CSR Semen Padang Sekolahkan 2 Pelajar Kurang Mampu di Sampoerna Academy Boarding School Bogor

2 pelajar kurang mampu yang disekolahkan CSR Semen Padang di Sampoerna Academy Boarding School berfoto bersama dengan Kabid DikkessosLH CSR Semen Padang, Kasmawati dan pihak Yayasan Putera Sampoerna Foundation, Tobias Susanto.
2 pelajar kurang mampu yang disekolahkan CSR Semen Padang di Sampoerna Academy Boarding School berfoto bersama dengan Kabid DikkessosLH CSR Semen Padang, Kasmawati dan pihak Yayasan Putera Sampoerna Foundation, Tobias Susanto. (Riki Wijaya/KLIKPOSITIF )

KLIKPOSITIF -- Setelah menjalani tes yang cukup selektif, akhirnya Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang mengirim dua orang pelajar berprestasi yang kurang mampu untuk sekolah di Sampoerna Academy Boarding School, Bogor, Jawa Barat.

Kedua pelajar itu, yakni Uci Triayunda (15), warga Jalan Manunggal No91, Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, dan Kevin Gusriandi (15), warga Jalan Raya Gadut, Bandar Buat, Lubuk Kilangan, Kota Padang. Keduanya akan berangkat ke Bogor pada Jumat besok.

Kepala Bidang DikkessosLH CSR Semen Padang, Kasmawati mengatakan, kedua pelajar ini dikirim ke Sampoerna Academy Boarding School, setelah CSR Semen Padang melakukan kerjasama dengan Yayasan Putera Sampoerna Foundation.

Kerjasama ini, kata Kasmawati, merupakan yang pertama dilakukan antara Semen Padang dengan pihak Yayasan Putera Sampoerna Foundation. Untuk itu, ia berharap kerjasama ini bisa berjalan lancar.

"Jika lancar, maka akan terbuka kesempatan untuk pelajar kurang mampu lainnya agar bisa bersekolah di Sampoerna Academy Boarding School, khususnya yang tinggal di Ring 1 Semen Padang," kata Kasmawati kepada KLIKPOSITIF disela-sela pelepasan siswa Sampoerna Academy Boarding School di Kantor CSR, Kamis, 21 Juli 2016.

Selain dihadiri oleh kedua pelajar, pelepasan siswa Sampoerna Academy Boarding School itu juga dihadiri oleh kedua orangtua pelajar dan pihak dari Yayasan Putera Sampoerna Foundation, yakni Tobias Susanto.

Kepada KLIKPOSITIF, Tobias menyebut bahwa kedua pelajar ini akan mulai sekolah pada 25 Juli 2016 mendatang yang diawali dengan masa orientasi siswa. Keduanya akan bergabung dengan 170 siswa baru lainnya yang berasal dari 23 provinsi di Indonesia.

"Keduanya juga akan mendapat fasilitas seperti seragam sekolah, buku pelajaran, asrama, dan makan 3 kali sehari. Tidak hanya itu, keduanya juga dibolehkan pulang ke kampung halamannya 2 kali dalam setahun, yaitu setiap libur akhir semester dan lebaran. Biaya pulang kami yang nanggung," ujarnya.

"Tugas mereka cuma satu, yaitu belajar, belajar dan belajar. Jika tamat, mereka juga tidak perlu khawatir. Sebab, lapangan pekerjaan mereka yayasan yang menyediakan, karena yayasan sudah bekerjasama dengan perusahaan berskala nasional dan internasional," sambung Tobias.

Kepada kedua orangtua perlajar, Tobias berharap untuk tidak khawatir akan masalah yang akan dialami oleh anaknya. Sebab, sekolah punya guru bimbingan konseling yang nantinya, akan memberikan solusi kepada pelajar yang punya masalah.

"Baik masalah pendidikan maupun masalah lain sebagainya," ujarnya. Kemudian, tambahnya, pihak yayasan juga memberikan izin kepada pelajar untuk membawa handphone, sehingga bagi pelajar yang rindu keluarganya di kampung, bisa dihubungi lewat handphone.

"Kami tidak melarang pelajar membawa handphone ke sekolah, tapinkami melarang pelajar menggunakan handphone saat jam pelajaran berlangsung," tuturnya.

Baca Juga

Penulis: Riki