Jangan kotori sungai dari sampah, karena bisa merusak kualitas air di sungai. Jagalah lingkungan sungai dari sampah," katanya.

Libatkan 2500 massa

Momentum Peringatan Hari Air dan Hari Sampah Nasional yang dipusatkan di Sungai Batang Arau tersebut, Pemprov Sumbar melalui Dinas Kelautan dan Perikanan tidak hanya melibatkan PT Semen Padang , tapi juga TNI, OPD terkait di lingkungan Pemprov Sumbar, dan Pemerintah Kabupaten/Kota, serta BUMD dan BUMN di Sumbar.

"Total massa yang terlibat sekitar 2500 orang. Gotong-royong bersih sungai ini dimulai pada pukul 06.30 WIB hingga pukul 11.00 WIB, dan ini merupakan bagian dari mewujudkan perairan laut bersih. Dalam kegiatan ini, juga disediakan mobil pengakut sampah dari Dinas Kebersihan & Pertamanan Kota Padang ," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Sumbar, Yosmeri.

Yosmeri berharap melalui gotong-royong ini, maka Sungai Batang Arau yang dekat dengan kawasan wisata Pantai Padang ini, ke depan akan bisa dimanfaatkan untuk objek wisata air dan kuliner. Bahkan untuk mewujudkannya, Dinas Kelautan dan Perikanan akan kembali mengadakan aksi bersih-bersih di Sungai Batang secara massal.

"Rencananya tiga bulan ke depan akan kami adakan lagi gotong-royong massal di Sungai Batang Arau ini. Namun di samping itu, masyarakat di sekitar aliran Sungai Batang Arau ini diharapkan menjaga lingkungannya dari sampah, supaya sungai ini tetap bersih dan eko sistem yang ada di sungai ini seperti ikan, bisa berkembang dengan baik," ujarnya.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar, tambahnya, menargetkan dalam 1,5 tahun ke depan, muara hingga hulu Sungai Batang Arau harus bersih dari sampah.

Bahkan untuk mewujudkannya, Yosmeri mengaku bahwa pihaknya sudah mengkomunikasikannya dengan Walikota Padang untuk menyiapkan regulasi dalam bentuk Perwako, khusus untuk Sungai Batang Arau. "Tujuan Perwako itu, supaya ke depan tidak ada lagi sampah di sungai ini," ujarnya.(*)

Penulis: Riki