Abrek Sejumlah Prestasi, Atlet Perisai Diri Semen Padang Ini Ingin Kibarkan Merah Putih di Kancah Internasional

Pesilat Perisai Diri Semen Padang, Melsan Cahyani (dua dari kiri) saat berada di atas podium nomor 1 di Kejuaraan Pordida Sumbar beberapa waktu lalu
Pesilat Perisai Diri Semen Padang, Melsan Cahyani (dua dari kiri) saat berada di atas podium nomor 1 di Kejuaraan Pordida Sumbar beberapa waktu lalu (Istimewa)

Melsan Cahyani, merupakan atlet Pencak Silat di Kota Padang. Pelajar kelas IX SMP Semen Padang itu bertekat untuk mengibarkan sang saka Merah Putih di ajang SEA Games melalui cabang olahraga Pencak Silat.

****

baca juga: Dari Webinar Series #7, Dirut PT Semen Padang; Jaga Keselamat Diri dan Keluarga dari COVID-19

SEJAK bergabung di Keluarga Silat Nasional (Kelatnas) Perisai Diri Semen Padang , seabrek prestasi berhasil diraih oleh remaja yang akrab disapa Melsan itu. Terakhir, adalah medali Emas di kejuaraan Pordida Sumbar 2016 yang digelar di Aula Universitas Bung Hatta, Padang.

Kini anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Eli (41) dan Rusdiman (43) itu, mempunyai mimpi untuk mengibarkan sang saka Merah Putih. Untuk itu, ia berharap semua pihak mau mendorong cita-cita mulyanya itu supaya bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.

baca juga: Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang Dimulai, Pakai Produk Semen Padang

"Itu target terakhir saya. Saya ingin mengibarkan sang saka Merah Putih di SEA Games nanti. Saya berharap, keinginan itu bisa terwujud kelak," kata Melsan saat ditemui KLIKPOSITIF di sekolahnya, Senin, 11 April 2016.

Bukan tidak mungkin remaja kelahiran 1 Maret 2001 itu bisa mewujudkan mimpinya untuk mengibarkan Merah Putih di ajang Internasional Pencak Silat, karena Pencak Silat adalah hobinya sedari kecil.

baca juga: Yuk Ikuti Webinar dengan Tema Menjaga Kesehatan Ibu Hamil dan Anak Selama Masa Pandemi Bersama SPH

Bahkan, ketika duduk di kelas VII SMP, remaja berusia 15 tahun itu mengaku bahwa dirinya langsung mendaftar sebagai atlet di Kelatnas Perisai Diri melalui program ekstra kurikuler yang ada di sekolahnya.

Setelah resmi bergabung di Kelatnas Perisai Diri , dia pun semangat untuk berlatih hingga di tahun keduanya berlatih, dia pun dipercaya untuk mengikuti kejuaraan Satria Muda Indonesia Terbuka 2014 Sumbar, Riau, Jambi dan berhasil meraih medali Perunggu.

baca juga: Dokter Spesialis Olahraga SPH: Rutin Latihan Fisik Selama 30 Menit Turunkan Resiko Terkena COVID-19

"Itu pertandingan pertama sekaligus prestasi pertama bagi saya. Alhamdulillah saya berhasil membawa medali Perunggu," ujarnya. Medali Perunggu yang ia dapatkan di Kejuaraan SMI Terbuka merupakan awal dari perjalanan karir Melsan di cabang olahraga silat.

Buktinya, beberapa bulan kemudian dia kembali meraih medali Perunggu di Kejuaraan Camar Putih Terbuka se-Sumbar. "Saya hanya mampu mendapatkan Perunggu setelah saya ditekuk oleh lawan saya di babak semi final," ujarnya.

Dua kali menelan kekalahan di babak semi final, namun semangat Melsan untuk terus berprestasi semakin menggebu-gebu sehingga satu tahun kemudian, prestasinya mulai membaik. Tahun 2015, dia pun berhasil meraih medali Perak di Kejurnas Perisai Diri .

Beberapa bulan kemudian, dia pun dipercaya mewakili sekolahnya untuk turun di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Sumbar dan berhasil menyabet medali Emas yang sudah lama diimpikannya.

Berkat kemenangannya di O2SN itu, dia pun dikirim untuk mewakili Sumbar di O2SN tingkat Nasional dan kembali meraih medali Emas. "Itu adalah Emas pertama saya di ajang kejuaraan nasional. Saya sangat bangga sekali ketika itu," kenangnya.

Meski berhasil meraih medali Emas di O2SN tingkat Nasional, namun Melsan mengaku tak langsung puas. Dia pun terus giat untuk berlatih hingga akhirnya, dia pun dikirim ke Malaysia untuk bertanding di Kejuaraan Antar Bangsa 2015.

"Di negeri Melayu itu, saya hanya mampu meraih medali Perak. Meskipun demikian, saya cukup puas dengan capaian yang saya dapatkan," bebernya.

Begitu pulang dari Malaysia, lanjutnya, satu bulan kemudian dia pun langsung mengikuti Kejurnas IPSI di Taman Mini Indonesia Indah dan berhasil meraih medali Perunggu.

Melsan mengaku bahwa dirinya tidak melulu dipercaya untuk turun di kategori laga. Bahkan, di Pertamina Cup 2015, dia pun turun bertanding di kategori beregu putri dan ganda putri. "Beregu putri saya dapat medali Emas dan ganda putri medali Perak," bebernya.

Meski berhasil mengabrek sejumlah prestasi, Melsan mengaku bahwa disetiap pertandingan pasti ada beban yang harus dipikul, meskipun pelatih tidak menargetkan dirinya untuk meraih medali Emas.

Seperti dikejuaraan Pencak Silat tingkat SLTP/SLTA se-Sumatera yang digelar awal 2016 kemarin di MAN 3 Padang. Meski hanya meraih medali Perak, namun dia mengaku kehilangan kepercayaan diri ketika itu.

"Kalah menang itu biasa. Namun ketika itu, saya menangis ketika dikalahkan lawan saya di babak final. Tapi begitu diyakinkan sama teman-teman bahwa saya bisa lebih baik lagi, akhirnya kepercayaan diri saya kembali pulih dan saya terus rajin untuk berlatih," terangnya.

Berkat keseriusannya itu, Melsan pun kembali meraih medali Emas berturut-turut di dua kejuaraan yang terakhir diikutinya. "Sebelum Kejuaraan Pordida, saya juga mengikuti Kejuaraan Pelajar Daerah dan saya berhasil meraih medali Emas," imbuhnya.

Melsan mengakui bahwa prestasi yang diraihnya itu tidak terlepas dari dorongan orangtua dan pelatih, serta dukungan dari pihak sekolah dan kawan-kawan seperguruannya.

"Kalau bukan karena dorongan pelatih dan orangtua serta dukungan pihak sekolah, belum tentu saya bisa berdiri di atas podium nomor 1," cetusnya.

Masuk 10 besar

Meski prestasi olahraganya dibilang mulus, namun prestasi akademik Melsan nampaknya tidak kalah jauh. Buktinya, sejak duduk dibangku SMP, Melsan selalu mendapatkan peringkat 10 besar di kelasnya.

"Di samping bersilat, akademik tetap nomor satu. Karena itu pesan kedua orangtua saya, dan saya selalu ingat dengan pesan-pesan tersebut," tutur Melsan sembari mengatakan bahwa saat ini, dia tengah sibuk mempersiapkan diri untuk mengikuti Ujian Nasional yang akan digelar pada Mei mendatang.

Terkait dengan targetnya untuk mengibarkan sang saka Merah Putih di kancah Internasional, Melsan berharap agar semua pihak mau memberikan dukungan dan dorongan supaya cita-citanya itu bisa terwujud.

"Kalau tanpa ada dukungan, belum tentu mimpi saya bisa terwujud. Untuk itu, saya berharap semua pihak terkait lebih memperhatikan perkembangan prestasi dunia olahraga, khususnya Pencak Silat. Karena Silat adalah seni bela diri asli Indonesia," pungkasnya.

Penulis: Riki