Peduli Lingkungan, SMK Semen Padang Ciptakan Robot dari Barang Bekas

Sejumlah siswa SMK Semen Padang jurusan Elekronika Industri tengah melihat kemampuan robot Line Flowwer berjalan di atas jaur berwarna hitam.
Sejumlah siswa SMK Semen Padang jurusan Elekronika Industri tengah melihat kemampuan robot Line Flowwer berjalan di atas jaur berwarna hitam. (Riki Wijaya / KLIKPOSITIF)

KLIKPOSITIF -- Sebagai sekolah kejuruan, SMK Semen Padang dituntut untuk terus menghasilkan karya-karya terbaiknya agar anak didik di sekolah yang berada di bawah Yayasan Semen Padang tersebut, mampu bersaing di tingkat Nasional dan Internasional.

Salah satu karya yang dihasilkan, yaitu robotic. Robot yang disebut dengan Line Folowwer itu, ternyata sudah sering mewakili sekolah di perlombaan robotic yang diadakan oleh sejumlah perguruan tinggi di Sumbar. Salah satunya, Poli Teknik Negeri Padang. 

baca juga: Tim Inovasi Semen Padang Raih 3 Platinum di Ajang ICQCC Bangladesh

Bahkan, sejak 2014 hingga 2015 kemarin, di lomba robotic yang diadakan oleh Poli Teknik Negeri Padang tersebut, robot Line Flowwer ciptaan siswa jurusan Elekronika Industri SMK Semen Padang itu selalu mendominasi pemenang lomba robotic. 

"Dua tahun berturut-turut ini, juara 1,2 dan 3 selalu menjadi milik kami," kata Ketua Jurusan Elektronika Industri SMK Semen Padang , Desi Selfia saat ditemui KLIKPOSITIF di ruang praktek jurusan Elektronika Industri SMK Semen Padang , Selasa, 12 April 2016.

baca juga: Win Bernadino ke Aceh, Faisal Arif Jabat Ketua Umum SPSP Pengganti Antar Waktu

Meski bentuk robotnya sederhana, lanjut Desi, namun kemampuannya luar biasa. Bahkan, robot yang berbentuk mobil itu bisa berjalan sendiri tanpa dikendalikan oleh manusia, karena memiliki sensor cahaya gelap dengan sistim pencatut tegangan.

"Artinya, ketika ada cahaya gelap di bawah sensor yang dipasang di bawah robot tersebut, maka robot bisa berjalan sendiri, karena cahaya gelap itu bisa mencatut tegangan pada robot Line Flowwer," ujarnya.

baca juga: Semen Padang Targetkan Efisiensi Energi 3 Persen Pada 2024

Alumnus Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang angkatan 1995 itu menuturkan bahwa ide pembuatan robot Line Flowwer ini, muncul karena SMK Semen Padang ingin berpartisipasi disetiap perlombaan robotic yang ada di Sumbar.

"Tiap tahun kan ada lomba, makanya kami termotifasi untuk mengikutinya, terutama lomba Robotic tingkat SMK se-Sumbar yang selalu rutin diadakan Poli Teknik Negeri Padang," bebernya.

baca juga: Yayasan Semen Padang Angkat 48 Pekerja Honorer Jadi Karyawan Tetap

Membuat robot Line Flowwer ini, kata Desi, membutuhkan waktu sekitar 15 hari dan menariknya, kontruksi robot Line Flowwer yang dibuat, berasal dari sampah yang didaur ulang seperti bekas minuman air mineral, sandal jepit dan roda bekas mobil mainan anak-anak.

Cara membuat robot Line Flowwer ini, kata dia menjelaskan, awalnya merancang layout dengan program manual seperti membuat rangkaian di papan PCB menggunakan spidol permanen atau bisa juga menggunakan program sofware rangkaian elektronika yang disebut dengan Eagle atau EWB.

Setelah dirancang, kemudian papan PCB tersebut dilarutkan mengunakan zat kimia Ferit Clorid atau yang disebut dengan feCl3. Setelah dilarutkan, dilakukan pengeboran kaki komponen sekaligus pemasangan kaki komponen dan motor DC yang digunakan untuk pengerak robot Line Flower.

"Setelah terpasang semuanya, barulah dibuat kontruksi robot yang bahannya berasal dari barang bekas yang didaur ulang. Setelah itu, robot Line Flowwer pun sudah bisa dioperasikan," terang Desi.

Kemudian ketika ditanya kenapa kontruksi robot menggunakan barang bekas seperti sandal jepit, Desi menuturkan karena SMK Semen Padang merupakan peraih Adiwiyata Nasional. "Itulah kenapa kami gunakan barang bekas, karena kami ingin mempertahankan Adiwiyata Nasiona," katanya.

Sementara itu, salah seorang siswa SMK Semen Padang jurusan Elektronika Industri Ifdil Febri Nandra mengatakan bahwa ke depan, ia dan teman-temannya akan mengembangkan robot Line Flowwer menjadi lebih baik lagi.

"Saat ini robot tersebut baru bisa berjalan dan belum bisa mengangkat beban. Ke depan, dengan bimbing para guru, kami akan kembangkan robot Line Flowwer menjadi lebih baik lagi seperti meengankat beban dan lain sebagainya," tutur Ifdil.

Penulis: Riki