Disekolahkan CSR Semen Padang di Sampoerna Academy Boarding School, Buruh Serabutan Ini Ngaku Sedih

Siang itu, Kamis, 21 Juli 2016, di ruang tunggu Kantor Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang yang berada di Kompleks PT Semen Padang , Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat, duduk seorang remaja putri bernama Uci Triayunda.

Remaja berusia 15 tahun yang akrab disapa Uci itu, diapit oleh seorang perempuan paruh baya dan seorang laki-laki berbaju kemeja kotak-kotak yang belakangan diketahui bahwa keduanya, merupakan orangtua Uci yang tinggal di Jalan Manunggal No 91, Kelurahan Batu Gadang, Lubuk Kilangan. 

baca juga: Gerak Cepat, PT Semen Padang Bantu Korban Kebakaran di Tarantang

Uci merupakan salah satu dari dua calon siswa baru yang disekolahkan CSR Semen Padang di Sampoerna Academy Boarding School, yang merupakan sekolah bertaraf lnternasional yang berada di bawah naungan Yayasan Putera Sampoerna Foundation.

Saat ditemui KLIKPOSITIF , Ayah Uci bernama Osman (50), menyebut bahwa dia dan istrinya datang ke Kantor CSR Semen Padang untuk mendampingi Uci dalam acara pelepasan Siswa Sampoerna Academy Boarding School oleh pihak CSR.

baca juga: FKKSPG Kirim 13 Atlet Binaan ke PON Papua, Rinold Thamrin: Target Kami 5 Medali Emas

"Besok (Jumat, 22 Juli 2016) Uci akan berangkat ke Bogor untuk melanjutkan pendidikannya di sekolah yang baru, yaitu di Sampoerna Academy Boarding School. Hari ini acara pelepasan Uci oleh CSR ke pihak samoperna academy," ujarnya.

Meski bangga karena Uci dapat beasiswa dari CSR Semen Padang untuk sekolah di Sampoerna Academy Boarding School, namun buruh serabutan itu juga menuturkan bahwa dirinya juga merasa sangat sedih, karena berpisah dalam waktu yang cukup lama dengan Uci.

baca juga: Selama Agustus, Semen Padang Ekspor Semen dan Klinker 111 Ribu MT

"Selama ini saya tidak pernah pisah dengan Uci. Sekarang dalam waktu yang cukup lama, saya harus berpisah dengan Uci. Jujur, ini semua berat bagi saya. Tapi demi masa depan Uci, saya harus kuat menerimanya," kata Osman dengan nada lirih.

Uci, lanjutnya, merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Selain dirinya, ibu dan dua kakaknya juga berat melepaskan Uci pergi jauh ke Bogor. Namun karena ini keinginan Uci, semua keluarga hanya bisa mendukung.

baca juga: Meraih Berkah dari Potensi Kopi Bancah

"Kami tidak bisa menahan kehendak Uci. Kami hanya bisa mendoakan agar Uci sukses menggapai prestasi di sekolah yang baru. Apalagi dia juga merupakan anak yang mandiri, dan pandai bergaul," ujarnya.

Senada dengan Ibunya, Suwartini. Perempuan berusia 46 tahun itu menyebut bahwa sebenarnya, Uci sudah diterima sekolah di SMA Negeri 4 Padang melalui jalur mandiri.

Namun pada 20 Juli kemarin, pihak CSR Semen Padang datang ke rumah dan mengatakan bahwa Uci lulus seleksi di Sampoerna Academy Boarding School.

Mendengar kabar baik itu, dengan senang hati Uci pun langsung memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 4, dan Uci memilih bersekolah di Sampoerna Academy Boarding School.

Karena 5 tahun sekolah di sana, Uci meraih gelar sarjana. Bahkan yang menggembirakan, begitu selesai menjalani pendidikan, Uci langsung diterima bekerja di perusahaan besar yang ada di Indonesia.

"Keunggulan sekolah itu juga yang membuat kami sekeluarga mengizinkan Uci, karena ini juga keinginan Uci sejak awal mengikuti seleksi yang diselenggaran pihak sekolah dan CSR Semen Padang ," tuturnya.

Perempuan berhijab yang berprofesi sebagai guru ngaji di Musala Muta'alimin Batu Gadang itu juga menuturkan bahwa keberhasilan Uci mendapatkan beasiswa dari CSR Semen Padang , tidak terlepas dari kerja keras Uci untuk terus belajar dan belajar.

Bahkan, katanya, kerja keras itu sudah terlihat sejak Uci masih duduk di bangku SD Negeri 13 Batu Gadang, karena selama SD, Uci selalu masuk 10 besar. Bahkan pernah menjadi juara 1 di kelas.

Begitu juga prestasinya waktu duduk di bangku SMP Negeri 11 Padang. Uci selalu masuk kelas unggul, karena selalu rangking 5 besar di kelasnya. Bahkan saat duduk di kelas 1 SMP, Uci pernah juara 2 di kelas.

"Selain prestasi akademik, di rumah Uci juga ringan tangan membantu saya bekerja seperti memasak, mencuci pakaian dan piring, serta membereskan pekerjaan rumah lainnya," bebernya.

Sementara itu, Kabid DikkessosLH CSR Semen Padang , Kasmawati mengatakan, selain Uci, pelajar lainnya yang dikirim CSR ke Sampoerna Academy Boarding School, adalah Kevin Gusriandi (15), warga Jalan Raya Gadut, Bandar Buat, Lubuk Kilangan, Kota Padang. 

"Uci dan Kevin dikirim ke Sampoerna Academy Boarding School, setelah CSR Semen Padang melakukan kerjasama dengan Yayasan Putera Sampoerna Foundation," kata Kasmawati kepada KLIKPOSITIF disela-sela pelepasan siswa Sampoerna Academy Boarding School di Kantor CSR.

Dilanjutkannya, kerjasama ini merupakan yang pertama dilakukan antara Semen Padang dengan pihak Yayasan Putera Sampoerna Foundation. Untuk itu, ia berharap kerjasama ini bisa berjalan lancar.

"Jika lancar, maka akan terbuka kesempatan untuk pelajar kurang mampu lainnya agar bisa bersekolah di Sampoerna Academy Boarding School, khususnya yang tinggal di Ring 1 Semen Padang ," katanya. 

Pihak Yayasan Putera Sampoerna Foundation, Tobias Susanto membeberkan bahwa kedua pelajar ini akan mulai sekolah pada 25 Juli 2016 mendatang yang diawali dengan masa orientasi siswa. 

Keduanya akan bergabung dengan 170 siswa baru lainnya yang berasal dari 23 provinsi di Indonesia. "Keduanya akan mendapat fasilitas seperti seragam sekolah, buku pelajaran, asrama, dan makan 3 kali sehari," bebernya.

Keduanya, tambah Tobias,  juga dibolehkan pulang ke kampung halamannya 2 kali dalam setahun, yaitu setiap libur akhir semester dan lebaran. Biaya pulang pun ditanggung pihak yayasan.

"Tugas mereka cuma satu, yaitu belajar, belajar dan belajar. Jika tamat, mereka juga tidak perlu khawatir. Sebab, lapangan pekerjaan mereka, yayasan yang menyediakan, karena yayasan sudah bekerjasama dengan perusahaan berskala nasional dan internasional," katanya.

Penulis: Riki