Diadopsi dari Istana Bogor, Rusa Totol di Semen Padang Berkembang Biak

Marianto, petugas yang memelihara rusa tutulsedang memberi makan rusa tutul yang diadopsi Semen Padang dari Istana Bogor
Marianto, petugas yang memelihara rusa tutulsedang memberi makan rusa tutul yang diadopsi Semen Padang dari Istana Bogor (Riki S)
PADANG, KLIKPOSITIF

- Taman Kelestarian Hayati (Kehati) yang merupakan bekas areal tambang tanah clay milik PT Semen Padang seluas 50 Ha, tidak hanya dihuni oleh aneka ragam flora dan fauna.

Satwa liar seperti rusa tutul atau rusa totol juga turut dipelihara oleh perusahaan itu setelah diadopsi dari Istana Bogor Istanda sejak 2016.

baca juga: Selesai Diproduksi di Semen Padang, Shell Kiln untuk Pabrik Tonasa 3 Dikirim Melalui Teluk Bayur

"Kini rusa totol berkembang biak di PT Semen Padang , dari jumlahnya enam ekor menjadi delapan ekor," kata Staf Humas PT Semen Padang yang membidang Rumah Tangga, Jhon Reflus, di Padang, Senin, 13 Juli 2020.

Keberdaan delapan ekor spesies rusa yang berasal dari benua India itu, juga turut menjadikan taman Kehati Semen Padang sebagai tempat wisata keluarga, karena setiap akhir pekan, sekitar 50 orang pengunjung berdatangan ke tempat penangkaran rusa totol untuk berswafoto.

baca juga: Semen Padang Patenkan Tiga Inovasi, Salah Satunya Pemijahan dan Pembiakan Ikan Bilih

"Kalau hari Sabtu dan Minggu itu, sekitar 50 pengunjung berdatangan ke sini untuk melihat rusa totol. Mereka datang ke sini tidak hanya sekedar melihat-lihat rusa dan berswafoto, tapi juga membawa ubi dan wartel untuk makan rusa," kata Jon Reflus seraya mengatakan bahwa pemeliharaan rusa totol itu diinisiasi oleh mantan Direktur Pemasaran Pujo Suseno.

"Alhamdulillah, rusa totol ini berkembang cukup baik. Dari enam menjadi delapan ekor. Rinciannya, jantan empat dan betina empat ekor," ujarnya.

baca juga: Semen Padang Salurkan 7.050 Paket Sembako Tahap II untuk Warga Terdampak COVID-19

Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati mengatakan, izin pemeliharaan rusa totol ini tidak mudah. Sebelum dipelihara di Taman Kehati, berbagai prosedur pun harus dipenuhi oleh Semen Padang . Di antaranya izin dari BKSDA .

"Rusa totol ini satwa yang dilindungi undang-undang, jadi kami di Semen Padang harus mendapatkan izin dari BKSDA untuk memeliharanya. Kemudian sebelum izin di dapat, pihak Istana Bogor juga turun ke Taman Kehati ini untuk melihat kondisi suhu dan lingkungan Taman Kehati," kata Nur Anita.

baca juga: Semen Padang Bagikan 25 Ekor Hewan Kurban, Diserahkan Secara Simbolis dengan Mengadaptasi Kebiasaan Baru

Bagi Semen Padang , lanjut Nur Anita, pemeliharaan rusa totol ini merupakan sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap satwa langka. Apalagi di Semen Padang juga terdapat Taman Kehati yang dihuni oleh berbagai spesies flora dan fauna yang juga langka.

Di antaranya, palem kipas, palem merah, tumbuhan paku tiang dan pakis haji, elang ular bido, cekakak sungai, cekakak belukar, burung madu sriganti dan burung madu. "Kemudian yang terbaru, adalah ikan bilih yang telah endemik di Danau Singkarak," ujarnya.

Max, rusa totol pemikat pengunjung

Di sisi lain, keberadaan 8 ekor rusa totol di Taman Kehati cukup menarik perhatian pengunjung yang datang, karena terdapat 1 rusa bernama Max yang bisa dianggap sebagai 'kepala suku' bagi sekelompok rusa di Taman Kehati. Sebab, kemana Max pergi, segerombolan rusa lain terus mengikuti Max dari belakang.

"Max ini rusa yang paling tua di Taman Kehati. Umurnya sekitar 7 tahun. Kemana Max pergi, selalu diikuti oleh rusa lainnya, dan Max serta rusa tutul lainnya tidak agresif dan mau berinteraksi dengan pengunjung," kata Marianto, petugas yang memelihara rusa tutul saat ditemui di tempat penangkaran rusa totol.

Pria yang akrab disapa Bujang itu mengakui baru 2 tahun ini memelihara rusa totol. Dan tentunya bagi Bujang, memelihara rusa totol merupakan pekerjaan yang menyenangkan, apalagi kesehariannya selain memelihara rusa tutul, Bujang juga punya beberapa ekor sapi di rumahnya.

"Memelihara rusa totol tidak jauh beda dengan sapi. Cukup menyediakan ubi dan wartel, serta rumput alam untuk makanan rusa. Kemudian di samping menyediakan makanannya, setiap hari saya juga memantau kondisi kesehatan rusa tutul ini," ujarnya.(*)

Editor: Riki Suardi