1000-an Jamaah Salat Istisqo di Semen Padang, Khatib Minta Umat Perbanyak Minta Ampun pada Allah

karyawan Semen Padang dan masyarakat lingkungan perusahaan mengikuti Salat Istisqo di lapangan Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Rabu (25/9/2019) pagi.
karyawan Semen Padang dan masyarakat lingkungan perusahaan mengikuti Salat Istisqo di lapangan Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Rabu (25/9/2019) pagi. (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Sekitar 1000-an jamaah mengikuti Salat Istisqo yang dilaksanakan di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang , Rabu (25/9/2019) pagi, untuk memohon Allah menurunkan hujan, menyusul bencana kekeringan yang menimpa Kota Padang dan daerah lainnya di Sumbar. Salat dengan Imam dan Khatib Ustadz Muhammad Ridha Nur, Lc. MA itu berjalan lancar.

Dalam khutbahnya berjudul "Menggapai Kasih Sayang Allah", ustadz kelahiran Bangkinang 24 juli 1970 itu mengatakan pada zaman Imam Nawawi, terjadi kemarau panjang. Imam Nawawi oleh masyarakat, diminta menjadi Imam Salat Istisqa. Kemudian Imam Nawawi mengajukan empat syarat, yaitu mengembalikan hak-hak orang yang terzalimi, minta ampun kepada Allah, Berpuasa tiga hari dan bersedekah.

baca juga: Berpartisipasi Aktif Tanggulangi Dampak Covid-19, Semen Padang Terima Penghargaan dari Pemko Padang

Pelajaran yang bisa diambil dari empat syarat itu, sebut Ustadz Ridha, adalah rahmat dan kasih sayang Allah SWT kepada HambaNya berbanding lurus dengan ketaatan kesalehan seseorang. Untuk mendapatkan rahmat dan kasih sayang tersebut, minta ampun kepada Allah atau taubat, adalah syarat utama untuk mendapat kasih sayang Allah.

Taubat dapat dilakukan dengan cara mengembalikan hak-hak orang terzalimi, karena doa orang teraniaya mustajab. Dalam hadist dikatakan bahwa pertolonggan Allah SWT akan datang disebabkan doa orang-oraang miskin dan orang-orang dhu’afa. Kemudian, perbanyak istighfar sebagaimana yang diperintahkan Nabi Nuh kepada seluruh umatnya.

baca juga: Semen Padang Adakan Webinar Cegah COVID-19 untuk Istri Karyawan

Kemudian pelajaran lainnya terkait doa orang puasa mustajab, Pengurus MUI Sumbar itu menyebutkan dalam Hadist dikatakan ada tiga doa yang tidak tertolak, diantranya doa orang berpuasa sampai berbuka. Lalu terkait membiasakan bersedekah, Ustadz Ridha menyebut bahwa bersedekan bisa memamdamkan api yang membara sebagaimana dalam Hadist Rasulullah.

Alumni Islam Madinah tahun 1997 itu menjelaskan bahwa bersedekah, adalah karekter yang positif karena suka memberi, dan Allah sangat senang dengan HambaNya yang suka berbagi dan bersedekah. Membudayakan bersedekah itu artinya mengetuk pintu langit. Kemudian, Allah turunkan hujan.

baca juga: Tim Baharkam Polri Optimis Semen Padang Kantongi Sertifikat SMP dan Raih Predikat Gold

"Untuk itu pada pagi yang mulia ini, mari kita bermunajat kepada Allah dan kita bersihkan hati dan jiwa kita dari noda-noda dosa, maksiat dan kesyirikan yang menghambatnya turunya Rahmat Allah. kita tundukkan hati kita agar Allah menurunkan hujan dan rahmatNya dinegeri yang mulia ini," ujar Ketua IKADI Kota Padang itu.

Shalat Istisqo itu diikuti karyawan Semen Padang Group, siswa SD, SMP, SMA/SMK, Guru dan Pengurus Yayasan Igasar Semen Padang . Tampak juga Direktur Produksi PT Semen Padang Firdaus, Direktur Keuangan, Tubagus Muhammad Dharury, dan jajaran staf pimpinan Semen Padang .

baca juga: Supervisi Implementasi Sistim Manajemen Pengamanan, Tim Mabes Polri Kunjungi Semen Padang

Direktur Produksi PT Semen Padang Firdaus menjelaskan, Salat Istisqo itu diprakarsai PT Semen Padang untuk bermunajat kepada Allah Swt agar menurunkan hujan. "Saat ini sebagian daerah di Kota Padang sudah mengalami kekeringan akibat kemarau berkepanjangan, termasuk Kecamatan Lubuk Kilangan yang merupakan bagian dari lingkungan perusahaan," kata Firdaus, yang didampingi , Direktur Keuangan, Tubagus Muhammad Dharury, dan Ka.Unit Humas & Kesekretariatan Nur Anita Rahmawati usai salat.

Firdaus mengungkapkan, di Lubuk Kilangan ada empat kelurahan yang terdampak kekeringan, yaitu Batu Gadang, Padang Besi, Baringin dan Tarantang. PT Semen Padang sudah mendistribusikan air bersih untuk masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih.

"Alhamdulillah tadi malam sempat hujan, dan diharapkan beberapa hari ke depan curah hujan semakin banyak, supaya sawah masyarakat yang mengalami kekeringan akibat kemarau, juga bisa dialiri air. Kemudian di samping itu, dampak kabut akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera juga bisa hilang, karena kabut asap ini bisa menyebabkan ISPA," ujarnya.

Selain masyarakat kesulitan air bersih, Firdaus juga menuturkan bahwa kemarau tersebut juga membuat sungai Lubuk Peraku Padang sebagai sumber air untuk operasional perusahaan juga mengalami kekeringan. "Tidak hanya perusahaan, kekeringan Sungai Lubuk Peraku itu juga menyebabkan sawah masyarakat ikut terdampak, karena sebagian besar pasokan air untuk sawah masyarakat berasal dari Sungai Lubuk Peraku," bebernya.

Sebelumnya, Kepala Unit Humas dan Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati mengatakan, Salat Istisqa ini dilakukan sebagai bentuk inisiatif Semen Padang dalam rangka memanjatkan doa kepada Allah agar diturunkan hujan, apalagi musim kemarau itu juga mengakibatkan kabut asap yang semakin tebal akibat karhutla yang terjadi di beberapa beberapa provinsi pulau Sumatera, telah sampai ke Sumbar.

Krisis air bersih ini membuat perusahaan melakukan efesiensi air dan sejumlah upaya untuk mencegah kebocoran air di sekitar Semen Padang ," katanya.(*)

Penulis: Riki Suardi