Didukung Semen Padang, MTs Luki Berhasil Telorkan Lulusan yang 100 Persen Diterima di Sekolah Negeri

BELAJAR - Para pelajar MTs Lubuk Kilangan tengah belajar menggunakan fasilitas komputer. MTS Luki merupakan sekolah binaan PT Semen Padang, pada tahun ini berhasil menelorkan lulusan pertama yang 100 persen diterima di SMA/SMK Negeri. Foto di atas diambil sebelum pandemi COVID-19.
BELAJAR - Para pelajar MTs Lubuk Kilangan tengah belajar menggunakan fasilitas komputer. MTS Luki merupakan sekolah binaan PT Semen Padang, pada tahun ini berhasil menelorkan lulusan pertama yang 100 persen diterima di SMA/SMK Negeri. Foto di atas diambil sebelum pandemi COVID-19. (Ist)
PADANG, KLIKPOSITIF

- Untuk pertama kalinya, Madrasyah Tsanawiyah (MTs) Lubuk Kilangan yang merupakan sekolah binaan Corporate Social Responsibility ( CSR ) Semen Padang , berhasil meluluskan 100 persen siswa kelas IX pada tahun 2020 ini. Menariknya, semua lulusan sekolah yang berada di bawah Yayasan Perguruan Islam (YPI) Lubuk Kilangan itu, diterima di sekolah negeri di Kota Padang.

"Ini prestasi luar biasa, apalagi 100 persen siswa kelas IX diterima di sekolah negeri. Untuk itu, kami dari Semen Padang berterimakasih kepada seluruh majelis guru dan pengurus yayasan yang telah memberikan yang terbaik untuk sekolah MTs Lubuk Kilangan," kata Kepala Unit CSR Semen Padang Muhamad Ikrar saat menghadiri HUT ke- 3 MTs Lubuk Kilangan, Jumat (10/7/2020) siang.

baca juga: Dokter Spesialis Olahraga SPH: Rutin Latihan Fisik Selama 30 Menit Turunkan Resiko Terkena COVID-19

HUT MTs Lubuk Kilangan itu juga dihadiri oleh salah satu inisiator pendirian MTs Lubuk Kilangan Iskandar Z Lubis yang kini menjabat sebagai Ketua Yayasan Semen Padang yang menaungi Semen Padang Hospital. Kemudian, juga hadir Ketua Yayasan Perguruan Islam Lubuk Kilangan Surya Jufri Bitel, Ketua KAN Lubuk Kilangan Basri Dt Rajo Usali dan sejumlah staf CSR Semen Padang , serta Pelaksana Harian UPZ Baznas Semen Padang Muhammad Arif.

Muhamad Ikrar menyebutkan bahwa MTs Lubuk Kilangan ini adalah aset bagi Lubuk Kilangan, apalagi sepertiga dari guru yang ada merupakan lulusan S2. Namun begitu menurutnya, kesuksesan yang diraih ini adalah awal bagi MTs Lubuk Kilangan. Ia berharap, keberlangsungan sekolah agama ini harus dijaga sebaik-baik mungkin.

baca juga: Tim Inovasi Semen Padang Raih 5 Penghargaan pada Anugerah SIG Group Innovation Tahun 2020

" CSR Semen Padang dan UPZ Baznas Semen Padang dari awal telah memberikan pendampingan dan dukungan berupa operasional dan seragam sekolah untuk seluruh siswa. Ke depan, kami di CSR bersama UPZ Baznas Semen Padang akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk kemajuan MTs Lubuk Kilangan ini," ujarnya.

Ikrar pun mengaku bersyukur kesuksesan yang diraih MTs Lubuk Kilangan sudah sesuai dengan ekspektasi CSR Semen Padang , karena eksistensi MTs Lubuk Kilangan ini telah dapat mengimplementasi Pilar Semen Padang Cerdas dengan baik dan telah dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Lubuk Kilangan.

baca juga: Semen Padang Kembali Juara I Anugerah Keterbukaan Informasi Kategori BUMN/BUMD

"Mari terus jaga eksistensi sekolah ini. Saya berharap, kualitas prestasi dan akhlak terus dijadikan jargon dan core nilai bagi kemajuan MTs Lubuk Kilangan," ungkap Ikrar.

Senada dengan itu, Iskandar Z Lubis, salah satu inisiator pendirian MTs Lubuk Kilangan itu mengatakan bahwa dirinya yakin MTs Lubuk Kilangan bisa maju dan berkembang.

baca juga: TKMPN 2020, Inovator PT Semen Padang Raih 4 Platinum dan 2 Gold

Meski kebutuhan seperti sarana dan prasana semakin meningkat, namun Ia melihat bahwa hal itu justru memberi potensi bagi kemajuan MTs Lubuk Kilangan. "Yang berat itu menjaga bagaimana MTs Lubuk Kilangan ini terus berkelanjutan," ujarnya.

"Memang ini berat, tapi saya melihat bahwa capaian seperti 100 persen lulusan MTs Lubuk Kilangan diterima di sekolah negeri, menurut saya ini menjadi potensi bagi MTs Lubuk Kilangan ke depan," imbuh Iskandar.

Ketua KAN Lubuk Kilangan Basri Dt Rajo Usali pada kesempatan itu juga berterimakasih kepada CSR Semen Padang , UPZ Baznas Semen Padang , Forum Nagari dan YPI Lubuk Kilangan, termasuk seluruh majelis guru MTs Lubuk Kilangan yang telah mendidik dengan baik anak kemenakan Lubuk Kilangan.

"Kami berterimakasih kepada UPZ Baznas Semen Padang yang talah mengalokasikan aggran CSR nya untuk mendidik anak-anak dan kemanakan kami yang sekolah di MTs Lubuk Kilangan ini, karena begitu banyak fasilitas yang mereka dapatkan sekolah di sini. Tidak hanya berupa seragam, uang sekolah juga gratis di sini," katanya.

Salah seorang siswa MTs Lubuk Kikangan yang lulus tahun ini bernama M. Yusuf Salam mengaku bersyukur bisa sekolah di MTs Lubuk Kilangan, karena di MTs Lubuk Kilangan ini dirinya dan seluruh siswa lainnya sapat belajar banyak hal, seperti akidah, hijrah dan kemandirian.

"Saya dan kawan-kawan bersyukur bisa sekolah gratis di sini. Mungkin orang lain memandang sekolah kami sederhana, tapi bagi kami ini sangat istimewa sekali, apalagi sekolah di sini tidak butuh waktu lamanuntuk beradaptasi, karena kami mendapat kasih sayang dari seluruh guru-guru yang ada di sekolah ini. Proses inilah yang tidak bisa kami lupakan," katanya.

Kepala Madrasah MTs Lubuk Kilangan Zulmaidi mengatakan bahwa tahun 2020 ini, merupakan tahun pertama kelulusan bagi MTS Lubuk Kilangan dengan jumlah 41 siswa. Dan siswa yang lulus itu diterima di sekolah negeri seperti MAN 1 Padang, SMK Negeri 8 Padang, SMK Negeri 1 Padang, SMA Negeri 14 dan SMA Negeri 15 Padang. Kemudian, juga ada yang diterima di SMAK Padang.

"Pencapaian 100 persen lulusan MTs Lubuk Kilangan yang diterima di sekolah negeri itu merupakan bagian dari program jangka pendek MTs Lubuk Kilangan. Dan alhamdulillah, di tahun ini kami bisa mewujudkan program tersebut. Ke depan, pencapaian ini akan terus kami pertahankan," katanya.

Terkait tahun ajaran baru 2020/2021 yang bertepatan di tengah pandemi Covid-19, Zulmaidi menuturkan bahwa pihaknya akan memanfaatkan sistem belajar daring, luring dan moduling. Untuk daring, jelasnya, siswa dan guru memanfaatkan aplikasi Zoom 4 jam setiap harinya.

Kemudian luring, yaitu dengan cara merekam pelajaran yang disampaikan guru untuk dishare ke sekuruh siswa. "Sedangkan sistim moduling, yaitu guru memberikan modul kepada siswa untuk dikerjakan di rumah," ujarnya.(*)

Editor: Riki