Hari Pertama Sekolah, Yayasan Igasar Semen Padang Sambut Siswa Baru dengan Meriah

Pemasangan topi dan kokarde oleh Ketua umum dan kepala sekolah SMA Semen Padang sebagai tanda dimulainya masa pengenalan lingkungan sekolah di sekolah itu, Senin pagi, 15 Juli 2019
Pemasangan topi dan kokarde oleh Ketua umum dan kepala sekolah SMA Semen Padang sebagai tanda dimulainya masa pengenalan lingkungan sekolah di sekolah itu, Senin pagi, 15 Juli 2019 (KLIKPOSITIF/Fitria Marlina)

PADANG, KLIKPOSITIF - Hari pertama sekolah, Yayasan Igasar Semen Padang sambut siswa baru di lingkungan yayasan sekolah dengan berbagai kegiatan meriah. Hal ini terjadi di Senin pagi, 15 Juli 2019 di lingkungan sekolah. Hadir dalam kesempatan itu Ketua Umum Yayasan Igasar Semen Padang, Desramon, Kepala Sekolah SMA Semen Padang, Zaiful Anwar pengawas pendidikan dari dinas Pendidikan Kota Padang Herman, pengurus dan karyawan yayasan serta guru sekolah.

Ketua Umum Yayasan Igasar Semen Padang dalam sambutannnya mengucapkan selamat datang di Yayasan Igasar Semen Padang. "Sekolah kita merupakan sekolah pertama di Kota Padang yang memanfaatkan Google for Education dalam proses pembelajaran. Sehingga belajar langsung terhubung dengan Google untuk beberapa mata pelajaran yang telah kita tentukan ," jelasnya.

baca juga: SPH Kini Jadi Salah Satu RS Rujukan Pasien yang Mampu Tampung Pasien COVID-19

Ia mengatakan sekolah adalah rumah kedua sehingga siswa diharapkan bisa nyaman dan berlaku seperti di rumah. "Sekolah kita merupakan sekolah bertalenta yang memberikan kesempatan menunjukkan bakat dan kemampuan. Kita harapkan dari siswa baru yang datang hari ini, ada talent-talent baru yang muncul," jelasnya.

Pada hari pertama sekolah ini juga dilakukan pemasangan kokarde Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai tanda dimulainya kegiatan pengenalan lingkungan seklah kepada siswa baru dari tanggal 15 s/d 19 Juli 2019. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan MPLS sekitar 102 orang. Dari 102 ini, akan ada talen baru yang muncul dalam berbagai bidang yang ada di sekolah," jelasnya.

baca juga: Bantu Atasi COVID-19, Semen Padang Berpartisipasi Aktif di Satgas Bencana Nasional BUMN Sumbar

Ia berharap semoga siswa baru bisa menggapai prestasi yang dicita-citakan di sekolah-sekolah yayasan. "Salam kepada Bapak -Ibu di rumah. Sampaikan terima kasih karena telah mempercayakan anaknya di sekolah sehingga bisa mewujudkan amanah ini dengan baik," jelasnya.

Hujan yang turun di pagi hari membuat acara dilaksanakan di masing-masing tingkat sekolah. "Jika di hari pertama sekolah dan hari Senin kita melaksanakan upacara bendera di lapangan, maka untuk hari ini kita laksanakan di lingkungan sekolah masing-masing (ruang serba guna) untuk upacara pagi ini dan menyambut siswa baru," kata Kepala Sekolah SMA Semen Padang, Zaiful Anwar saat menjadi pembina upacara.

baca juga: Komunitas Motor, Sepeda dan Foto Asal PT Semen Padang Gelar Gowes Bareng Lewati Tiga Danau di Solok

Dalam sambutannya sebagai pembina upacara, Ia mengatakan bahwa pola pendidikan bagi siswa SMA merupakan pendidikan baru. "Baru disini yakni meninggalkan tata cara pola dan tingkah laku anak SMP. Tingkatan pendidikan SMA merupakan tingkatan pendidikan formal ketiga atau keempat bagi yang mengikuti pendidikan Taman Kanak-kanak (TK). Secara psikologis, pendidikan SMA sudah memikirkan masa depan. Salah satu hal yang harus dipikirkan nantinya yakni menembus perguruan tinggi dengan baik, bukan bekerja," katanya.

"Jika saat pendidikan TK belajar sebanyak 0 persen, maka bermain akan dilakukan sebanyak 100 persen. Saat pendidikan dasar, belajar dilakukan sebanyak 25 persen dan bermain sebanyak 75 persen. Sedangkan saat kita memasuki usia SMP, maka kewajiban belajar adalah 50 persen dan 50 persen untuk bermain. Sementara itu, untuk tingkat SMA, belajar akan dilakukan sebanyak 75 persen dan bermain sebanyak 25 persen. Berarti di tingkat ini, waktu untuk belajar lebih banyak dari bermain. Sedangkan untuk level kelima atau tingkat perguruan tinggi, belajar akan dilakukan sebanyak 100 persen dengan bermain sebanyak 0 persen," tuturnya.

baca juga: Yayasan Igasar Semen Padang Gelar Sosialisasi dan Edukasi Virus Corona

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak siswa baru yang masuk ke SMA Semen Padang juga memanfaatkan potensi yang dimilikinya dalam mengembangkan potensi diri yang dimiliki di luar pendidikan akademik di sekolah. "Kembangkan bakat dan minat yang dimiliki dengan maksimal. Kita akan gali dan kembangkan sendiri dengan binaan langsung dari sekolah kita di Yayasan Igasar Semen Padang. Semoga peroleh hasil maksimal dengan enjoy dan minat serta bakat yang juga menjadi perhatian kita guru-guru di sekolah," jelasnya.

Ia menjelaskan untuk guru-guru yang ada di SMA Semen Padang juga mampu mengarahkan dan menjadi pembina untuk anak didik saat ini. "Semoga bisa diarahkan dengan pembinaan yang baik. Guru di Semen Padang adalah orang tua di sekolah," katanya.

Dalam masa MPLS, siswa SMA Semen Padang tahun ini berjumlah 102 yang terdiri dari empat gugus. Mereka akan dikenalkan dengan kurikulum sekolah, bimbingan konseling, perpustakaan, materi soal pramuka, karakter, mental, dan tata krama. Untuk instruktur nantinya akan dilakukan oleh karyawan dan pegawai di lingkungann yayasan.

Sementara itu, untuk siswa baru di SD Semen Padang 1 dan 2, siswa baru diantar orang tua dan akan melakukan pengenalan lingkungan sekolah (PLS) selama tiga hari. "Selama tiga hari, orang tua boleh mendampingi siswa di kelas. Namun jika sebelum tiga hari mereka sudah mandiri, maka itu sangat bagus," kata Kepala Sekolah SD Semen Padang 2, Bustami saat pengenalan siswa dan guru-guru di hall SD Semen Padang.

Ia mengatakan, bagi siswa kelas satu SD, pengenalan lingkungan sekolah menjadi hal yang bagus dalam menumbuhkan sikap berani dan mengenal satu sama lain dalam lingkungannya, termasuk dengan guru dan karyawan di yayasan. "Ini ajang mengenalkan siswa dengan lingkungan baru mereka sehingga sangat baik dalam tumbuh kembangnya," jelasnya.

Dalam pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru di Yayasan Igasar Semen Padang, untuk tingkat SD dan SMP, masa pengenalan dilakukan selama tiga hari (15 s/d 17 Juli 2019), sedangkan untuk tingkat SMA, masa pengenalan dilakukan selama lima hari (15 s/d 17 Juli 2019). (*)

Penulis: Fitria Marlina